
Di sisi lain
Beberapa jam sebelum aksi peperangan
1 jam sebelum berkumpul di cafe bar.
Amena terlihat menatap beberapa macam perhiasan yang di pajang di ruang galeri Kapal pesiar.
Bola mata nya menatap kagum ke arah sebuah kalung yang berada di kaca tepat dihadapan nya.
Seolah-olah enggan membuang pandangannya, Amena terus fokus pada Kalung indah tersebut dengan posisi tubuh yang sedikit membungkuk.
"Kamu menyukainya?"
Tiba-tiba suara seorang laki-laki terdengar tepat dibalik telinga perempuan cantik tersebut.
Alih-alih terkejut Amena langsung membenahi posisi berdiri nya, dia enggan menoleh kearah Adam yang rupanya terus memperhatikan dirinya sejak tadi.
Melihat sikap masa bodoh Amena, membuat Adam menaikkan ujung bibirnya.
Baginya semakin ditolak semakin dia menyukai nya.
Amena kembali berjalan, memperhatikan perhiasan yang lainnya, mencoba terus mengabaikan Adam yang mengejar langkah nya.
"Kamu selalu mengabaikan paman mu sendiri belakangan ini"
Ucap Adam sambil berusaha kembali mensejajarkan diri nya pada Amena.
mendengar ucapan Adam, Amena langsung menoleh kearah laki-laki tersebut.
"Aku fikir paman lupa status hubungan di antara kita? agak aneh saat paman dari suami ku terus menerus mengekor pada menantu perempuan nya sementara menantu laki-laki nya belum pulang ke rumah"
Mendengar dingin nya cara bicara Amena, membuat Adam terkekeh pelan.
__ADS_1
"Kau selalu sedingin ini, kenapa begitu yakin keponakan ku itu masih hidup? bagaimana jika dia sudah mati?"
Kata-kata kasar Laki-laki itu membuat Amena berdecih.
"Lucu sekali, menyumpahi keponakan nya sendiri? candaan yang sangat tidak berkelas"
Setelah berkata begitu Amena kembali menggeser posisi nya, menatap Barisan perhiasan yang ada di sisi kanan nya.
"apa kamu bisa menahan ketika Hasrat mu tiba-tiba berada di ubun-ubun?"
Tanya Adam kemudian.
Mendengar ucapan Adam sejenak Amena diam, kemudian gadis itu langsung kembali menoleh kearah Adam.
"Sejauh ini iya, tapi seandainya satu hari aku tidak bisa menahan nya, aku pastikan akan mencari suami yang baik untuk dijadikan menantu oleh Paman, laki-laki baik dengan usia yang tepat, bukan yang tua dan selalu membuat susah orang lain"
Setelah berkata begitu Amena langsung berbalik, kemudian tiba-tiba seulas senyuman mengembang dibalik bibir nya saat dia melihat Mr. K sang ayah mertua nya berjalan mendekati dirinya.
"Apakah ada yang kamu sukai di antara semua nya, nak"
"Aku suka pada pilihan pertama, Dad"
Amena menjawab pelan, membiarkan laki-laki itu membawa nya kembali berputar pada galeri tersebut.
Adam terlihat mengerat kan rahang nya untuk beberapa waktu, dia menghela kasar nafasnya sambil menarik kasar kerah baju nya.
Dia selalu angkuh dan sombong.
Itu yang Adam fikirkan.
Karena itu cara terbaik memiliki Amena yaitu dengan cara memaksa nya.
Malam ini dia pastikan perempuan itu akan sempurna menjadi miliknya.
Laki-laki itu berjalan menjauhi langkah Mr.K dan Amena, memilih pergi dari sana secepatnya melalui pintu belakang galeri.
__ADS_1
Di satu sisi pintu masuk utama galeri seorang perempuan melangkah masuk secara perlahan kedalam tempat tersebut.
Dia berjalan mendekati Amena dan Mr.K sambil bola matanya terus menatap ke arah Barisan kalung yang ada di sepanjang galeri tersebut.
dia bergerak perlahan sambil menggenggam gelas bertangkai panjang berisi wine didalam nya hingga akhirnya tanpa sengaja menabrak punggung Mr. K untuk beberapa waktu.
Prangggg
Laki-laki tua kharismatik tersebut langsung terkejut, dia menoleh, menatap wajah perempuan tersebut untuk beberapa waktu.
"Kamu baik-baik saja, Miss? biarkan pelayan yang membersihkan nya"
Mr. K bertanya sambil mencoba membantu gadis itu untuk berdiri, dia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan perempuan tersebut.
Begitu perempuan tersebut mendongakkan kepalanya, sejenak Mr. K mengerutkan keningnya.
Dia fikir sepertinya dia mengenal perempuan tersebut sebelum nya.
"Mandy, Are you okey?"
Seorang laki-laki bertanya dari arah belakang sambil menatap ke arah tangan Mr. K yang siap untuk mendapatkan tangan Mandy.
*****
Disisi lain
Kamar VVIP Zeline dan Dominic
"Target 2 masuk perangkap"
Ucap Zeline dari balik headset bluetooth nya.
"Tugas mu berikut nya menggiring mereka agar keluar dari titik peperangan, Mandy"
Lanjut Zeline lagi kemudian.
__ADS_1