When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Masa lalu dan Aib


__ADS_3

Apartment Utama Dominic


21.35 malam


Setelah mereka melewati makan malam bersama, setelah mereka selesai menunaikan sholat isya, sang istri terlihat mulai naik ke atas kasur mereka.


Dominic menatap punggung gadis itu masih dengan jutaan tanda tanya.


Zeline sama sekali tidak menyinggung soal kehadiran Mandy sejak tadi siang.


Biasanya istri lain akan menampilkan taring Paling mengerikan Mereka, bertanya histeris atau menangis, berteriak dengan perasaan menggebu-gebu untuk tahu soal perempuan yang mendatangi suami mereka.


Tapi Realita nya itu sama sekali tidak berlaku untuk istri kecilnya.


Gadis itu benar-benar bersikap santai dan terkesan biasa-biasa saja.


Dominic langsung melangkah kan kakinya menuju ke arah kasur mereka, ikut duduk ke atas sana sambil menatap dalam wajah istri nya.


"Zeline"


Demi Allah jika ada banyak suami yang tidak akan takut dengan istri nya, maka apakah lucu meskipun mereka bukan menikah karena cinta melainkan karena perjodohan, Dominic jadi takut bicara pada istri nya sendiri.


Takut jika dia memulai pembicaraan sang istri akan mulai menaikkan suhu panas di kamar mereka, takut jika hal-hal buruk yang menimbulkan perdebatan terjadi di antara mereka.


Yah pemikiran seperti itu muncul dikepala Dominic dan itu benar-benar lucu sekali.


"Hmmm?"


Gadis itu bertanya lantas mulai membaringkan tubuhnya.


Dominic ikut naik ke atas kasur, mencoba berbaring saling menghadap ke arah Zeline.


Seketika gadis itu terkekeh melihat ekspresi wajah suaminya yang terlihat begitu aneh.


"Om kenapa?"


Alih-alih menjawab, Dominic jelas merasa resah.


"Kamu tidak ingin bercerita soal apa yang terjadi pagi tadi?"


Tanya laki-laki itu sambil menelan salivanya.

__ADS_1


Berat, yah begitu berat saat kalimat itu harus dia ucapkan.


Mendengar pertanyaan Dominic membuat Zeline menaikkan ujung alisnya.


"Ahhh soal gadis dengan dandanan sedikit berlebihan itu?"


Tanya Zeline kemudian.


Mendengar pertanyaan istri nya, Dominic lagi-lagi menelan salivanya.


"Apa Om menyukai gadis itu?"


Sebaris pertanyaan meluncur dari balik bibir Zeline, bola mata gadis itu menatap dalam bola mata Dominic untuk beberapa waktu.


Bisa Dominic lihat ada tatapan menunggu satu jawaban pasti dari balik bibir nya.


Dominic jelas langsung menggelengkan kepalanya secara cepat.


"Tidak"


Jawab nya tegas.


"Dia hanya bagian dari masa lalu, aku dan...."


Mereka memang pernah jadi teman tidur bersama, tapi tidak ada hubungan yang lebih dari pada itu.


Bahkan dia tidak berfikir ingin berhubungan lagi dengan perempuan tersebut.


"Masih ingin berhubungan dengan nya?"


Zeline tiba-tiba memotong ucapan nya.


Lagi dengan cepat Dominic menggeleng kan kepala secara tegas dan mantap.


"Tidak, Kami hanya..."


Dia belum menyelesaikan ucapannya tapi jari-jari lembut dan lentik istri nya sudah menutupi bibir nya dengan cepat.


"Dua jawaban itu sudah cukup"


Ucap gadis itu sambil mengembangkan senyuman nya, dia menyentuh lembut wajah Dominic secara perlahan.

__ADS_1


Baru tahu jika suaminya bisa selembut itu saat bicara dengan nya.


Saat ingat di pertemuan pertama mereka, dia fikir laki-laki dihadapan nya itu begitu tidak menyenangkan.


Dominic sejenak terdiam, menikmati tangan halus itu yang mengusap lembut wajah Milik nya.


