
Tentu saja dia sayang dengan orang tua nya, gila saja jika dia tidak sayang.
Fikir Dominic.
"Kenapa begitu bangga ketika berbuat dosa? padahal Allah telah menutup aib kita dengan tangan nya, lalu betapa gamblang nya Om menceritakan aib Om pada ku yang telah susah payah di tutup Allah sebelum kita bertemu?"
Tanya Gadis itu tiba-tiba pada dirinya.
"Aku tidak begitu peduli soal masa kemarin, semua orang memiliki salah dan aib nya masing-masing"
"Tidak ada manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan dan kekhilafan. Mari kita mengingat kembali kisah Nabi Adam beserta Hawa yang memakan buah khuldi, padahal Allah telah melarangnya. Nabi Yunus sengaja meninggalkan kaumnya karena setelah 33 tahun lamanya berdakwah, tetapi hanya 2 orang saja yang mendengarkan seruannya. Nabi Musa yang tidak sengaja membunuh orang karena pukulannya. Tentu saja para nabi yang mulia ini bersegera meminta ampunan kepada Allah. Taubat Nabi Adam dan Hawa terekam pada ayat 23 surah al-‘Araf, taubat Nabi Yunus n pada ayat 87 surah al-Anbiya, dan taubat Nabi Musa n pada ayat 15-16 surah al-Qashash"
"Lalu kenapa Om tidak ingin bertaubat? minimal tanya dalam hati SAYANGKAH AKU PADA KEDUA ORANG TUA KU?"
__ADS_1
"Sebagai seorang anak, sudah berkewajiban untuk berbakti kepada orang tua. Berbuat baik kepada orang tua, Dan diharapkan anak juga yang akan mengangkat serajat orang tuanya, baik di dunia dan di akhirat nanti"
"Namun tidak kah Om sadar perbuatan yang Om paparkan tadi sebagai seorang anak akan bisa menghalangi kedua orang tua Om untuk masuk surga serta menyeret kedua orang tua Om masuk ke lembah neraka?"
Tanya gadis itu di akhir sambil menatap dalam bola mata Dominic.
"Ya?"
Rasa malu bercampur aduk menjadi satu menghantam diri nya Ketika gadis itu mencoba mengingatkan dirinya soal semua kelakuan nya.
"Aku menyederhanakan jawaban ku Om, tidak ada yang tertarik pada Penikahan yang di buat tanpa cinta, tapi kadang pilihan orang tua tidak mengikuti hawa nafsu mereka, cukup berbeda dengan kita yang mengikuti hasrat yang membelenggu kita"
Mendengar jawaban Zeline seketika membuat Dominic membeku.
__ADS_1
"Aku tidak menolaknya karena aku percaya para Orang tua tahu mana yang terbaik untuk anak-anak nya, ditambah lagi ada banyak hati yang harus aku jaga, termasuk perasaan Uncle Aland dan Untie Ailee"
Setelah berkata begitu, Zeline kembali mengembangkan senyuman nya, dia menatap dalam wajah Dominic untuk beberapa waktu kemudian dia kembali berkata.
"Om tahu? Di dalam agama ku, pernikahan itu bukan hanya berbicara tentang hubungan pria dan wanita yang diakui secara sah secara agama dan hukum negara, dan bukan hanya berbicara kebutuhan biologis laki-laki dan perempuan saja, tetapi pernikahan dalam Islam sangat erat kaitannya dengan kondisi jiwa manusia, kerohanian (lahir dan batin), nilai-nilai kemanusian, dan adanya suatu kebenaran dan sebuah tujuan dalam pernikahan itu sendiri"
"Hanya itu yang ingin aku bicarakan soal kita, Sisa nya aku serahkan kepada Om, jika Om menolaknya aku juga bisa apa"
Setelah berkata begitu gadis itu berdiri dari duduknya, dia menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian mengembangkan senyuman terindahnya ke hadapan Dominic yang sejak tadi membeku tanpa mengeluarkan suara.
Skak mat.
Laki-laki itu seolah-olah tertampar dengan segala macam ucapan gadis tersebut.
__ADS_1