
Kembali ke masa lalu
Club malam xxxxxxx
Kamar belakang club
Lewat tengah malam
Mandy berusaha untuk mengintip melalui jendela dengan teralis besi yang tertutup rapat pada bagian jendela yang ada di ruangan tersebut.
Dia mencoba memastikan tidak ada siapapun yang datang saat ini.
Gadis itu menatap bulan di atas sana, seolah-olah bisa tahu waktu hanya dengan melihat puncak bulan di atas sana, Mandy secepat kilat merogoh tas milik nya.
Sebuah pembalut baru dan cutter.
Tiba-tiba dalam hitungan detik dia menyayat tangan nya sendiri, kemudian dengan sedikit gemetaran dia mengolesi pembalut yang belum ternoda tersebut dengan darah dari lengan nya sendiri.
Kemudian secepat kilat Mandy menyirami tangan nya dengan cairan alkohol, tidak peduli bagaimana rasanya dia terus bergerak dengan cepat mengikat tangan nya yang mengeluarkan darah tersebut dengan kain.
Mandy kemudian mendekati seseorang di ujung sana, seorang gadis meringkuk sambil terisak di ruangan gelap tidak berpenghuni tersebut.
Pakaian indah yang menghiasi tubuh mereka terlihat terus mengeluarkan Kilauan nya, bahkan suara gelang kaki terdengar memenuhi ruangan tersebut.
Mandy menyentuh lembut wajah gadis yang berikut sebelum menangis tersebut, kemudian berkata dengan lembut.
"Lihat wajah ku, Cloe"
Mandy bicara sambil menunggu gadis yang dipanggil nya Cloe tersebut menatap kearah Dirinya.
Begitu Cloe mendongakkan kepalanya, bisa dia lihat air mata di kedua bola mata gadis tersebut menggenangi Mata Indah tersebut, Mandy berusaha melebarkan senyuman sambil menyentuh kedua belah pipi gadis dihadapannya itu.
"Dengarkan aku, malam ini aku akan menggantikan kamu, pakai pembalut yang telah aku lumuri darah dan katakan pada madam kamu sedang datang bulan"
Setelah berkata begitu Mandy secepat untuk masuk ke dalam toilet berukuran kecil yang ada di sisi kanannya.
"Mandy..?!"
gadis itu terlihat gemetaran menatap Mandy sambil menggelengkan kepalanya.
"Kita tidak punya banyak waktu, jika aku berhasil mendapatkan seseorang di luar sana aku akan minta orang itu menyelamatkan kita agar bisa keluar dari pigalle red light secepat nya"
__ADS_1
"Tapi kau mengorbankan masa depan mu"
Gadis itu bicara sambil berusaha untuk menggenggam erat telapak tangan Mandy.
"Itu lebih baik, hanya satu yang boleh hancur tidak yang lainnya, kamu harus hidup dengan baik, menikah dengan orang yang baik dan menjalani hidup yang baik"
Saat gadis itu mengucapkan kata-kata itu pada Cloe, dia berusaha untuk terus tersenyum sebaik mungkin.
"No.."
Ketika Cloe berusaha untuk terus menggelengkan kepalanya, tiba-tiba satu suara keras mengejutkan mereka.
Klantanggggg
Duggggggggg
Duggggggggg
Duggggggggg
"Buka pintu dan bersiap"
"Ini giliran kalian"
Dia buru-buru melepaskan kain yang mengikat lengannya, memastikan darah berhenti mengalir kemudian langsung menaburi tangannya dengan bedak tabur lantas menutup nya dengan beberapa hansaplas dan buru-buru menurunkan lengan baju nya.
"Mandy...?"
"Sttttttt"
Gadis itu meletakkan jari telunjuk nya ke atas bibirnya.
Dia menarik nafasnya panjang, bergerak kearah depan sambil berkata.
"Apa aku bisa bicara dengan madam? aku Fikir hanya aku yang bisa keluar"
Setelah mandy Berkata begitu, tiba-tiba pintu tersebut di buka dengan cara yang cukup kasar.
Brakkkkkk
"Kenapa?"
__ADS_1
Seorang wanita bertubuh besar masuk kedalam sana, hiasan yang menjuntai kesana-kemari membuat kesan semakin besar tubuh Tersebut.
Bahkan warna Kilauan warna-warni dari perhiasan yang digunakan jelas cukup menyakitkan mata yang melihat nya.
Belum lagi aroma alkohol yang begitu tajam tercium dari tubuh wanita itu.
Wanita tersebut bertanya sambil memicingkan sebelah matanya.
"Aku pikir sangat tidak tepat membiarkan seorang gadis yang datang bulan untuk melayani tamu pertama sekali, Madam"
Mendengar kata datang bulan, wanita itu terlihat menoleh kearah belakang Mandy.
"Buka celananya dan lihat"
Perintah mutlak tersebut jelas tidak bisa di hindari lagi.
Mandy membulatkan bola matanya.
"tidakkah bisa perempuan saja yang membuka nya madam, dia masih anak-anak"
"No...aku tidak mau..."
"Madam...."
Alih-alih peduli dengan teriakan dua gadis tersebut, wanita itu memaksa dengan cepat dua penjaga nya untuk memeriksa celana gadis tersebut.
"Madam....no...."
Mandy berusaha untuk memberontak ketika satu laki-laki mencoba menahan tubuhnya.
Dua laki-laki yang memaksa membuka celana Cloe terlihat mengangguk kan kepalanya.
"Kau... harus menemani Mr. K hingga pagi hari"
Wanita tersebut bicara sambil menggenggam erat wajah Mandy dengan jutaan kekesalan.
"Aku benci ketika anak-anak perawan mendapat kan masa bulanan nya"
Oceh wanita itu kesal.
"Minta Imoi mengubah Mandy secantik mungkin dan beri dia sedikit pemahaman, ini malam pertama nya, aku benci ketika pelanggan kita berkata dia tidak puas dengan pelayanan seorang perawan"
__ADS_1
Setelah berkata begitu wanita tersebut langsung beranjak pergi dengan perasaan kesal dari sana.
"Yes madam"