"Sesungguhnya sepasang suami istri tidak perlu menjelaskan masa lalu mereka berdua, apalagi yang berupa kemaksiatan, hal ini dilarang oleh agama. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ


“Seluruh umatku mu’afa (dimaafkan dosanya), kecuali orang yang melakukan dengan terang-terangan. Dan sesungguhnya termasuk melakukan dengan terang-terangan yaitu, seseorang melakukan sesuatu perbuatan (kemaksiatan, Red.) pada waktu malam, lalu dia masuk pada waktu pagi, kemudian mengatakan: “Hai, Fulan! Kemarin malam aku telah melakukan demikian dan demikian”. Dia telah melewati malamnya dengan ditutupi (kemaksiatannya) oleh Rabb-nya (Penguasanya, Allah), dan dia masuk pada waktu pagi menyingkapkan tirai Allah darinya“. [HR Bukhari, no, 6069; Muslim]


Zeline bicara seolah-olah mengingat kan Dominic agar "Jangan lah kamu buka lagi aib mu yang telah di tutup oleh Allah"


Dia tidak pernah ingin Ambil pusing soal masa lalu siapapun yang pernah dikenalnya, apalagi itu adalah Suami nya sendiri.


"Di dalam sebuah hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan:


إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ فَيَقُولُ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا فَيَقُولُ نَعَمْ أَيْ رَبِّ حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ قَالَ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُونَ فَيَقُولُ الْأَشْهَادُ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ


“Sesungguhnya Allah akan mendekatkan seorang mukmin, lalu Dia akan meletakkan tiraiNya padanya dan menutupinya. Kemudian Allah mengatakan: “Apakah engkau mengetahui dosa(mu) ini, apakah engkau mengetahui dosa(mu) ini?” Orang mukmin itu mengatakan: “Ya, wahai Rabb-ku”. Sehingga, jika Allah telah menjadikan orang mukmin itu mengakui dosa-dosanya, dan dia melihat dirinya pasti akan celaka, Allah berfirman: “Aku telah menutupinya padamu di dunia, dan sekarang Aku akan menghapusnya untukmu pada hari ini (Kiamat)”. Kemudian buku kebaikannya-kebaikannya diberikan kepadanya. Adapun orang kafir dan orang-orang munafik, maka para saksi mengatakan: “Mereka ini orang-orang yang mendustakan Rabb mereka. Ketahuilah, laknat Allah menimpa orang-orang yang zhalim“. [HR Bukhari, no. 7514; Muslim, no. 2768].


Lanjut nya lagi sambil terus menatap dalam wajah suaminya itu.


Dominic Seketika terdiam, terus menatap manik mata indah istri nya tersebut dengan jutaan perasaan didalam hati nya.


"Sungguh, ditutupinya kesalahan seseorang, tidak tersebarnya hal tersebut di dunia dan di akhirat, merupakan kenikmatan dari Allah Azza wa Jalla yang sangat besar. Sebaliknya, tersebarnya dan diumumkannya kemaksiatan seseorang merupakan kehinanaan baginya. Karena, siapakah di antara kita yang bebas dari kesalahan dan dosa-dosa? كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Setiap manusia banyak berbuat salah (dosa). Dan sebaik-baik dari orang-orang banyak berbuat salah (dosa) adalah orang-orang yang banyak bertaubat“. [HR Tirmidzi, no. 2499; Ibnu Majah, Ahmad, Darimi; dari sahabat Anas bin Malik].


"Om tahu? jika kita memiliki masa lalu yang kelam atau sudah terlanjur berbuat dosa, segera lupakan dan tatap masa depan dengan memohon ampun serta bertobat kepada Allah."


"Umur tidak mungkin ditarik mundur ke belakangan. Kehidupan terus berjalan menuju kematian, maka sebelum ajal menjemput, perbaiki segala kesalahan masa lalu dengan bertobat kepada Allah, memohon ampun dan petunjuk untuk kehidupan serta masa depan lebih baik."


"Janganlah bersedih bahkan sampai terpuruk karena banyaknya dosa-dosa di masa lalu, ketika kita tidak bisa mengubah masa lalu yang kelam, tapi kita masih bisa untuk mengupayakan dan merubah masa depan menjadi lebih baik dan penuh rahmat."


Setelah berkata begitu Zeline melepaskan tangan nya dari pipi Dominic tapi laki-laki itu dengan cepat menyambar tangan itu kembali.


"Mari kita buang surat perjanjian nya"


Ucap nya tiba-tiba.


"Ya?"

__ADS_1


Seketika gadis dihadapannya itu terkejut mendengar ucapan nya.


__ADS_2