
Begitu Zeline mendekati Dominic bersama Mommy nya, dia dengan cepat mencoba menjaga pandangan nya.
Entahlah, dia hanya Belum siap untuk menerima segalanya saat ini.
"Dom tidak mau pergi makan lebih dulu? aku fikir kalian pasti lapar, ini sudah melewati jam makan malam"
Ucap Mommy nya dengan cepat.
Dominic fikir ada benarnya juga, dia bahkan melupakan persoalan mengisi perut karena terlalu sibuk dengan urusan pernikahan.
Tanpa banyak bicara dia hanya mengangguk kan kepalanya, berdiri dari duduknya dan berniat beranjak dari sana.
Tapi belum lah niat itu terlaksana, Zeline langsung berkata.
"Aku yang akan menyiapkan semua nya"
Setelah berkata begitu gadis itu langsung mengembangkan senyuman nya, kemudian Zeline langsung berbalik dan berjalan menuju ke arah meja prasmanan.
Laki-laki itu sejenak menatap punggung Zeline yang mulai bergerak menjauhi mereka, tidak tahu kenapa rasanya tiba-tiba kepalanya berdenyut begitu saja.
Dia fikir bagaimana caranya dia berbaur dengan orang baru itu dalam seumur hidup nya.
Dominic fikir bagaimana juga dia bisa melihat satu wajah di hingga akhir hayatnya.
Kuatkah dia?!.
Meskipun ucapan Daddy nya tadi memang benar, tapi yang nama nya manusia normal selalu saja berfikir...
Yah aku tetap butuh waktu untuk menerima segalanya.
Hidup dengan orang asing jelas tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Dom...jangan terlalu kaku dengan nya, kamu tahu dia gadis yang baik"
__ADS_1
Mommy nya bicara dengan cepat.
"Mommy sudah pernah bertemu dengan nya sebelum nya?"
Tanya Dominic sambil mengerutkan keningnya.
"Tentu saja, dulu tiap kali pulang ke Prancis atau Manhattan kami sering bertemu, dia gadis yang ceria dan Baik, akhlak dan tata Krama nya juga sangat baik"
Jawab Mommy nya cepat.
mendengar Jawaban Mommy nya jelas saja membuat Dominic terkejut.
"Kenapa? kamu fikir kami akan sembarangan memilih kan putra kami seorang istri?!"
Tiba-tiba sang Mommy nya bicara sambil menaikkan ujung alisnya.
"Kami memilih Zeline Bukan karena dia bagian keluarga Abimanyu atau Hillatop, bukan juga karena dia putri dari Futtaim yang memiliki kekayaan di atas rata-rata"
"Karena kalau sekedar urusan harta dan kekayaan, kita tidak membutuhkan nya"
Sang Mommy nya bicara sambil menatap dalam bola mata Dominic.
"Akhlak dan adab nya kepada orang tua yang lebih kami utamakan, pergaulan baik nya yang kami lihat."
"Kebanyakan anak-anak di usia dia dengan harta kekayaan dari orang tua mereka yang berlimpah pasti sudah berfoya-foya dan bergaul dengan orang-orang yang salah bahkan tidak malu pamer di media sosial, tapi gadis itu sama sekali tidak mengubah ke pribadian"
"Ditambah lagi bibit, bebet dan bobot nya bisa terlihat dengan jelas, kamu tidak akan menyesali mendapatkan istri seperti itu, dom"
Setelah berkata begitu Mommy Ailee mengembang kan senyuman nya.
Dominic sama sekali tidak menjawab, dia menatap balik Mommy nya untuk beberapa waktu.
Bisa dia lihat bagaimana ekspresi wajah Mommy nya yang terus bercerita sejak tadi dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Di bisa menebak betapa Mommy nya menyukai gadis tersebut.
"Kalian bisa menghabiskan makan malam bersama"
Mommy nya bicara cepat ketika Zeline tahu-tahu sudah kembali kehadapan mereka.
Dominic sejenak membeku saat gadis itu menyerah kan sebuah piring berisi nasi dan beberapa menu didalam nya.
Dia meraih piring tersebut secara perlahan.
Agak Singkuh juga dengan keadaan ini, hingga mau tidak mau laki-laki itu menyambar Aqua gelas yang ada di meja kecil di hadapannya.
Dominic buru-buru meminum Aqua tersebut.
"Ngomong-ngomong dom, malam ini kalian boleh melewati malam pertama di mansion kediaman Abimanyu, kita akan kembali ke Mansion keluarga Faith yildiz besok siang"
Mendengar ucapan Mommy nya Seketika Dominic membeku.
"Ya?"
"Makan lah lebih dulu, setelah itu kalian bisa saling membahas soal bulan madu"
Wanita tua itu bicara sambil berdiri dari posisi duduknya, berniat pergi dari sana bersama suaminya.
Meninggalkan pengantin baru akan menikmati moment mereka berdua.
Seketika Dominic terbatuk-batuk saat mendengar kata bulan madu.
What?!.
Bu..lan Madu?.
Pekik nya Didalam hati nya.
__ADS_1