
Catatan \= Ujian pertama pernikahan
“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap Muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya,” (HR Bukhari).
********
Setelah kepergian sang pengganggu
2 hari sebelum keberangkatan bulan madu
Ke Prancis
Depan pintu masuk utama
Faith yildiz company
Begitu Dominic tiba di depan pintu utama Faith yildiz company, Laki-laki itu secara perlahan keluar dari dalam mobil nya dan memberikan kunci mobilnya pada seorang security.
Setelah itu laki-laki itu langsung melesat masuk ke gedung utama Faith yildiz company.
Seperti biasa orang-orang terlihat menundukkan kepalanya diiringi sapaan selamat pagi, Alih-alih menjawab laki-laki itu memilih terus berjalan menuju ke arah pintu elevator yang ada di ujung sana.
Dikala dia melangkah, seorang perempuan berusia sekitar 28 tahunan melangkah mendekati Dominic.
Dia menundukkan kepalanya kearah sang atasan kemudian mencoba mengikuti langkah laki-laki tersebut.
"Apa ada masalah dengan proyek terbaru nya?"
Tanya Dominic kepada perempuan itu cepat sambil terus memacu langkah.
"Semuanya berjalan lancar, pak"
"Itu bagus, sudah sejauh mana perkembangan nya?"
Mereka mulai masuk kedalam ruangan elevator, berbalik dan menunggu pintu elevator kaca tersebut tertutup secara sempurna.
"10% lagi semua selesai"
Mendengar kata 10% lagi clear, seulas senyuman mengembang dibalik bibir Dominic.
"Pastikan saat aku kembali dari bulan madu, semua nya selesai sesuai rencana"
"Baik, pak"
Dan pada akhirnya begitu pintu elevator terbuka, mereka memilih langsung keluar dari sana.
Perempuan tadi terlihat kembali mengikuti langkah Dominic.
"Apa ada yang ingin kamu sampaikan?"
__ADS_1
Tanya laki-laki itu sambil menaikkan ujung alisnya.
Dominic menghentikan langkah kakinya, membalikkan tubuhnya sambil menatap heran kearah laki-laki yang ada di hadapannya itu kini.
"Ini... soal nona Mandy"
Ucap perempuan itu kemudian.
"Ya?"
Dominic kali ini langsung mengerut kan keningnya sambil menampilkan ekspresi sedikit terkejut saat mendengar kata Mandy.
"Dia kemari pagi ini dan langsung masuk ke ruangan anda tadi"
Dan Begitu perempuan itu menjelaskan kata-kata tersebut, seketika Dominic membulatkan bola matanya, laki-laki itu langsung mengeratkan rahangnya.
"Dimana Reihan?"
Laki-laki itu Bergerak dengan langkah lebar, Bergerak kearah Ruangan kerja milik nya.
Perempuan yang ada di belakang Dominic berusaha untuk mengikuti langkah nya.
Begitu Dominic tiba di ruangan nya, laki-laki itu dengan cepat menyalakan laptop Milik nya, dia mencoba masuk ke satu server khusus dan berusaha untuk memutar ulang rekaman CCTV di ruangan nya.
Tanpa banyak bicara laki-laki itu menggerakkan touchpad di jari manisnya, menggeser kursor pada layar laptop nya secara perlahan.
cukup lama keheningan terjadi, awalnya wajah Dominic tidak menampilkan ekspresi apapun, hingga akhirnya selang dalam beberapa menit ekspresi wajah laki-laki itu langsung mendadak berubah drastis.
Oh shi..t.
Dominic terlihat mengumpat, seketika laki-laki itu menyambar handphone nya dengan cepat.
Dia mencoba menghubungi seseorang di seberang sana.
Cukup lama dia menunggu hingga akhirnya dia mendengar Jawaban di seberang sana.
"Kau ada dimana?"
Sebaris pertanyaan itu meluncur dari balik bibir nya.
Dia menunggu Jawaban diseberang sana untuk beberapa waktu, cukup lama tidak mendapat kan Jawaban hingga akhirnya satu suara mengejutkan dirinya.
"Halo, Om?"
Seketika Dominic mengerat kan rahangnya saat dia sadar siapa pemilik suara diseberang sana.
"Zeline?"
Seketika Dominic tercekat.
__ADS_1
Dia fikir bagaimana bisa Perempuan itu sudah sampai di apartemen nya.
"Zeline dengarkan...."
Belum sempat dia bicara.
Klikkkkk
Tutttttt
Tutttttt
Tuttttt
Seketika panggilan nya di tutup secara sepihak.
Oh shi..t.
Laki-laki itu kembali mengumpat.
Dia belum pernah sepanik itu, tanpa berfikir dua tiga kali Dominic secepat kilat langsung beranjak pergi dari sana dalam keadaan terburu-buru.
"Pak?"
"Urus semua nya selagi aku pergi, hubungi Reihan agar membereskan soal Mandy"
Dominic merasa ini jelas tidak baik-baik saja, dia tidak punya banyak persiapan untuk memberikan sebuah penjelasan.
Ini kali pertama dia takut seseorang menghancurkan hubungan nya dengan seseorang.
Dia takut Perempuan itu bicara yang tidak-tidak dan membuat istri kecilnya terluka.
*******
Di seberang sana bisa dilihat bagaimana ekspresi Perempuan congkak dan angkuh itu menatap gadis muda dan polos dihadapan nya itu.
Mandy menatap ke arah gadis berhijab yang ada di hadapannya dengan pandangan sedikit mengejek.
Dia fikir gadis itu memang cantik tanpa polesan, tapi bagaimana bisa seorang Dominic, yang suka berpetualang bahkan bermain perempuan sekelas diri nya bisa menikah dengan gadis kecil dihadapan nya itu.
Tapi jika ingat dengan Surat perjanjian konyol yang dia baca pagi ini, jelas membuat dia ingin tertawa terbahak-bahak saat ini juga.
"Lebih persis seperti istri kontrak huh?"
Tanya mandy kemudian.
"Kau tahu kenapa dia tidak tertarik dengan pernikahan dan tidak mau tidur dengan mu? karena dia lebih mencintai ku, dia lebih suka hidup bersama ku dan melewati banyak malam panas bersama ku"
"Seharusnya kamu tahu soal itu"
__ADS_1
Bisa dia lihat bola mata itu tampak ber binar-binar menatap dirinya.
Ada kepuasan tersendiri yang dirasakan oleh Mandy didalam hati nya saat dia menyakiti gadis kecil dihadapan nya itu.