When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Masih dalam keadaan khawatir


__ADS_3

Ditengah perasaan bingung yang mendera Dominic, pertanyaan sang Mommy membuat dirinya seketika terdiam karena dia memang kehilangan kata-kata nya untuk menjawab pertanyaan sang Mommy nya.


"Dom?"


Sang Mommy nya kembali menyebut nama nya.


Dominic kembali menatap wajah sang istri nya untuk beberapa waktu.


Dia menelisik bola mata itu untuk beberapa waktu.


"Apakah ada barang yang tertinggal?"


Tiba-tiba Zeline bertanya ke arah dirinya sambil mengerutkan keningnya, tidak pernah sedikitpun lepas senyuman dibalik bibir cantiknya.


"Aku...ya ada sesuatu yang tertinggal tadi"


Jawab Dominic pelan.


Dia masih resah, masih menyimpan jutaan pertanyaan di hati nya, ingin bertanya pada zeline apa yang terjadi, ingin menyentuh wajah itu dengan lembut, ingin menatap bola mata syahdu dihadapan nya itu.


Tapi dia tidak berani melakukan nya kini, sang Mommy nya ada di antara mereka.


Dia takut saat dia buka mulut,dia tidak bisa mengontrol kemarahan Mommy nya.


Sebab sejak awal, Mommy nya memang tidak suka pada sosok Mandy, bagi Mommy nya satu hari perempuan itu akan menjadi ancaman terbesar di dalam kehidupan asmaranya.


Dan realita nya apa yang di ucapkan Mommy nya jelas benar adanya.


"Berhentilah bermain-main dengan perempuan itu, kau dan dia hanya saling bersenang-senang dom, yang ada di antara kalian jelas bukan cinta"

__ADS_1


"Perempuan itu jelas bukan orang yang baik, satu hari dia akan menjadi ancaman terbesar di dalam kehidupan mu juga pernikahan mu"


Dominic Fikir seandainya saja dia mendengar kan ucapan Mommy nya dulu mungkin kejadian hari ini tidak akan terjadi.


"Mom apa akan menginap disini?"


Tanya Dominic kemudian.


"Bukankah kalian akan pergi untuk berbulan madu lusa? Mommy fikir akan menginap disini hingga keberangkatan kalian nanti"


Mendengar ucapan nya Dominic mengangguk kan kepalanya dengan cepat.


Dia fikir itu bagus, Dominic tidak mesti khawatir jika dia kembali ke perusahaan hari ini.


Dia hanya khawatir saat dia pergi, Zeline akan...... ah entahlah.


Dia benar-benar khawatir berat saat ini jika-jika Mandy salah bicara dan membuat istri nya terluka.


Dia takut istri nya pergi meninggalkan dirinya.


Lagi laki-laki itu menoleh ke arah sang istri nya yang kini mulai bergerak menuju kearah dapur.


Dia menatap punggung kecil itu untuk beberapa waktu.


"Aku senang Mommy menginap, Aku akan kembali ke perusahaan dan InsyaAllah akan pulang lebih awal"


Kali ini Dia bicara sambil mencium pipi kiri dan kanan Mommy nya, berpamitan untuk kembali ke perusahaan nya.


Dan kini laki-laki itu bergerak menyusul istri nya ke dapur,dia secepat kilat mendekati Zeline, kemudian Dominic meraih tubuh sang istri dengan gerakan refleks, membuat gadis itu sedikit terkejut.

__ADS_1


"Ah?"


Zeline terlihat terkejut saat Dominic tiba-tiba merapatkan tubuh mereka.


Tahu-tahu laki-laki itu mencium lembut puncak kepala istrinya untuk beberapa waktu.


"Aku akan kembali ke perusahaan, jaga diri dengan baik hmmm"


Pinta laki-laki itu pelan.


Zeline masih agak terkejut karena tiba-tiba sang suami mencium hangat puncak kepala nya tadi


Gadis itu mengedip kan bola mata untuk beberapa waktu lantas mendongakkan kepalanya.


Begitu lucu karena dia terpaksa melakukan nya, Sebab tubuh kecil nya sangat sulit mengimbangi tubuh tinggi milik suaminya.


"Om tidak mau makan soto dulu?"


Saat istri nya menanyakan itu, Dominic buru-buru menggeleng kan kepala.


"Aku ada pertemuan penting sebentar lagi, makan lah"


Setelah berkata begitu laki-laki itu langsung memilih beranjak pergi dari dihadapan istri dan Mommy nya.


Masih dengan Detak jantung yang sulit dikendalikan, Dominic berjalan keluar menuju ke arah pintu.


"Hati-hati dijalan, Son"


"Yes Mom"

__ADS_1


__ADS_2