
Disisi lain
Beberapa Jam sebelum bergerak dalam misi
Kapal pesiar xxxxxxxx
Begitu keluar dari mobil yang dia naiki sejak tadi, dan dia menatap kapal pesiar berukuran raksasa dihadapan nya tersebut, Dominic bergerak dengan tergesa-gesa dengan perasaan was-was, bola mata laki-laki itu mencari sosok istrinya yang ada di depan sana.
Bisa dia lihat Zeline mengembang kan senyuman nya di ujung sana di atas kapal pesiar mewah xxxxxxx itu, menunggu kedatangan suami nya dan pelukan dari orang yang begitu dia rindukan tersebut.
Melihat sang istri si ujung sana jelas saja membuat Dominic bergerak dengan tergesa-gesa, dia langsung naik ke atas kapal tersebut dan menyambar tubuh istri nya dengan penuh kerinduan.
"Oh Humaira"
Ucap laki-laki tersebut sambil memeluk erat tubuh istri, tangan kanan Dominic menahan kepala Zeline yang masuk kedalam dada nya.
Berkali-kali Dominic mencium lembut puncak kepala istrinya yang di tutupi hijab tersebut.
Bagaimana mengatakan nya?.
Dia tidak pernah merindukan seseorang sebesar rindu dia kepada perempuan tersebut.
Dan Zeline jelas mampu memporak-porandakan hati nya hingga menjadi seperti ini.
Sebenarnya ada jutaan pertanyaan yang ingin Dominic tanyakan saat ini pada istri nya, tapi laki-laki itu jelas berusaha menahan diri nya.
Sangat Tidak Eris para pasangan mencerca pertanyaan dihadapan orang lain, rahasia dapur suami istri jelas tidak boleh Terdengar oleh orang lain.
Meskipun sebenarnya mungkin orang tahu siapa Zeline sebenarnya, tapi bagi Dominic sudah selayaknya bertanya dengan pasangan di tempat tertutup tanpa melibatkan orang asing didalam nya.
Laki-laki itu ada seketika melepas kan pelukan nya, dia langsung menyentuh lembut perut istrinya tersebut kemudian mulai mencoba untuk duduk dan menahan tubuhnya dengan kedua belah kakinya.
Laki-laki itu merapatkan telinga'nya ke perut istrinya untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Gerakan refleks Dominic membuat Zeline langsung tertawa lebar, dia menyentuh lembut kepala suaminya saat merasakan sesuatu yang begitu manis di perut nya.
"Apa kamu merindukan Daddy sayang?"
Dominic bertanya kepada baby didalam sana.
Seharusnya jika tidak mendapat kan konflik seperti ini, mereka menikmati masa kehamilan Zeline, saling memanjakan diri dan dia seharusnya memberikan perhatian ekstra untuk istri dan calon baby mereka tersebut.
"Dia merindukan Daddy nya dalam beberapa waktu ini"
Bisik Zeline dengan muka sedikit memerah, cukup malu mendapatkan perlakuan begitu manis dari suaminya.
Dia mengelus rambut Suami nya untuk beberapa waktu.
Dominic mencium lembut perut Zeline, kemudian dia langsung berdiri dan tiba-tiba laki-laki itu mengangkat tubuh istri nya tersebut ala bridal style.
"Akhhh Albi"
Alih-alih peduli dengan keterkejutan Zeline, Dominic bertanya.
"Tunjukkan aku jalan menuju ke kamar kita"
Laki-laki itu berbisik nakal di balik telinga istri nya.
Mendengar ucapan Dominic seketika Zeline membulatkan bola matanya.
"Albi..."
"Bukankah kita butuh sejenak refreshing sebelum bergerak melakukan banyak aksi?"
perempuan itu jelas menggeleng kan kepalanya, berusaha untuk membuang perasaan berdebar-debar dan rasa malunya saat sang suami menggoda nya seperti itu.
"Sempat-sempatnya berfikiran begitu"
__ADS_1
Zeline bicara sambil menggigit bahu kanan Dominic.
"Tunjukkan kamar nya"
Bisik Dominic lagi dengan nada menggoda.
Perempuan itu menggelengkan kepalanya pelan, kemudian dia mulai menunjukkan arah menuju kekamar mereka.
"Apa kamu tidak merindukan aku?"
Dominic bertanya sambil berjalan melangkah membàwa Zeline menuju kekamar mereka.
"Apa seorang istri tidak akan merindukan suaminya?"
Tanya perempuan itu sambil menelisik bola mata Dominic.
"Hmmmm aku melihat kerinduan didalam bola mata ini"
laki-laki itu bicara sambil mengulum senyuman nya.
"Katakan pada ku kenapa begitu percaya aku bukan pelaku nya dan begitu yakin gadis kecil itu bukan putri ku?"
Kali ini laki-laki itu bertanya sambil menelisik dalam bola mata istrinya.
Yah bagaimana bisa istri nya begitu yakin dan tidak menggoyahkan hati nya terhadap diri nya.
Padahal jika perempuan lain jelas telah menyimpan sejuta kecurigaan atas suami mereka ketika berbagai macam badai menghantam rumah tangga mereka.
Zeline terlihat mengembangkan senyuman nya, dia menyentuh lembut dada Suami nya yang terus berjalan menggendongnya menuju kearah depan.
"Firasat seorang istri, hati tidak pernah bisa berbohong"
Ucap Zeline sambil terus menyentuh lembut dada suami nya.
__ADS_1