When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Perempuan pengganggu


__ADS_3

Begitu dua security tadi pergi beranjak dari sana, Reihan terlihat diam dan mencoba bertahan disana.


Dia fikir ini sedikit mengkhawatirkan, dia lebih memilih untuk tidak beranjak sama sekali sebab dia tahu betul bagaimana karakter Mandy.


"Bisa kami bicara berdua?"


perempuan itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


Alih-alih menjawab Reihan terlihat menatap tajam bola mata Mandy.


"Kau bisa bicara di hadapan ku"


Ucap Reihan kemudian.


Mandy terlihat mendengus kesal, dia kemudian langsung menatap kearah Dominic.


"aku butuh kita bicara berdoa tanpa dirinya"


Ucap Perempuan itu lagi.


"Kau bisa Bicara didepan dia"


Dominic mencoba menyakinkan.


"Kau tahu aku tidak menyukai dia"


Mandy langsung meninggikan suaranya.


"Ini cukup penting, tanpa dia atau aku tidak akan keluar dari sini hingga malam hari"


Mendengar ancaman Mandy Reihan seketika mengeratkan rahangnya.


Dia bukan type laki-laki yang suka marah pada perempuan, tapi sejak awal laki-laki itu memang tidak menyukai perempuan tersebut.


"Sepenting apa? cukup aneh saat kamu berfikir jika kita harus bicara berdua, bukan kah kita sama sekali tidak memiliki hubungan apapun yang menyangkut soal hati? lalu kenapa belakangan mencoba untuk berulah?"


Dominic bertanya sambil melepaskan pulpen yang ada di tangan nya.


Dia berdiri dari posisi nya dengan cepat, berjalan perlahan menuju ke arah depan.


"Aku tidak berulah, tapi kamu mencoba mengabaikan ku"


Kali ini Mandy mencoba untuk merengek manja, perempuan itu berusaha untuk memegang lengan Dominic.


Tapi secepat kilat laki-laki itu menepis nya.


Melihat ekspresi Dominic, seketika Mandy merengut.

__ADS_1


"Sayang"


"Duduklah"


Dominic bicara sambil meminta Mandy duduk, laki-laki itu tetap berdiri di tempat nya, membiarkan kedua tangan nya masuk kedalam kantong celana nya.


"Jadi kamu benar-benar ingin mengabaikan ku?"


Tanya mandy dengan nada yang mulai kelihatan kesal.


"Aku tidak berfikir kita telah mengakhiri hubungan kita, bukankah kamu bilang aku bebas melakukan apapun?"


Saat Mandy bertanya soal itu, laki-laki itu terlihat mendengus.


"Lucu, bukankah kita sudah sepakat sebelum nya? kita hanya bersenang-senang bersama? kamu bisa melakukan apa pun yang kamu mau selama tidak mencampuri urusan pribadi ku"


Dominic bicara sambil berhenti tepat dihadapan Mandy, bola mata nya menatap tajam Perempuan tersebut.


"Apa kamu fikir hubungan kita seperti hubungan sepasang kekasih sungguhan? kau pasti bercanda"


Lanjut Dominic lagi dengan suara yang sedikit di tinggikan.


"Dom..."


Mandy cukup merasa kesal, menatap laki-laki itu dengan jutaan pandangan yang sulit di artikan.


Ucap mandy sambil berusaha untuk menatap dalam bola mata Dominic.


"Kau benar-benar sedang bercanda dengan ku"


Setelah berkata begitu, Dominic langsung menoleh kearah Reihan, memberi kode pada laki-laki itu agar membawa perempuan itu menjauh.


Melihat Reihan bergerak mendekati dirinya Mandy langsung berkata.


"Apa karena Perempuan kecil itu bisa memuaskan kamu? hingga kamu melupakan aku? apa dia begitu hebat di atas ranjang? ja..lang itu apa bisa memuaskan kamu seperti aku?"


Mandy kembali bertanya dengan nada sarkastik (Mengejek), nada suaranya jelas ditinggikan.


Mendengar ucapan Mandy, seketika membuat Dominic mengeratkan rahangnya, ingin sekali rasanya dia menampar mulut perempuan itu.


Tapi dia berusaha untuk tidak berbuat kasar.


"Shut up, jika kau berani bicara tidak-tidak soal istri ku, kau tahu betul bagaimana aku, Mandy"


Bentak laki-laki itu kemudian.


"Kau ...."

__ADS_1


Mandy langsung menatap Dominic Dengan penuh kemarahan, dia langsung mendorong dada Dominic dengan perasaan penuh kekesalan.


"Berhenti lah bersikap kekanak-kanakan, kau dan aku tidak memiliki hubungan sama sekali, jadi berhentilah mengejar ku dan mengganggu hubungan kami, bersikaplah lebih rasional dan dewasa"


Ucap Dominic sambil menggenggam erat lengan Mandy, kemudian Laki-laki itu menghempaskan tangan Mandy dengan sedikit kasar.


"Pulanglah dan jangan pernah kembali lagi"


Mendapatkan perlakuan seperti itu seketika membuat Mandy mengerat kan rahangnya.


"Aku sudah memperingatkan kamu Dom, maka jangan menyesalinya"


Setelah berkata begitu Perempuan itu langsung beranjak dengan penuh kekesalan dari hadapan Dominic dan Reihan.


Sejenak Reihan dan Dominic saling menatap, dia menarik pelan nafasnya.


Diaia baru akan berbalik tapi tiba-tiba saja dari Arah pintu depan seseorang muncul.


Seketika Dominic langsung mengerutkan keningnya saat dia melihat siapa yang datang dengan cara tergesa-gesa menuju ke arah Diri.


"Mom, dad..?"


Saat dia bertanya dengan perasaan bingung karena melihat ekspresi wajah kedua orang dihadapan nya itu tidak baik-baik saja.


Tiba-tiba.


Plakkkkkk


Sebuah tamparan mendarat di wajah Dominic.


"Mom?"


Dia terhenyak saat Mommy Ailee nya menampar wajah nya secara tiba-tiba.


Sraakkkkkk


Sebuah map coklat dilempar oleh Daddy nya ke arah wajah Dominic hingga melukai pipi kanan nya.


"Ada apa ini?"


Tanya Dominic dengan tatapan tidak percaya.


32 tahun dia hidup, ini kali pertama Mama nya menampar wajah nya.


"Jelaskan pada kami"


Daddy nya bicara dengan nada yang begitu penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2