
"Aku..."
Laki-laki itu mulai bicara sambil meletakkan tangan kanan nya ke atas Al Qur'an dan tangan kirinya ke atas kepala Zeline.
Seketika Zeline terkejut, dia sejenak memejamkan bola matanya karena terkejut saat tangan laki-laki itu menyentuh kepalanya.
Kemudian Zeline kembali membuka bola mata nya saat Dominic mulai bicara.
"Aku memang bukan orang baik, Humaira. tapi meskipun begitu, aku tipe laki-laki yang begitu hati-hati, tidak perduli dengan siapapun aku berhubungan, sekalipun aku tidak pernah menanam benih ku pada siapapun, bahkan dengan mantan istri ku sekalipun"
Ucap Dominic dengan nada yang begitu tenang.
"Aku jelas tidak tahu siapa yang mengirim kan pesan tersebut tapi aku berani bersumpah demi nama Allah dan Rasulullah jika aku yakin seyakin seyakin nya, aku tidak pernah memiliki seorang anak sekalipun dengan mereka"
"Aku selalu ingat untuk menggunakan pengaman ketika aku bermain dengan siapapun di masa lalu"
"Aku tidak pernah sembarangan meninggalkan apa yang seharusnya menjadi bibit dari Milik ku kepada sembarang Perempuan karena aku tahu resiko nya"
Laki-laki itu terus Bicara dengan penuh keyakinan.
Dia yakin, yah begitu yakin jika dia tidak pernah menumpahkan pelepasan nya pada perempuan manapun, dia selalu menggunakan pengaman dan tidak pernah tidur dengan perempuan manapun dalam keadaan mabuk.
__ADS_1
32 tahun hidup, sejak usia 23 tahun bergelut didunia malam, dia tidak pernah keluar dari batasan nya, bahkan dia tidak pernah menggunakan perempuan yang sama lebih dari dua kali kecuali bersama mandy dan seorang perempuan yang pernah nyaris menjadi tunangan di masa lalu.
"Dan jika itu adalah mantan istri ku, demi Allah aku tidak pernah menyentuh dia sama sekali"
Lanjut Dominic lagi.
Zeline terus menatap mata Dominic sejak laki-laki itu memulai sumpah dan pembicara nya.
Dalam ilmu psikologi untuk sebuah komunikasi tidak hanya mulut yang 'berbicara', tetapi mata dan gerak tubuh juga berbicara.
Sering kali kita mendengar kalimat “mata menceritakan segala isi hati”. Hal itu karena mata dianggap bisa berbicara secara jujur apa yang hati sedang rasakan.
Kontak mata adalah salah satu komponen penting. Pandangan mata saat berbicara atau mendengarkan orang lain merupakan unsur penting dalam sebuah komunikasi.
saat sedang menyembunyikan sesuatu, kita biasanya menghindari melakukan kontak mata langsung.
Interaksi yang dilakukan melalui tatapan disebut mampu membangun hubungan emosional yang nyata.
Dan percayalah menurut ilmu psikologi, mata adalah jendela hati seseorang yang dapat menyatakan segalanya. Sehingga melalui mata anda bisa mengetahui jika seseorang itu berbohong atau tidak. Hal yang paling terlihat jelas adalah dengan melihat gerakan bola mata dari lawan bicara anda.
Mata manusia menghubungkan langsung dengan otak, melalui syaraf-syaraf yang saling berhubungan satu sama lainnya. Sehingga saat orang berbohong, maka dirinya akan berpikir terlebih dahulu untuk bisa menutupi kebohongan yang dilakukannya. Hal tersebutlah yang kemudian memicu gerakan mata seseorang yang berubah.
__ADS_1
Ketika orang berbohong maka secara otomatis gerakan bola mata akan mengarah ke kanan sambil berusaha mencari alasan untuk menutupi kebohongan yang dilakukannya. Biasanya orang-orang yang melakukan kebohongan akan berupaya melakukan kontak mata yang lebih intensif dibandingkan biasanya.
Namun juga sebagian orang yang berbohong tidak akan mampu menatap lawan bicaranya karena merasa takut dan cemas yang berlebihan. Selain itu perhatikan intesif kedipan dari orang yang berbohong tersebut. Orang yang sedang melakukan kebohongan memiliki kontak mata yang cukup intensif karena tanda-tanda stress yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan matanya tegang dan mudah berkedip.
Dan dia tidak menemukan keanehan di dalam bola mata Suami nya.
Laki-laki bicara dengan bahasa yang begitu mantap, tidak terlihat gerakan bola matanya yang bergerak ke kiri kanan atau ke arah manapun yang bisa menimbulkan kecurigaan.
Tidak ada nada suara yang berubah, tidak ada penambahan cerita yang tidak berguna, seolah-olah mata itu memberikan satu bahasa pasti jika dia memang bukan seorang pembohong.
Dominic bicara apa ada nya.
Zeline sejenak diam, kemudian perempuan itu secara perlahan menghela nafasnya.
"Jika kamu berbohong soal anak-anak dan mengabaikan nya, maka ketika Allah menimpakan karma nya pada pernikahan kita, jangan pernah menyesali nya"
Ucap Zeline kemudian.
"Yah...aku akan bersedia menerima karma nya jika aku memang benar pernah melakukan hal terlaknat sesuai dengan pesan yang orang asing itu kirim kan"
Lagi Dominic bicara dengan nada yang begitu mantap sambil bola matanya terus menatap ke arah istrinya dan kedua tangan nya tetap di posisi awal nya tadi.
__ADS_1
Dimana tangan kanan nya masih menyentuh Al-Qur'an dan tangan kirinya berada tepat di kepala istrinya.