
Rumah Sakit xxxxxxxx
07.20 AM
Di keesokan paginya
Dominic menggenggam erat telapak tangan istrinya sejak tadi sambil sesekali bola mata nya menatap ke arah satu ruangan khusus yang bertulis kan dokter kandungan di ujung sana
Perasaan yang bercampur aduk menjadi satu menghantam Dirinya, sesekali dia menatap ke arah wajah istri nya yang terlihat begitu pucat.
Semakin putih seseorang akan menambah semakin pucat wajah seseorang yang tengah tidak sehat dan tidak baik-baik saja.
Sejak semalam hingga pagi ini entah berapa kali Zeline hilir mudik masuk ke kamar mandi demi untuk memuntahkan seluruh isi perut nya.
Dia mencoba menghubungi Theo semalaman namun rupanya laki-laki itu masih berlibur di Prancis, belum juga kembali ke Indonesia.
Mau tidak Mau dia pada akhirnya memilih membawa istri nya kerumah sakit pagi ini.
Bayangkan bagaimana khawatir nya laki-laki tersebut, dia sama sekali tidak bisa tidur sejak semalam karena mencoba menemani istrinya itu dan berusaha membuat Zeline mendapatkan posisi ternyaman nya untuk istirahat beberapa waktu.
lucu sekali, ini kali pertama dia menjadi khawatir untuk seorang perempuan, dulu bersama siapa pun dan dengan siapapun tidak akan membuat Dominic peduli soal kesulitan dan sakit seseorang.
Tapi untuk istrinya dia bahkan rela lupa makan malam, rela begadang, tidak tidur semalaman bahkan mengabaikan pekerjaan nya demi untuk melihat istrinya baik-baik saja.
Sakit istrinya membuat dia seolah-olah kehilangan cara untuk bernafas.l dengan baik.
Bisa dia lihat Sejak tadi Zeline hanya bersandar ke bahu kanan nya, perempuan itu terus memejamkan bola mata nya dan enggan menatap siapapun yang ada di sekitarnya.
Dia bilang kepalanya terasa berputar-putar saat dia melihat begitu banyak orang yang berlalu lalang di sekitar mereka.
Bahkan Perempuan itu meminta mereka sedikit menjauh dari kerumunan orang-orang, dia cukup kesulitan mencium aroma parfum dari tubuh beberapa orang.
Pada akhirnya mereka memilih duduk di paling sudut ruangan demi menghindari banyak orang di sekitar mereka.
Dan begitu nama mereka dipanggil jelas saja Dominic langsung membawa istri nya untuk masuk ke dalam ruangan yang sejak awal memang sengaja di tuju oleh Dominic.
"Mau aku gendong?"
Tanya laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
Mendengar tawaran suaminya seketika membuat Zeline tertawa kecil.
"Itu terlihat memalukan, mereka bakal membuat berita viral soal kita di media sosial"
Jawab Zeline cepat.
Bukankah biasa nya begitu? jika terjadi satu hal yang dirasa lucu dan unik orang-orang akan sibuk merekam dan membuat viral Vidio yang di rekam.
"Bukankah itu bagus? kita akan jadi pasangan yang fenomenal"
Jawab Dominic sambil terkekeh pelan.
Mendengar candaan sang suami Seketika membuat Zelin mencoba mencubit pinggang Dominic.
"Sayang itu geli"
"Geli bagaimana? apa aku harus kembali mencubitnya dengan keras?"
Seketika Dominic tertawa sambil menyentuh lembut kepala istrinya.
Pada akhirnya disinilah mereka, didalam ruangan mendominasi berwarna putih dimana didalamnya dilengkapi berbagai macam peralatan.
Agak terkejut karena mereka masuk ke dalam dokter kandungan.
Gadis itu jelas tidak pernah berfikir hingga sejauh itu hingga akhirnya saat dokter perempuan dihadapan nya bertanya.
"Kapan terakhir kali Anda datang bulan?"
Dia baru menyadari nya.
"Aku fikir sebelum pergi berbulan madu"
Ucap Zeline sambil mengingat-ingat dan sedikit ragu-ragu.
Yah kalau tidak salah Terakhir beberapa hari sebelum pergi bulan madu, kemudian dia fikir dia belum mendapatkan nya lagi.
Dia bahkan nyaris lupa kalau dia belum mendapatkan tamu bulanan nya karena liburan bulan madu dan beberapa masalah yang menerpa belakangan ini.
"Ini trimester pertama, Pada trimester ini, kebanyakan ibu hamil memang mengalami morning sickness alias mual berulang"
__ADS_1
Ucap dokter perempuan itu sambil menembang kan senyuman nya yang terlihat begitu ramah.
Mendengar ucapan Perempuan tersebut seketika Dominic menampilkan ekspresi yang begitu luar biasa, dia ingin sekali melompat setinggi mungkin jika tidak malu dengan keadaan.
Zeline jelas ikut terkejut sekaligus tidak percaya, bahagia? tentu saja.
Dia tidak pernah berfikir mereka diberikan rejeki secepat itu.
Apalagi setelah konflik Kemarin soal anak yang menjadi fikiran nya belakangan.
Dia bahkan berkata pada Dominic, jika laki-laki itu berbohong soal anak yang ditelantarkan maka demi Allah dia rela Allah mencabut Nikmat mereka dititipkan kepercayaan Nya atas sosok buah hati yang diharapkan banyak pasangan di muka bumi ini.
Dan ketika dia mendengar ucapan dokter tersebut seketika dia berkaca-kaca, kini dia yakin Suaminya memang bukan seorang Ayah yang akan tega menelantarkan anak nya.
Sebab didalam doa nya, andai anak yang ditelantarkan itu memang anak dari suaminya, maka dengan Redho, dia meminta kepada Allah agar tidak pernah memberikan kepercayaan seorang anak kepada mereka.
Sebab anak-anak merupakan makhluk suci yang belum memiliki dosa bagi Zeline.
Sungguh terlaknat untuk orang tua yang menelantarkan anak-anak mereka dimana diluaran sana ada banyak pasang yang berusaha untuk mendapatkan kepercayaan Allah dengan berbagai macam cara.
Dan andaikan anak itu memang membutuhkan mereka meskipun bukan darah daging suaminya, dia dengan ikhlas dan rela akan menerima nya.
"Ini biasanya berakhir di Minggu ke 12, jadi kita akan berikan vitamin dan obat anti mual agar calon Mommy tidak tersiksa dengan morning sickness nya"
Ucapan dokter tersebut membuat dia sadar dari pemikiran nya.
Minggu ke 12?!.
Dominic fikir itu pasti akan sangat menyiksa istri nya.
12 Minggu jelas bukan waktu yang sebentar.
"Jangan lupa perbanyak makan makanan yang mengandung asam folat dan usahakan untuk menghindari Junk food, serta jangan lupa untuk mengonsumsi buah segar nya"
Lanjut dokter itu lagi sambil menatap Dominic dan Zeline secara bergantian.
Mendengar ucapan dokter tersebut jelas membuat Dominic langsung mengembangkan senyuman nya lantas dia langsung menoleh ke arah istrinya.
"Terima kasih, sayang"
__ADS_1
Ucap laki-laki itu pelan sambil menatap wajah istrinya dengan penuh cinta.