
Pada akhirnya beberapa waktu kemudian setelah Theo selesai memasang selang infus tambahan darah untuk gadis dihadapannya.
Dia langsung melirik kearah Sky yang mulai melepas kan pelukan nya dari gadis tersebut.
Laki-laki itu secara perlahan membuat posisi senyaman mungkin untuk gadis tersebut, membenahi bantal kepalanya untuk beberapa waktu.
Dia bahkan mencoba menaikkan selimut untuk jeslyn Secara perlahan.
Cihhhhh, dia memperhatikan nya persis seperti seorang kekasih.
Ejek Theo didalam hati nya.
Laki-laki itu seketika membuang pandangannya dari laki-laki tersebut, dia mulai memasukkan sisa alat-alat nya kedalam tas miliknya.
Theo kemudian mulai meraih sebuah tumpukan memo dan sebuah pulpen, dia mulai menulis barisan kata-kata di sana.
Itu adalah resep obat yang harus di tebus laki-laki tersebut.
Setelah menulis beberapa baris huruf yang hanya dia, tuhan dan orang apoteker yang tahu sebab tidak ada satu tulisan Dokter pun yang kadang bisa di baca oleh orang awam.
Theo akhirnya menyobek selembar kertas memo Tersebut dan menyerahkan nya kepada Sky.
"Pastikan mereka menebus obat nya sekarang"
Ucap laki-laki itu cepat.
Alih-alih menjawab, sky langsung merebut kertas resep yang di berikan laki-laki tersebut.
"Ngomong-ngomong, dimana si bungsu?'
Dia bertanya soal adik perempuan Sky, dia fikir gadis bungsu keluarga Skyworth tidak terlihat sejak dia datang tadi.
"Kenapa?"
Tatapan mata sky Seketika terlihat tidak bersahabat.
"Oh god, aku fikir kamu harus mengontrol temperamental mu sky, semakin hari terlihat semakin buruk"
Oceh Theo kemudian.
__ADS_1
"Kau terlalu sensitif dan gampang marah, kau butuh pawang khusus untuk bisa mengendalikan Amarah mu itu"
Lanjut nya lagi.
Yah manusia dengan temperamental buruk itu seharusnya memiliki seorang kekasih yang bisa mengendalikan nya dengan baik fikir Theo.
"Shut up"
Ucap sky lantas menekan satu tombol di sisi kiri bawah kasur, kemudian laki-laki itu bergerak menuju ke arah kursi sofa yang ada di dekat kasur.
Dia menunggu anak buah nya datang kedalam untuk menembus resep obat yang diberikan Theo.
Benar saja setelah tombol kecil menyala, seseorang laki-laki dengan gerakan siaga langsung masuk kedalam kamar tersebut.
"Ya Tuan?"
Laki-laki itu menundukkan kepalanya Secara perlahan.
Sky buru-buru menyerahkan kertas yang ada di tangan nya Tersebut.
"Cari sekarang juga"
Ucap Sky pada laki-laki itu cepat.
"Baik tuan"
Setelah berkata begitu, laki-laki itu langsung melesat pergi meninggalkan semua orang.
"Aku pikir aku harus segera beristirahat sekarang"
Theo bicara sambil menyambar tas nya dengan cepat.
"Ini cuti terburuk Ku, pastikan aku bisa tidur nyaman malam ini, jaga kekasih mu itu dengan baik"
Ucap laki-laki itu lagi.
"Dia bukan kekasihku sialan"
Sky menjawab dengan nada Begitu ketus.
__ADS_1
"Oke jaga teman mu dengan baik"
Theo mencoba meralat ucapan nya dengan cepat, dia mulai menguap sambil kembali menoleh ke arah gadis tersebut entah kenapa tiba-tiba laki-laki itu seolah-olah ingat dengan sesuatu.
"Wait"
Ucap Theo kemudian.
"Aku fikir aku kenal dengan gadis ini'
Ucap sambil mengerutkan keningnya.
"Tunggu dulu...aku ingat sekarang. Bukankah dia putri bungsu keluarga Al Jaber? yah aku ingat sekarang, dia putri uncle Murat, adik sepupu dari musuh mu Dominic? kenapa dia bersama mu?"
Mendengar ucapan Theo Seketika Sky terkejut, dia langsung membulatkan bola matanya.
"Apa?"
Sky jelas terkejut setengah mati.
"Adik sepupu Dominic?"
"Yeah dia adik nya"
"Kau pasti bercanda"
"Tentu saja tidak, aku memikirkan nya sejak tadi, kini aku sadar dia adik kandung dari Ammar dan defne, kau pasti bercanda karena berani membawa adik nya ke kediaman mu saat in"
Theo jelas berceloteh panjang lebar, bagaimana bisa Sky membawa putri kesayangan Keluarga Al Jaber dan dalam kondisi terluka pula.
"Apa kau yang melukainya"
Oh shi..t.
Seketika sky mengumpat dengan penuh kemarahan.
"Bawa Abdullah kemari, dia harus menjelaskan apa yang terjadi"
Suara menggelegar ditengah malam itu memecah keheningan.
__ADS_1
Theo seketika menelan salivanya, dia fikir celaka 17, apa yang terjadi sebenarnya? kenapa sang beruang kutub tiba-tiba marah tanpa kejelasan.
Syukur nya gadis dihadapannya yang tengah tertidur lelap tersebut masih didalam pengaruh obat tidur, jika tidak suara laki-laki itu bisa mengganggu ketenangan didalam kesakitan nya.