
catatan \= sejak semalam di review, 4 part yang lulus review pada ga beraturan hari ini makkk π₯Ίπ€§ maafkan lahππ»ππ».
*******
Eisha jelas terkejut setengah mati saat menyadari siapa yang berdiri di depan pintu saat ini.
Dia yang masih mengunyah makanan Seketika tersedak dan terbatuk-batuk Karena terkejut.
Tidak menyangka sang kakak sudah ada di kediaman uncle Abigail nya.
Niat hati belum ingin ketahuan soal kedatangan nya, rupa-rupa nya apa yang di harapkan tidak berjalan sesuai dengan rencana nya.
Uhukkkk
Uhukkkk
Dia terbatuk-batuk sejak tadi.
Jeslyn yang baru turun dari arah tangga dan melihat siapa yang datang langsung mengembang kan senyuman nya.
Gadis itu berlarian dengan cepat menuju ke bawah lantas berhamburan memeluk Dominic dengan penuh kebahagiaan.
Jika ada yang bertanya bagaimana hubungan dia dan Dominic?!.
Begitu akrab dan dekat, karena mommy nya adik kandung Daddy Dominic, jelas saja hubungan mereka Begitu dekat seperti kakak dan adik kandung yang sesungguh nya.
Karena itu tidak heran jika di antara mereka pada akhirnya sejak kecil selalu saling melindungi antara satu dengan yang lainnya.
Apalagi Dominic, jika sesuatu yang buruk terjadi pada jeslyn, bisa di jamin semurka apa laki-laki itu pada orang yang berani-beraninya membuat jeslyn terluka.
Ditengah pelukan hangat di antara mereka Dominic masih mengerut kan keningnya.
"Katakan pada ku, kenapa gadis cengeng ini ada di sini?"
Laki-laki itu bertanya sambil menoleh kearah Eisha.
__ADS_1
Sang adik hanya bisa cengar-cengir kuda, berjalan cepat mendekati Kakak ipar nya lebih dulu.
Memeluk Zeline kemudian mencium pipi kiri dan kanannya.
Setelah itu gadis itu seolah-olah meminta perlindungan dari kakak ipar yang juga merupakan sahabat baiknya itu.
Dominic menaikkan ujung alisnya, dia Fikir si bungsu sudah pandai meminta perlindungan.
Jika dimasa kemarin Eisha memilih Mommy mereka untuk menjadi pelindung dan pembela nya, maka di masa ini Zeline jelas menjadi pilihan paling tepat nya.
Bisa Dominic lihat Eisha memeluk istrinya dari belakang, bergelayut manja pada perempuan itu sambil meminta perlindungan.
"Kakak ipar aku kemari karena ingin berlibur bersama, tenang aku tidak akan merusak moment bulan madu kalian"
Gadis itu merengek manja sambil terus bersembunyi dibelakang Zeline.
"Katakan pada kakak, kurang-kurangi marah karena itu tidak baik untuk kesehatan"
Ucap nya lagi.
Zeline terlihat terkekeh melihat tingkah laku Eisha, dia menyentuh lembut wajah gadis itu dari samping kemudian mengusap lembut kepala Eisha.
Realita nya tidak ada yang tahu betapa manja nya gadis tersebut Selama ini.
Mungkin karena dia satu-satunya anak perempuan Faith yildiz, selalu diperlakukan istimewa oleh Aland jadi akhirnya Eisha tumbuh begitu manja pada semua orang.
"Kakak fikir kamu masih di Indonesia? bagaimana bisa ke Prancis? kamu pergi sendirian?"
Bukan tanpa alasan Dominic marah atau merasa khawatir.
Dia Fikir bagaimana bisa seorang gadis muda pergi sendiri kemana-mana tanpa pengawasan.
Mungkin dia sedikit berlebihan, tapi dia jelas takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada gadis tersebut.
Selain manja, Eisha jelas tidak memiliki konsep ketahanan untuk melindungi dirinya sendiri.
__ADS_1
Jika keluarga Faith yildiz, Al Jaber, burja,Al Fattah Dan de Lucas rata-rata memiliki kemampuan beladiri, mampu menggunakan senjata bahkan mampu bertarung untuk mempertahankan diri.
Berbeda dengan Eisha yang memang sejak kecil tidak di ajarkan untuk memiliki perlindungan diri.
Mungkin sedikit berlebihan, tapi Mommy mereka selalu marah saat Eisha di ajarkan untuk mengangkat senjata atau latihan bela diri sejak kecil.
Tidak dipungkiri, jika Eisha pergi sendiri itu akan mengancam keselamatan nyawanya sendiri.
"Aku minta izin pada Daddy, dan pergi sendiri"
Jawab Eisha pelan.
Dominic jelas hanya bisa menghela nafas nya pelan, sudah dia duga adiknya pergi sendirian Tanpa pengawasan.
Dominic melirik ke arah jeslyn dengan cepat.
Seolah-olah tahu dengan kode yang diberikan sang kakak, jeslyn mengangguk kan pelan kepala nya.
Berikan gadis itu pengawasan extra.
Seperti itulah kira-kira permintaan Dominic.
Pada akhirnya mereka bergerak masuk kedalam, saling berbagi kisah bersama dengan canda tawa.
Di satu sisi berbeda tanpa pernah mereka ketahui, seseorang terus mengawasi pergerakan mereka.
"Yang mana?"
Satu pertanyaan meluncur dari balik bibir sky.
"Yang ini tuan"
Setelah seseorang menunjukkan satu foto pada laki-laki itu, sky langsung berdiri dari posisi duduknya.
"Masuk ke rencana A, pastikan dia masuk ke dalam jebakan Pertama"
__ADS_1
Ucap laki-laki itu sambil bergerak pergi dari ruangan tersebut.
"Baik, tuan"