
Mansion utama Abimanyu
19.10 malam
Jelang makan malam
Mereka fikir akan kembali malam ini ke kediaman Dominic, tapi melihat keluarga besar masih terus berkumpul maka mau tidak mau laki-laki itu menunda keinginan nya.
"Apa itu tidak masalah?"
Zeline bertanya kearah nya yang baru menyelesaikan sesi mandi nya.
Laki-laki itu baru memakai pakaian nya, tiba-tiba sang istri berjalan mendekati dirinya.
"Bukan masalah"
Jawab Dominic pelan.
"Kemarilah"
Tiba-tiba Zeline bicara sambil meminta Dominic untuk duduk di atas kursi yang menghadap ke arah meja rias.
"Kenapa?"
Laki-laki itu mengerutkan keningnya.
"Duduklah"
__ADS_1
Gadis itu mengembangkan senyuman nya.
Dengan perasaan bingung laki-laki itu duduk ke atas kursi Tersebut, tiba-tiba Zeline menarik sebuah kursi kecil lantas berdiri dengan perlahan disana, Sepersekian detik kemudian gadis itu mengeringkan rambut nya dengan sebuah handuk berwarna putih mendominasi.
Sejenak Dominic menegang, dia fikir dalam seumur hidup nya dia tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh Perempuan manapun.
"Om tahu?"
istrinya seolah-olah tidak memperdulikan ekspresi wajah nya.
"Rasulullah SAW pernah bersabda, Kedatangan tamu ke rumah mendatangkan kurnia yang banyak kedalam rumah dan pada saat pergi, mereka membawa keluar berbagai bencana.”
"Rasulullah SAW juga bersabda, Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang,membawa rezeki untuk orang tersebut dari langit. Apabila ia memakan sesuatu, Allah SWT akan mengampuni penghuni rumah yang dikunjungi tersebut.”
Gadis itu bicara sambil terus menggerakkan telapak tangan nya, membiarkan handuk putih tersebut terus bergerak di atas kepalanya.
"Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda, Setiap rumah yang tidak dikunjungi tamu, maka malaikat-pun tidak akan mengunjungi rumah tersebut.”
Dominic menatap gerakan lembut tangan Zeline, yang kini mulai menyisiri rambut nya secara perlahan.
Gadis itu terus mengembangkan senyuman nya sambil kembali berkata.
"Sesungguhnya beruntunglah rumah-rumah yang sering kedatangan tamu, maka dari itu janganlah mengeluh jika ada orang yang ingin bertamu, apalagi ini adalah tamu di hari bahagia"
Dan bagi Dominic ucapan gadis itu selalu bisa membuat nya kehilangan banyak kata-kata.
"Oke... sudah rapi"
__ADS_1
Ucap istri nya itu kemudian.
Bola mata mereka sejenak Saling bertemu dari dalam cermin, bisa Dominic lihat senyuman gadis itu selalu mengembang di balik wajah cantik nya.
Entahlah dia bingung mengartikan perasaan nya, sebab terlalu dini saat dia menyimpulkan dia jatuh cinta pada gadis dihadapannya itu saat ini.
Sebab cinta tidak pernah datang begitu dengan cepat.
Dia paling tidak percaya dengan kata cinta.
Sebab cinta benar adanya, bisa berubah kapan saja seiring berjalannya waktu.
Kita seringkali menganggap cinta adalah fondasi yang kuat untuk pernikahan. Mungkin ungkapan tersebut tidak keliru.
Namun, perlu selalu diingat, hanya bermodalkan cinta juga tak menjamin satu pernikahan akan langgeng.
Sebab selain cinta, mutlak diperlukan sikap saling menghargai dalam pernikahan. Tanpa sikap itu, cinta akan semakin memudar.
Bahkan, dalam banyak pernikahan sikap saling menghargai terkadang lebih penting dari cinta itu sendiri.
Ketika salah satu pasangan kehilangan rasa saling menghargai, hubungan tersebut akan runtuh.
Sebaliknya, sikap saling menghargai akan menguatkan hubungan.
Dan kini dia punya PR besar untuk hubungan mereka.
Bagaimana hubungan ini akan berjalan berikut nya.
__ADS_1
"Mari pergi kebawah untuk mendapatkan makan malam bersama"
Seketika suara Zeline mengejutkan pemikiran nya.