When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Selalu membuat nya Nyaman


__ADS_3

Mansion utama Dominic


Pada akhirnya mereka kembali juga ke mansion utama setelah selesai mengurusi soal jeslyn.


Meskipun sedikit lega soal jeslyn tapi dia masih cukup khawatir soal Eisha.


Tapi ditengah kekhawatiran nya, tiba-tiba sebuah panggilan mengejutkan dirinya.


Bayangkan bagaimana terkejut nya saat gadis kecil itu berkata dia baik-baik saja, pindah haluan berlibur selama beberapa hari menuju ke tempat berbeda, Sudah dapat izin dari Daddy dan Mommy nya.


"Oh come kak, aku sudah cukup dewasa, jangan khawatir soal apapun, percayalah pada Ku"


Itulah yang di ucapkan gadis itu melalui handphone nya.


Patutkah dia khawatir?!.


Jelas nya iya, dia patut khawatir.


Tapi karena Elia setidaknya sudah menghubungi dirinya, akhirnya nya laki-laki itu sudah bisa menarik nafas nya dengan lega.


"Kemarilah"


Tiba-tiba sang istri nya membawa sebuah baskom berisi air yang entah di isi dengan berbagai macam bunga, meletakkan nya ke depan sebuah kursi sofa.


Perempuan itu meneteskan beberapa tetes minyak yang juga tidak Dominic pahami isi nya apa, setelah itu Zeline mengembang kan senyuman nya ke arah Dirinya.


"Itu untuk apa?"


Tanya Dominic pelan.


Alih-alih menjawab, istri nya berjalan mendekati dirinya, menarik tangan nya secara perlahan dan membàwa nya menuju ke arah kursi sofa.

__ADS_1


Dominic terlihat menurut, dia duduk di atas kursi sofa tersebut sambil memperhatikan gerakan Zeline.


Perempuan itu kemudian menaikkan ujung kaki celana Dominic secara perlahan, setelah itu sang istri nya mulai menaikkan kaki Dominic dan membiarkan kedua kaki suami nya itu berendam didalam sana.


Seketika Dominic memejamkan bola matanya, rasa nyaman serta sebuah sensasi menyegar kan tiba-tiba menghantam tubuh nya.


"Nyaman dan terasa segar bukan?"


tahu-tahu sang istri berbisik di balik telinganya, perempuan itu secara perlahan memijat kedua bahu nya.


"Hmmm"


Dominic menjawab sambil mengembangkan senyuman nya.


"Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan saat berendam didalam air hangat yang diberikan beberapa aroma Khusus dan beberapa bahan tertentu"


Ucap Zeline sambil terus memijat bahu suami nya tersebut.


Jawab Dominic pelan.


Entahlah rasanya dia begitu bahagia, seolah-olah istri nya selalu bisa memahami diri nya.


Biasanya Perempuan yang mendekati dirinya hanya bicara soal uang, belanja dan jalan-jalan hingga ke luar negeri.


Mereka hanya tahu soal service di kasur tapi tidak tahu soal apapun untuk menarik perhatian nya dan menyenangkan Dirinya.


Karena itu tidak Hera Dominic gampang bosan dan lelah dengan satu perempuan.


Dia selalu merasa dia belum mendapatkan apa yang sebenarnya dia inginkan.


Awalnya dia fikir pada akhirnya pernikahan nya dengan Zeline akan sama, tidak ada yang istimewa dan semua akan berjalan biasa-biasa saja, tapi semakin kesini dia baru sadar jika istri nya jelas begitu berbeda.

__ADS_1


"Kamu tahu sayang? Aktivitas yang kita lakukan selama seharian penuh kerap membuat otot kaki dan badan terasa pegal"


"Percayalah Merendam kaki dengan air hangat bisa Meringankan pegal dan nyeri otot"


Ucap Zeline pelan.


Dominic pada akhirnya bersandar ke Sandaran kursi sofa, menikmati sensasi nyaman di kedua kakinya.


"Rasa pegal muncul akibat penumpukan asam laktat dalam otot. Asam laktat merupakan produk sisa yang terbentuk dari proses pemecahan gula menjadi energi.


Lanjut istri nya lagi


"Ketika asam laktat menumpuk, otot akan menjadi lelah dan terasa nyeri."


"Banyak orang meyakini bahwa merendam kaki dengan air hangat akan melancarkan aliran darah sehingga asam laktat ikut terbawa.'


"Merendam kaki dengan air hangat memiliki manfaat untuk meningkatkan suhu tubuh secara menyeluruh."


"Hal ini dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks sehingga Anda bisa terbebas dari stres setelah beraktivitas seharian."


"Bahkan berendam dengan air hangat bisa Mengurangi kecemasan"


Bisikan terakhir istri nya membuat Dominic mengembangkan senyuman nya.


"Apa begitu kentara kecemasan ku?"


Dia bertanya sambil membuka bola matanya, mendongak ke ke atas di mana sang istri terlihat ikut mengembangkan senyuman nya.


"Cukup kentara"


Ucap Zeline pelan dan berniat untuk berdiri dan pergi ke belakang, tapi tiba-tiba tangan kiri Dominic menahan gerakan Zeline, dan tangan kanan laki-laki itu langsung menahan tengkuk istri nya itu.

__ADS_1


Seketika Zeline terkejut saat laki-laki itu membiarkan mereka saling bertautan bibir dengan posisi terbalik yang begitu unik.


__ADS_2