
Mansion Utama Taj
Menunggu makan pagi
Taj Secara perlahan menghirup kopi milik nya yang ada di atas meja sejak tadi, sesekali bola mata laki-laki itu fokus menatap ke arah tangga atas, menunggu gadis yang terasa menyulitkan hidup nya itu turun ke bawah.
Entah sudah berapa lama waktu berlalu, dia menunggu di bawah sana di antara kursi dan meja makan serta di temani oleh secangkir kopi dan beberapa menu sarapan pagi.
Dia fikir Setelah makan pagi laki-laki itu akan membawa gadis itu menjauh dan pergi dari kediaman nya.
Tapi sejak tadi dia menunggu gadis kecil itu sama sekali tidak muncul-muncul sejak tadi, gadis itu belum pula menampakkan batang hidungnya.
Dia fikir apa terjadi sesuatu?!.
Sedikit khawatir saat dia belum melihat Gadis itu turun dari atas sana hingga membuat dia mau tidak mau berusaha beranjak dari posisi nya dan mencoba untuk naik ke atas.
Tapi rupa nya baru saja dia akan beranjak ke dari posisi duduknya, tahu-tahu gadis itu muncul dari dari lantai atas dan berusaha jalan perlahan menuju kearah bawah.
Taj menghela pelan nafasnya, menunggu gadis itu melangkah turun mendekati dirinya.
Tapi laki-laki itu sejenak mengerut kan keningnya saat dia melihat gadis itu terlihat melangkah dengan cara sedikit sempoyongan ke dan mencoba berpegangan ke tangan tangga.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Dia bertanya sedikit panik, mencoba berdiri dan melangkah ke arah tangga.
Tapi belum sempat Taj melangkah tiba-tiba saja Eisha tumbang dari posisi nya.
"Wait ...."
__ADS_1
Taj berteriak panik.
Gedubrakkkk
Tiba-tiba gadis itu jatuh tanpa bisa di hindari.
Secepat kilat Taj berlarian menyambar tubuh gadis itu yang telah menggelinding jagung dari atas tangga Menuju ke arah bawah.
Dan bisa dibayangkan bagaimana panik nya semua orang orang saat melihat adegan tersebut.
Para pelayan jelas langsung berhamburan mendekati tubuh gadis tersebut.
"Panggilkan dokter sekarang juga"
Teriak Taj dengan suara menggelegar.
Beberapa waktu kemudian
Taj terlihat mondar-mandir di depan kamar dengan perasaan panik, dia membiarkan seorang dokter memeriksa keadaan Eisha sejak tadi.
Dia fikir kenapa lama sekali hanya untuk memeriksa keadaan gadis Tersebut.
Jatuh gadis itu tadi cukup estetik, dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada gadis kecil tersebut.
Belum sempat mengembalikan gadis itu ketempat asal nya, dia harus kesulitan mengurusi gadis itu karena peristiwa jatuh yang begitu menyakitkan.
Bisa dia ingat bagaimana posisi gadis itu jatuh dan terjengkang.
Oh god persis seperti kodok pasrah yang jatuh terlen.. tang.
__ADS_1
Dia ngin tertawa tapi tidak tega, tidak tertawa juga posisi Jatuh nya terlalu estetik bagi Taj.
Laki-laki itu menarik kassa Nafa nya, bahkan dia mengendurkan kancing pakaian nya dengan perasaan kacau balau.
Dia fikir jika sesuatu yang buruk terjadi pada anak gadis itu, habislah dia.
Sejenak laki-laki itu memijat pelan pelipis nya, rasa sakit dan pening di kepalanya tiba-tiba Menghantam dirinya.
Ditengah kekacauan pemikiran nya tiba-tiba suara seseorang memecah pemikiran nya.
"Tuan?"
Taj langsung menoleh ke sisi kirinya.
"Bagaimana?"
Laki-laki itu bertanya cepat kearah sosok perempuan di samping nya itu, itu adalah dokter pribadi keluarga mereka.
"Aku fikir ini agak membingungkan"
Ucap Perempuan itu cepat.
"Ada apa?"
Taj langsung berdiri, dia mengerutkan keningnya.
"Kepala nya terbentur dan..."
Perempuan itu tidak melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1