When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Laki-laki keras kepala


__ADS_3

Dan pada akhirnya di tengah keraguan sky, laki-laki itu melepaskan tangannya dari lengan Theo, membiarkan laki-laki itu untuk menggunting pakaian perempuan tersebut.


Begitu Theo menggerakkan tangannya bola mata sky terus mengawasi laki-laki tersebut hingga akhirnya .....


Shi..t.


Laki-laki itu mengumpat lantas meraih sebuah selimut dan Langsung menyambar tubuh jeslyn.


Theo jelas Terkejut melihat tingkah sky.


"Oh... brother..?'


Alih-alih peduli ucapan Theo, sky langsung duduk di belakang jeslyn, meraih tubuh gadis itu agar bersandar ke bahu nya kemudian dia menutup bagian dada gadis yang dia anggap perempuan itu dengan cepat.


"Mata ku mengawasi mata mu"


"What?"


Theo langsung menaikkan ujung alisnya.


"Oh come on sky, apa aku type laki-laki mesum?'


Laki-laki terlihat kesal.


Dia langsung menggunting pakaian gadis itu dengan cepat, Begitu selesai menggunting nya dengan cekatan Theo mengeluarkan peluru yang ada di bahu depan gadis tersebut.


"Apa dia kekasih mu?"


Tanya Theo Sambil bola matanya terus fokus mengerjakan pekerjaan nya.


Sebuah gunting secara perlahan menyeruak masuk dan dia dengan gerakan hati-hati mulai mengeluarkan peluru yang menancap disana.


Bisa mereka lihat gadis itu meringis namun masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, keringat dingin membasahi kening dan wajah gadis tersebut.

__ADS_1


Entahlah Theo fikir dia seperti nya benar-benar merasa tidak asing dengan gadis tersebut.


Mencoba mengingat-ingat nya tapi gagal.


Theo fikir apa gadis itu pernah menjadi pasien nya sebelum nya?!.


Karena dia sudah menghadapi berbagai macam jenis pasien dia fikir tidak heran dia bisa lupa dengan salah satu dari pada Mereka.


"Jangan banyak bertanya, kerjakan saja tugas mu"


Sky menjawab dengan nada dinginnya.


Alih-alih menjawab pertanyaan Theo, laki-laki itu pada akhirnya lebih memilih untuk diam.


Mendengar Jawaban dari teman baik nya itu seketika Theo mendengus.


Takkkkkk


Seketika sebuah peluru jatuh didalam sebuah mangkuk kecil dari bahan stainless.


Ucap Theo lantas meletakkan mangkuk berisi peluru tersebut ke atas meja nakas.


Kemudian laki-laki itu meraih beberapa macam obat-obatan juga alkohol pembersih, tidak lupa dia meraih kain kassa yang terletak di sisi kanan nya.


Sky sama sekali tidak merespon ucapan laki-laki tersebut, sesekali bola mata nya menatap bola mata Theo, memastikan laki-laki itu tidak macam-macam.


"Luka nya cukup serius, aku akan memberikan dia infus dan obat didalam nya, pastikan dia mengkonsumsi obat yang aku resep kan setelah dia terjaga"


Theo langsung menancap kan jarum infus ke lengan jeslyn, sambil laki-laki itu menghela pelan nafasnya.


Dia mulai memasang infus kemudian menggantung nya ke arah dinding.


"Kita akan menunggu orang ku mengantarkan kantung darah nya, aku pikir dia cukup banyak mengeluarkan darah"

__ADS_1


Ucap laki-laki itu pelan.


"Kamu yakin tidak ingin membawanya kerumah sakit?"


Theo terus bertanya dengan keadaan khawatir.


Mendengar pertanyaan Theo, sky jelas langsung menatap tajam wajah laki-laki tersebut dan klatakkkkk


Sky langsung mengacungkan pistol nya ke arah laki-laki tersebut.


Theo langsung menaikkan kedua tangan nya, di sudah tahu betul watak teman baiknya itu, alih-alih takut dia berkata.


"Oh shi. t....Manusia keras kepala seperti me memang sangat menyebalkan"


Umpat Theo.


"Pastikan kamu Menjaga nya semalaman, jangan orang lain, aku takut dia terkena demam tinggi"


Setelah berkata begitu Theo langsung beranjak turun dari posisi duduk nya.


Dia mulai membereskan barang-barang nya.


"Berikan aku satu kamar, aku tidak ingin berjaga tapi aku hanya menjadi penjaga jika didalam keadaan darurat saja"


Yah Tentu saja dia tidak mau bersusah payah menjaga pasien nya yang dimana jika orang yang menguasai pasien nya laki-laki keras kepala model sky.


Lebih baik dia beristirahat, tidur dan menikmati malam panjang nya dengan penuh kenyamanan.


Dan jika didalam kondisi darurat baru dia akan terjaga dan menjadi dewa penolong untuk laki-laki keras kepala Tersebut.


Theo fikir Bisa-bisa nya laki-laki itu se khawatir itu dengan gadis tersebut.


Apa gadis itu kekasihnya?!.

__ADS_1


Dia terus mempertanyakan hal tersebut didalam kepalanya.


__ADS_2