When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Laki-laki tidak berdaya


__ADS_3

Faith yildiz company


Ruang kerja Dominic


09.10 AM


Dominic sejak tadi terus memijat-mijat kepalanya yang terasa sakit sejak semalam, rasanya denyat-denyut dikepala nya benar-benar menyiksa dirinya, belum lagi efek semalaman tidak tidur membuat matanya terasa begitu berat dan sakit.


Sejak pagi mood booster nya sangat buruk, begitu tiba di gedung Faith yildiz Company laki-laki itu terus mengeluarkan ekspresi marah dan dongkol nya dalam keadaan tidak jelas.


Padahal berita pernikahan nya jelas telah menyebar kemana-mana, tapi melihat ekspresi sang atasan seburuk itu mereka fikir apakah ada masalah dengan pernikahan nya.


Para pegawai bahkan tidak berani menyapa atau berkutik, dan jelas saja gedung tersebut terlihat begitu suram sejak pagi.


Dan 15 menit yang lalu


Saat Dominic akan masuk ke ruang kerjanya Reihan terlihat mengintip dari balik tembok ruang ujung, bola matanya mengawasi sang tuan sambil dia berfikir soal kemarahan tuan nya tengah malam tadi.


"Kau.... membuat ku melewati malam yang berat, maka bersiaplah aku akan membunuhmu besok"


Saat Dominic bicara dengan dirinya dengan penuh penekanan, Reihan jelas mengerut kan keningnya.


"Maaf tuan, bagaimana maksudnya?"


Dia baru saja terlelap dalam tidur nya tapi laki-laki itu bisa-bisa nya menghubungi nya tengah malam begini, belum lagi kata-kata yang di ucapkan sedikit ngelantur dan dia tidak paham apa maksud nya.


"Aku benar-benar akan menghabisi mu besok"


Seketika Reihan menegang.


Menghabisi dirinya?!.


"Apa ada kesalahan ku....."


Laki-laki itu belum juga menyelesaikan ucapannya tahu-tahu Dominic sudah menutup panggilan nya.


Tutttttt


Tutttttt


"Tuan...tuan...?"


Dan akhirnya hingga pagi ini rasa was-was menghantam dirinya.

__ADS_1


Dia benar-benar tidak paham dengan kemarahan Laki-laki tersebut, memangnya apa yang telah terjadi hingga laki-laki itu harus bicara seperti itu.


Dan kini saat tiba di kantor bisa dilihat bagaimana ekspresi Dominic yang terlihat begitu mengerikan, laki-laki itu jelas tidak dalam keadaan baik-baik saja fikir Reihan.


Sesuatu yang buruk pasti telah terjadi kepada Tuan nya.


hingga akhirnya efek sembunyi-sembunyi dan mengintip nya ketahuan oleh laki-laki tersebut.


"Kau .. berhenti mengintip dan cepat datang ke ruanganku sekarang juga"


Dominic tiba-tiba membalikan tubuhnya kearah dimana dirinya berada, Laki-laki itu Bicara sambil menggerakkan jari-jari nya agar dirinya mendekati laki-laki tersebut dan masuk ke dalam ruangannya.


Seketika Rehan membeku, laki-laki itu mau tidak mau keluar dari tempat persembunyian nya.


"Baik tuan"


Ucap Reihan sambil menundukkan kepalanya kemudian langsung berjalan melangkah ke arah depan.


Dan saat dia sudah berada di dalam ruangan kerja Dominic, seketika Reihan hanya bisa membeku saat Domini terus mengoceh sambil melemparkan sebuah berkas kepada dirinya.


Awalnya Reihan tidak pula paham apa itu hingga akhirnya dia tahu itu adalah surat perjanjian yang tuan nya minta dia mengetik nya beberapa hari yang lalu.


"Kau... kau tahu surat perjanjian ini membuat ku tersiksa semalaman, karena poin ½ dari Faith yildiz membuat otak ku menjadi tidak sinkronisasi"


Laki-laki itu langsung sat set sut mengoceh sejak tadi tanpa Jedah, menyalahkan dirinya atas surat perjanjian yang sudah di buat dan di tandatangani.


"Kau tahu semalaman aku tersiksa karena poin yang konyol ini, bisa-bisanya jika aku tidur dengan istri ku sendiri ada kata ½ Faith yildiz untuk dirinya?"


Saat Dominic terus mengoceh Reihan hanya bisa mendengarkan, dia sesekali menggaruk kepalanya karena tidak paham.


Dia terus mendengarkan ocehan sang tuan nya hingga laki-laki itu lelah sendiri, kemudian setelah Dominic mulai menunggu jawaban dari nya, Reihan memberanikan diri untuk berkata.


"Maaf tuan, tapi bukan kah tuan bilang aku cukup mengetik dan menyalin poin penting yang diberikan tuan saja? lalu kenapa jadi salah?"


Dan pertanyaan polosnya menimbulkan satu tatapan membunuh disepanjang perjalanan hidup nya hari ini.


Dia seharusnya menampar mulutnya sendiri karena mengatakan soal itu barusan.


Jika tahu hari ini menjadi neraka baru untuk nya, dia fikir sebaiknya dia tidak usah menjawab sama sekali.


"Yakkkkk apa kau berani membantah ku? seharusnya kamu itu penasehat terbaik ku, bukan nya mencoba membela diri sendiri"


"Kau..... aku benar-benar akan memecat mu jika melakukan kesalahan tolol seperti ini sekali lagi"

__ADS_1


"Tapi..."


"Berhenti berkata tapi, sekarang pergi keluar dan pastikan kamu memiliki akal bagaimana caranya bisa mengganti poin penting itu hingga membuat istriku tidak menyiksaku lagi tiap malam"


What?!.


Mencari cara mengubah poin nya?.


Bagaimana caranya?!.


Reihan jelas bingung setengah mati.


Pada dasarnya suka tidak suka aturan yang harus dia patuhi soal jika pasal yang mengatur kehidupan nya di depan Dominic Faith yildiz yang adalah Bos nya itu selalu benar, dan seandainya suatu hari bos nya salah dan anak buah benar maka akan tetap kembali ke pasal dimana bos nya jelas akan selalu menjadi benar.


"Apa kamu paham?"


Reihan fikir dia bisa gila lama-lama mendapatkan tingkah aneh tuan nya.


Kemarin bilang tidak suka perjodohan dan gadis pilihan orang tuanya, lalu hari ini sibuk minta diganti diganti poin penting surat perjanjian nya.


Dia fikir apa Itu artinya tuan nya suka pada istri nya?!.


"Apa tuan suka pada Nona muda pilihan tuan dan nyonya besar?"


Dia memberanikan diri untuk bertanya"


"Apa kau pikir aku semudah itu bisa suka pada seseorang?"


Lahhh terus kenapa poin nya harus diganti?!.


Reihan jelas mengerutkan keningnya.


"Kalau begitu aku fikir..."


"Berhentilah banyak bertanya, putar otak mu untuk membuat istri ku membatalkan poin yang itu"


Pada akhirnya laki-laki itu hanya bisa menghela berat nafasnya untuk beberapa waktu.


"Ya tuan"


Dia mau tidak mau menurut, menundukkan kepalanya untuk keluar dari ruangan tersebut sambil berfikir keras soal bagaimana cara untuk mengubah poin penting tersebut.


Oh ya Tuhan ku, ampunilah hamba mu yang tidak punya daya upaya ini.

__ADS_1


Batin Reihan ditengah ketidakberdayaan nya.


__ADS_2