
Setelah menyelesaikan ijab qobul seketika semua keluarga besar dan para tamu undangan langsung berbaur menikmati menu hidangan yang telah di siapkan.
Obrolan hangat di antara mereka terus terdengar, bahkan tidak jarang beberapa keluarga yang Telah menyelesaikan makan mereka memilih mendekati Dominic dan menggoda dirinya.
Laki-laki itu hanya bisa cengar-cengir kuda, cukup bingung menanggapi godaan demi godaan yang di lontarkan oleh banyak orang.
Dari Arah ruangan sebelah bisa Dominic dengar suara sahut-sahutan para perempuan dan wanita yang berbaur pula menjadi satu.
Sejak awal mereka dipisahkan pada satu ruang yang berbeda selama acara berlangsung, hingga akhirnya setelah acara usai dan para tamu mulai keluar untuk pulang dan hanya tersisa para keluarga, bisa dia lihat beberapa perempuan mulai hilir mudik berbaur di antara mereka.
Kini beberapa anak-anak mulai hilir mudik di antara para kumpulan keluarga, Dimana tawa dan canda anak-anak mulai memenuhi ruangan tersebut.
Tangan Dominic tiba-tiba di tarik oleh beberapa orang agar berpindah tempat menuju ke ruangan sebelah, dimana terdapat sang pengantin perempuan yang tengah bercanda dengan para keluarga perempuan lainnya.
Dikala dia di biarkan duduk di atas sebuah kursi sofa di mana ada banyak keluarga yang berkumpul mengelilingi seseorang.
Sejenak bola mata Dominic menangkap satu pemandangan indah di depan sana.
Sosok cantik yang terbelaut gaun indah yang saat ini tertawa lembut menghadap ke arah semua orang.
Kembali satu kata terlintas di kepala laki-laki tersebut.
Cantik!.
Oh god.
Tapi bagi Dominic sosok gadis itu tetap saja masih anak-anak.
Menurut nya hidup bersama anak-anak justru akan sulit untuk dirinya, mereka jelas bakal memiliki visi dan misi yang sama.
Sejenak laki-laki itu memijat-mijat kepalanya.
__ADS_1
"Ada apa, sayang?"
Tahu-tahu Mommy nya sudah ada tepat di samping nya.
Dominic menatap wajah Mommy nya untuk beberapa waktu.
"Bukan masalah, aku hanya merasa mengantuk"
Ucap Dominic sedikit pura-pura menguap.
Dia fikir setelah ini bisakah mereka pulang saja?!.
Karena dia jelas merasa tidak nyaman dengan keadaan saat ini.
Berada di rumah asing dan berbaur dengan keluarga asing yang tidak dia kenali sebelumnya.
"Belajarlah berbaur terlebih dahulu"
Laki-laki tua itu berdiri disisi kanan nya, secara perlahan langsung duduk tepat di samping Dominic.
Sang Mommy nya terlihat tersenyum, mencoba memberikan ruang untuk Dominic dan Daddy nya untuk mengobrol bersama.
"Kau tahu Son?"
Ucap Daddy Aland lagi.
"Menikah tak hanya mengucapkan janji satu sama lain tapi juga menyatukan dua keluarga beserta dengan lingkungannya"
Daddy Aland nya terlihat menatap ke arah depan, dimana Zeline terlihat dengan gampang nya berbaur dengan keluarga Faith yildiz, Burja dan Al Jaber.
"Kamu tahu kenapa Daddy memilih dia untuk menjadi pendamping mu, nak?"
Tanya Daddy nya kemudian.
__ADS_1
"Orang Tua Ingin yang Terbaik untuk anak-anak mereka"
Setelah berkata begitu Laki-laki tua itu diam sejenak, dia menatap lurus kearah depan.
"Para orang tua hidup jauh lebih lama dari anak-anak mereka, pengalaman hidup, terjal nya hidup dan kesulitan hidup telah dilalui oleh kami para orang tua, mata telah banyak melihat, sudah bisa menilai mana yang baik dan buruk untuk anak-anak nya"
"Anak-anak akan berkata pilihan mereka sudah baik dan tepat, realita nya ketika anak-anak menjadi orang tua mereka akan tahu alasan nya kenapa dimasa lalu orang tua selalu berkata itu baik untuk kalian dan itu buruk untuk kalian"
"Sebab mata orang tua selalu tahu atas apa yang mereka lihat"
"Sebab sejati nya Orang Tua Takut anak-anak mereka Salah dalam memilih pasangan"
"Apalagi orang tua dari anak perempuan nya, mereka hanya takut jika anak-anak mereka malah memilih seseorang yang tidak bisa membahagiakan mereka, yang tidak bisa memberi mereka kehidupan yang layak"
"Yang tidak bisa memberi mereka kebutuhan Atau bahkan orang tua takut kalau sampai mereka malah disakiti"
Dominic terlihat tetap diam, meskipun dia bukan anak yang baik tapi setiap kali orang tua nya bicara dia akan menjadi pendengar yang baik.
"Karena itu, demi menghindari hal tersebut, Orang tua selalu berusaha untuk memilihkan seseorang yang mereka yakini tidak akan melakukan hal itu kepada anak-anak nya"
"Tapi sayangnya anak-anak kadang merasa apa yang orang tua mereka lakukan di anggap tidak adil dan egois"
"Dan realita nya 70% dari 100% anak-anak gagal mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kriteria Mereka dan kembanyakan dari anak-anak kembali kerumah orang tua mereka mengadu hanya karena pasangan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan"
"Karena sejatinya anak-anak menikah berdasarkan kata Aku mencintai dia, mereka lupa bahwa Cinta itu sebuah perasaan yang sewaktu-waktu bisa berubah"
"Jangan hanya mengandalkan cinta untuk membangun sebuah bahtera rumah tangga. Kamu tidak akan menikah hanya dalam waktu 1 tahun, 3 tahun atau 10 tahun saja, kamu akan menikah untuk selama- lamanya. Dengan pertimbangan bahwa rasa cinta bisa berubah"
Setelah berkata laki-laki itu menepuk lembut punggung Dominic.
Sang putra nya itu terlihat diam mendengarkan ucapan Daddy nya, dia menatap ke arah laki-laki tua itu untuk beberapa waktu lantas bola mata nya menatap lurus ke depan.
Dimana bisa dia lihat gadis yang telah sah menjadi istrinya itu kini terlihat mulai berjalan mendekati mereka bersama Mommy nya.
__ADS_1