When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Satu persatu misi selesai


__ADS_3

Mansion utama Dominic


Masih di jelang makan malam bersama


Ketika rasa haru atas pertemuan Azalea berlangsung, tiba-tiba dari arah depan sana terlihat Nyonya Cleo dan putra nya Irham menyebutkan salam.


Amena langsung menghapus perlahan air matanya setelah dia melepas kan pelukan nya dari Azalea.


"Sayang look..."


Mr. Keith bicara cepat.


"Grandma dan Daddy datang"


Mendengar kata grandma dan Daddy seketika membuat Azalea membulatkan bola matanya.


Amena langsung menatap ke arah depan, bola matanya menangkap sosok ihram yang baru saja datang bersama Mandy.


Bola mata nya dan laki-laki tersebut tidak sengaja bertemu, mereka saling menatap Antara satu dengan yang lainnya.


Amena terlihat diam, dia sedikit bingung bagaimana harus memberi sapaan pada ihram.


Meskipun dia diberitahu jika ihram adalah ayah biologis dari Azalea, meskipun katanya sudah ada rancangan pesta pernikahan, meskipun katanya mereka sudah menjalani pernikahan dibawah payung agama dimasa lalu dan tinggal menunggu tanggal perayaan pesta penikahan.


Tapi Amena sama sekali tidak bisa mengingat soal ihram.


Mereka bagaikan orang asing yang tidak saling mengenal Antara satu dengan yang lainnya.


Amena sudah mencoba untuk mengingat semua perihal lalu dalam beberapa hari ini, tapi dia sama sekali tidak dapat mengingat soal apapun barang sedikit pun.


Di tengah kebingungan perasaan nya, ihram dan ibu nya Cleo berjalan mendekati mereka, dikala Amena bingung harus memberikan respon yang bagaimana, tiba-tiba Saja Zeline berkata.


"Tidak memberikan salam pada suami kamu sayang?"


Perempuan tersebut bicara sambil mengembang kan senyuman nya, menyentuh lembut bahu Amena kemudian lanjut berkata.


"Berikan salam untuk suami kamu"


Lanjut Zeline lagi.

__ADS_1


Seperti orang yang dilanda kebingungan besar, Amena mencoba mengulurkan tangannya sedangkan ihram secara spontan ikut mengulurkan tangannya.


Eh?!.


Melihat ekspresi bingung Amena, Zeline terlihat mengulum senyuman nya.


"Berikan pelukan manis juga bisa"


Bisik Zeline pada ihram.


Dan yakinlah Dia seperti seorang Mak comblang untuk sepasang suami istri baru saat ini.


Ihram pada akhirnya secara perlahan memeluk tubuh Amena yang masih di landa kebingungan.


Perempuan itu agak terkejut, sejenak dia membiarkan ihram yang memeluk dirinya.


"Maaf baru bisa menjemput mu sekarang"


Bisik laki-laki itu sambil mengelus lembut rambut nya, dagu ihram terlihat menempel di puncak kepala Amena.


"Seharusnya aku datang lebih cepat"


"Membuat kamu kesulitan untuk waktu yang cukup lama, bahkan tidak sadar ada Azalea di antara kita"


Amena masih diam, dia tidak pernah berfikir untuk menyalahkan ihram, bahkan dia pun tidak bisa mengingat soal apapun, belum lagi dia juga tidak juga menyadari soal Azalea yang ada di antara mereka.


Lalu apakah dia pantas menyalahkan ihram?!.


Dia mana mungkin menyalahkan laki-laki tersebut di antara banyak hal yang terjadi.


apalagi Zeline sudah menjelaskan semua persoalan di antara mereka semua.


Adam yang membuat ricuh keadaan termasuk juga Kakek nya yang tidak lain Orang tua dari Daddy nya.


Hubungan tanpa Restu dan persetujuan karena kelas yang berbeda, berujung pada pernikahan paksa yang lain dan berakhir pada kelicikan Adam yang memanfaatkan segala hal dalam situasi.


Jadi dia jelas tidak punya alasan untuk menyalahkan siapapun di sini.


Pada akhirnya Amena Secara perlahan membiarkan kedua tangan nya memeluk lembut pinggang ihram.

__ADS_1


"Tidak ada yang salah di antara kita"


Ucap Amena pelan.


"Apakah Daddy tidak ingin memeluk ku?"


Tiba-tiba ditengah keadaan yang manis suara Azalea memecah keadaan.


Ihram dan Amena terlihat terkejut, dengan perasaan agak malu-malu Amena langsung melepaskan pelukannya, dia langsung menoleh kearah Azalea.


"Maafkan kami, kemarilah"


Ucap nya sambil Langsung meraih tubuh kecil tersebut, memasukkan nya kedalam pelukan nya diikuti ihram.


Zeline menarik pelan nafasnya, senyuman puas mengembang dari balik bibir nya.


Urusan Amena, ihram dan Azalea dalam misi selesai.


Kini....


Bola mata nya melirik kearah Keith yang sejak tadi mencari sosok Mandy.


Dia fikir misi berikut nya jelas adalah mereka.


"Apa yang kamu pikirkan hmmm?"


Dominic tiba-tiba mengejutkan diri nya dari belakang, Zeline buru-buru menoleh.


"Albi?"


"Ada apa?"


Bisik Laki-laki itu sambil menyentuh lembut puncak kepala sang istri.


Alih-alih menjawab, Zeline lebih suka menikmati moment ketika tiba-tiba Dominic mencium lembut puncak kepalanya.


"Aku fikir ini waktunya kita menikmati makanan kita hmmm bersama yang lainnya"


Bisik Dominic kembali pada sang istri.

__ADS_1


__ADS_2