
Disisi lain
Taj dan Reihan
Begitu pintu ruangan terbuka bisa dilihat bagaimana ekspresi Taj saat ini.
Terlihat sebuah ruangan mendominasi berwarna putih dimana didalamnya terdapat satu tubuh yang terlelap di atas kasur untuk waktu yang begitu lama.
Selang infus, beberapa selang lainnya dan layar monitor pengatur Detak jantung terlihat mengelilingi tubuh laki-laki tersebut.
Suara monitor yang mengeluarkan irama teratur di sepanjang ruangan menciptakan ritme tersendiri di dalam sana
Taj Seolah-oleh sadar yang mereka cari bukan manusia normal seperti mereka, melainkan manusia koma yang terlelap didalam tidur nya dan bisa jadi telah lama belum bangun-bangun dari mimpi indah atau bahkan mimpi buruknya.
Reihan mendekati sosok tersebut dengan cepat diikuti oleh Taj.
Tiba-tiba seseorang muncul tepat dari sisi kiri mereka dan mengejutkan mereka.
"Oh shi..t"
Taj mengumpat, cukup terkejut dengan Gerakan tiba-tiba yang dilakukan oleh orang tersebut.
Laki-laki itu secepat kilat mengeluarkan senjatanya.
"Kalian sudah datang, sir?"
Laki-laki berusia sekitar 48 tahunan itu bicara sambil menundukkan sedikit tubuh dan kepalanya.
Reihan secepat kilat menahan pistol Taj dan meminta laki-laki itu menurunkan pistol ditangan nya.
"Ya"
Reihan menjawab pelan.
"Anda bisa membawanya sekarang, sir"
Laki-laki itu kembali bicara, memutar tubuhnya dengan cepat lantas berjalan mendekati tubuh yang tergeletak di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
__ADS_1
Taj masih mengerut kening nya, berfikir sebenarnya siapa yang harus mereka bawa itu.
Otak nya sama sekali tidak berfungsi dengan baik saat ini.
Dia bergerak hanya mengikuti perintah Zeline.
Karena ucapan Theo yang berkata inj waktunya mereka membawa keluarga laki-laki tersebut untuk menyelamatkan putri nya.
Yang jadi pertanyaan Taj Sejak awal mereka pergi.
Siapa laki-laki yang dimaksud?!.
Dimana?!.
Dalam keadaan seperti apa?!.
Dan dia cukup terkejut ketika mereka bergerak hingga sejauh ini dan berada di tempat seperti ini.
"Dia siapa?"
"Ayah biologis Azalea"
Mendapatkan jawaban dari mulut Reihan seketika membuat Taj membulatkan bola matanya.
"Apa?!"
******
Disisi lainnya
Dimana Theo berada
Ketika kedua tangan laki-laki tersebut terangkat ke atas dan Theo tidak memiliki daya untuk menoleh kebelakang.
Pertanya paling tolol yang dia ucapkan adalah
"Sebelum membunuh ku bolehkah aku pergi buang air kecil dulu sekarang?!."
__ADS_1
Dia fikir sebelum di bunuh dan dia kencing di celana saat ini juga, bukankah minta izin buang air kecil keluar membuat mati nya jauh lebih berkelas ?!.
Padahal sejujurnya seluruh tubuh nya saat ini benar-benar bergetar hebat, dia berharap orang yang mengacungkan pistol di belakang nya tersebut tidak langsung menembak nya.
Orang itu pasti salah satu kelompok laki-laki yang melangkah mendekati mobil nya saat ini .
Pertanyaan nya kapan orang itu masuk ke mobil mereka?!.
"Merunduk"
Tiba-tiba suara sosok dibelakang nya mengejutkan Dirinya.
Apa?!.
Ban..ci?!.
Dia tercekat saat sadar ada suara manusia dua gender di belakang nya.
"Apa harus aku ledakan kepala mu dengan pistol ku sekarang juga agar kamu mengerti kata merunduk kawan?"
Ulang suara banci itu lagi.
Theo jelas gelagapan, dia Bertanya dengan terbata-bata.
"Kau sebenarnya siapa?"
"Berhentilah bertanya, merunduk lah, Theo"
Lagi satu suara mengejutkan Dirinya.
Apa?!.
Itu suara seorang perempuan dan dia kenal suara Tersebut dengan baik.
"Syahzia?"
Laki-laki itu fikir dia tidak mungkin salah, itu adalah suara syahzia, putri Bern (Eden Al Jaber asli) dan Belle.
__ADS_1