When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Ada yang coba dia sembunyikan


__ADS_3

Begitu Dominic menyadari siapa yang ada di hadapan nya itu, laki-laki itu seketika langsung membulatkan bola matanya.


Tidak tahu kenapa satu kegelisahan menghantam dirinya.


Oh Shi..t.


Dia butuh bicara dengan laki-laki tersebut sekarang juga.


Namun keinginan Dominic jelas akan sulit terealisasi sebab suasana seketika menjadi begitu ricuh dan berisik.


"Ada apa?"


Laki-laki itu Mencoba bertanya sambil bergerak untuk mendekati pintu mobil nya.


"Laki-laki ini berkata kalian adalah keluarga nya"


Mendengar ucapan laki-laki tersebut, Dominic seketika mengerutkan keningnya.


"Ya? bagaimana maksudnya?".


Tanya Dominic cepat, dia berusaha untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa ada yang salah dengan mobil saya? atau istri saya?"


Ketika dia menanyakan persoalan tersebut, seketika orang-orang mengeluarkan ekspresi yang beragam.


"Apa kalian mengenal bapak ini?"


"Dia berkata jika dia adalah ayah dari istri anda"


"Apa ini benar atau penipuan?"


"Sebaiknya jangan Menelantarkan orang tua"


"Bukankah Anda kaya raya, apa anda lupa dengan mertua sendiri?"


Bola mata Dominic lihat bagaimana orang-orang mulai menjelaskan dengan cara saling bicara.


Pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan sungguh keterlaluan hingga membuat Dominic mengerut kan keningnya.


"Apa?"


laki-laki itu jelas mengerut kan keningnya.

__ADS_1


Bayangkan bagaimana ekspresi Dominic saat ini.


Dikala Dominic kembali menoleh kearah laki-laki tua tadi, rupanya yang ditoleh telah menghilang.


"Pak.."


"Ada apa ini?"


Orang-orang ikut terkejut saat laki-laki tua itu Bergerak pergi dengan cepat, berlarian ke arah


Melihat hal tersebut Jelas saja membuat Dominic langsung berusaha untuk menahan segala perasaan nya.


"Apa dia orang jahat?"


"Aku fikir ini tidak baik, seperti nya laki-laki tadi bukan orang yang baik"


"Dia memaksa istri anda agar turun sejak tadi"


bayangkan bagaimana perasaan Dominic atas semua keadaan, dia mencoba untuk menahan segala perasaan yang menghantam saat ini.


Berkata seperti nya ada kesalahpahaman yang terjadi pada laki-laki tersebut


"Maaf, mungkin ada sedikit kesalahpahaman disini, istri ku tidak mengenali laki-laki tadi"


Sebagian mungkin percaya, sebagian meragukan, tapi melihat laki-laki tua tadi pergi berlalu begitu saja dan kabur dari sana, jelas membuat semua orang berfikir mungkin laki-laki itu memang bukan orang yang baik.


Pada akhirnya Dominic berkali-kali harus meminta maaf atas segala keadaan tersebut.


Hingga akhirnya dia memilih pergi dari sana, membawa istri nya menjauh Secepat nya.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Dominic bertanya sambil menyentuh lembut wajah istri nya, dia memilih berhenti sejenak di pinggiran jalan dan menepikan mobilnya.


"Apakah Bapak tua itu menyakiti kamu hmmm?'


Dominic kembali bertanya sambil memperhatikan tiap bagian tubuh istri nya.


Ada ribuan kekhawatiran yang di tampilkan oleh Dominic saat ini, ada satu ketakutan jika-jika sang istri terluka.


"Aku baik-baik saja"


Zeline menjawab pelan, mencoba menelisik wajah suaminya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Apakah kamu turun dari mobil tadi?"


"Katakan pada ku apakah dia bicara yang aneh-aneh?"


"Atau ada ucapan nya yang menyakiti perasaan kamu hmm?"


Tanya Dominic dengan jutaan pertanyaan yang sangat terdengar sedikit aneh bagi Zeline.


"Apakah dia melukai bayi kita?"


Dia tidak pernah ber buruk sangka Biasanya, tapi melihat kehadira laki-laki tadi seketika membuat Dominic begitu khawatir.


"Albi?"


Zeline terlihat mengerutkan keningnya, agak bingung melihat ekspresi suaminya.


"Aku akan menghubungi Reihan, mari mencari seseorang untuk menemani kamu kemanapun kamu pergi"


"Albi, apakah ada sesuatu yang buruk? aku tidak apa-apa, kami baik-baik saja, aku fikir aku tidak butuh seorang pengawal"


Zeline fikir itu sedikit berlebihan.


Alih-alih menjawab pertanyaan istri nya, Dominic lebih memilih kembali berkata.


"Mari mencari tempat tinggal baru setelah ini"


Lagi Zeline mengerutkan keningnya.


"Ya?"


Tanya Zeline sedikit bingung.


"Aku akan minta Reihan mengatur semuanya"


Saat Dominic selesai berkata begitu, laki-laki itu mencoba membuang pandangannya, dia berniat melanjutkan perjalanan menuju ke arah mansion mereka tapi Zeline jelas menaruh kecurigaan besar saat melihat ekspresi suaminya yang di anggap tidak wajar.


"Albi lihat aku, Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku?"


Perempuan itu jelas menatap Heran ke arah suami, Zeline dengan cepat Menahan gerakan suaminya, mencoba menatap bola mata Dominic dengan seksama.


"Jangan menyembunyikan Kebohongan didalam pernikahan kita"


Tambah Zeline lagi kemudian.

__ADS_1


__ADS_2