When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Pembelajaran seimbang anak perempuan dan laki-laki


__ADS_3

Pada akhirnya Dominic meletakkan tubuh Zeline secara perlahan ke atas kasur, dia membenahi posisi tidur sang istri nya dan mencoba menyakinkan Zeline jika posisi tidurnya nyaman dan tidak mengganggu.


Dominic paham di kehamilan trimester pertama pasti cukup terasa berat, dulu saat dia mulai beranjak usia Eisha masih di dalam kandungan Mommy nya, jarak usia dia dan Eisha jelas cukup jauh persis seperti jarak usia dirinya dan Zeline.


Mommy nya sering bicara pada nya, memberikan pemahaman agar Dominic tahu sulit nya ketika Mommy nya hamil adik nya.


Wanita itu selalu mengajarkan Dominic untuk Sedikit-sedikit belajar Mandiri.


meskipun anak laki-laki keluarga mereka selalu memegang konsep agar anak laki-laki tahu pekerjaan perempuan sejak usia dini.


Bagaimana membantu orang tua, tahu dengan beberapa urusan seperti membenahi kamar, bantu menyiapkan makanan, bertanggung jawab dengan peralatan makanan yang digunakan dan harus belajar membersihkan sendiri tanpa mengandalkan orang lain meskipun dirumah ada pelayan yang bekerja, belajar menyenangkan orang tua, bahkan Mommy Ailee dan Daddy Aland nya tidak sungkan mengajar Dominic dikala kehamilan adiknya Eisha agar Dominic membantu Mommy nya kemanapun bahkan membenarkan tempat tidur ternyaman Mommy nya.


Kata orang tua Dominic.


Fungsi nya agar anak-anak tahu bagaimana caranya bertanggung jawab dan kelak saat memilih pendamping hidup harus tahu bagaimana memperlakukan mereka dengan baik dan manusiawi, sebab tidak dipungkiri banyak laki-laki yang abai dan tidak tahu bagaimana cara berbagi tugas ataupun menyenangkan istri.


Padahal tanpa pernah para laki-laki sadari, persoalan sekecil itu bahkan rasa perhatian sekecil itu kadang kala mampu membuat istri menjadi senang dan merasa dihargai.


Dijaman kini mendapat kan laki-laki yang bisa memahami perasaan istri dan ikut belajar bertanggung jawab atas rumah dan anak-anak sudah sangat sulit, karena kebanyakan laki-laki terlalu fokus mencari uang, mereka fikir uang adalah satu-satunya pekerjaan seorang suami, tanpa peduli faktor lainnya.


Sebab mereka beranggapan Perempuan mampu mengerjakan dan menjalankan semua persoalan tanpa bantuan mereka, seolah-olah para laki-laki dan Suami menekan kan Perempuan adalah kelompok wonder woman.


Dan sesungguhnya kenapa banyak kaum laki-laki beranggapan begitu?! kesalahan terbesar dimulai dari kurangnya cara orang tua memberikan pelajaran sejak usia dini soal tanggung jawab bersama.


Orang tua beranggapan anak perempuan harus mengerjakan pekerjaan rumah full, bangun pagi, masak, mencuci, mandiri, bisa berkerja dan semua hal harus bisa dilakukan anak perempuan.


Sedangkan anak laki-laki bangun kesiangan, makan, pergi dan meninggalkan seluruh pekerjaan rumah dan tanggung jawab mereka bukan masalah,sebab bagi mereka anak laki-laki hanya boleh bersantai, sekolah, menuntut ilmu dan mencari uang.


Tanpa para orang tua sadari apa yang mereka ajarkan pada akhirnya akan menyulitkan para anak perempuan ketika mereka mendapatkan pasangan.


Sedari bangun tidur anak perempuan harus serba bisa hingga menjelang waktu tidur, Sedangkan anak laki-laki di biarkan mengikuti keinginan anak laki-laki itu sendiri.

__ADS_1


Dan itulah yang terjadi di kebanyakan negara soal konsep anak perempuan dan laki-laki saat ini.


Dan keluarga Faith yildiz paling benci dengan ajaran yang dianggap tidak berperasaan seperti itu.


Bayangkan jika hal tersebut terjadi pada anak perempuan mereka? alangkah sedihnya hati saat anak perempuan mereka menjadi perempuan wonder woman sedangkan pasangan mereka fokus dengan mencari uang tanpa peduli dengan keadaan rumah dan istri.


Wallahu a lam Bissowab.


"Nyaman kah?"


Dominic bertanya setelah membenahi posisi kepala Zeline.


"Hmm"


Sang istri mengangguk kan kepalanya.


"Ini terasa nyaman"


Dominic kemudian membaringkan tubuhnya tepat disamping Zeline, membiar kan posisi mereka saling berhadapan menyamping.


Sejenak Dominic menatap dalam bola mata sang istri nya tersebut, secara perlahan dia menyentuh lembut perut sang istri nya.


"Masih sering merasa mual?"


Tanya Laki-laki itu pelan.


"Sedikit"


"Maaf membuat kamu harus menyelesaikan semua persoalan kemarin hmm"


Sejuta perasaan bersalah menghantam Dominic.

__ADS_1


"Bahkan kamu harus kesulitan untuk memecahkan segala macam persoalan"


Lanjut Dominic lagi.


"Tentu saja bukan masalah, bukankah itu fungsinya suami istri? gotong royong saling membantu antara satu dan yang lainn? itu nama keseimbangan cinta"


Jawab Zeline pelan.


"Aku merasa buruk menjadi seorang suami"


Melihat ekspresi Dominic seketika Zeline meletakkan jari telunjuk nya ke arah bibir laki-laki tersebut.


"Aku tidak pernah berfikir seperti itu, bagiku kamu suami yang unik, dan lagi hal kemarin anggaplah salah satu ujian didalam pernikahan kita Albi"


Mendengar kata ujian seketika Dominic diam.


"Sebenarnya ada satu hal yang ingin aku bicarakan, tapi aku fikir ini belum saatnya"


Tiba-tiba Zeline bicara lantas dia melepaskan Jemari nya dari bibir Dominic.


"Penting?'


Laki-laki itu mengerutkan keningnya.


"Sangat"


Dominic masih mengerutkan keningnya, cukup penasaran apa maksud ucapan istri nya tersebut.


Tapi seperti kata Zeline, jika memang belum waktunya dia mana mungkin memaksa nya bukan?!.


Mungkin istri nya butuh waktu untuk membicarakan semua nya kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2