When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Mulai memancing di air yang keruh


__ADS_3

Disisi lain


Beberapa waktu setelah kejadian penyuntikan


Pada Azalea


Disebuah ruangan besar yang terdapat berbagai macam layar monitor di depannya tersebut tampak barisan laki-laki dan perempuan terlihat sibuk dengan kegiatan mereka.


Ada yang terlihat sibuk menggeser kursor ditangan kanan nya, ada yang berusaha untuk bicara melalui headset bluetooth mereka.


Suasana tertib dan teratur yang tidak menimbulkan kebisingan meskipun di huni oleh banyak orang membuat ruangan tersebut menjadi begitu tenang dan damai


Selain terdapat berbagai macam layar monitor didepan Disisi kanan terdapat sebuah jendela besar yang bisa di geser ala pintu Jepang.


Biasanya tempat itu akan dijadikan tempat favorit Zeline untuk menghabiskan waktu malam untuk terlelap karena lelah.


Tapi malam ini jelas tidak berlaku untuk diri nya.


Kini Zeline terlihat duduk dengan manis di atas sebuah kursi putar mendominasi berwarna hitam tersebut.


Bola mata perempuan itu terlihat begitu fokus menatap layar monitor yang ada di hadapannya itu.


bagian depan barisan kursi yang di tata dengan teratur.


Perempuan itu terus menatap ke arah layar monitor yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu, jemarinya terlihat mengetuk-ngetuk meja Dimana dia duduk Secara perlahan.


__ADS_1


Zeline terlihat menaikkan ujung bibirnya saat dia melihat ke arah salah satu layar dimana di sana jelas tampak gambaran orang-orang yang sibuk turun dari lantai atas menuju ke lantai bawah.


Kemudian orang-orang itu terlihat mencari sebuah ruangan yang menjadi incaran mereka.


Tidak berapa lama bisa Perempuan itu lihat bagaimana orang-orang itu memilih membuka pintu ruangan tersebut dan salah satu dari mereka menyeruak masuk kedalam sana.


Bola mata Zeline berpindah menuju ke layar monitor yang lainnya.


Bisa dia lihat satu laki-laki yang masuk dengan cepat bergerak kearah sisi kamar lantas mulai berhenti di tepian kasur.


Sepersekian detik kemudian laki-laki itu mengeluarkan sesuatu dari kantong nya.


Sebuah suntikan yang Zeline yakini bukanlah hal yang baik.


Tidak lama kemudian setelah laki-laki itu berhasil menyuntikkan cairan tersebut melewati jarum infus, laki-laki tersebut mencoba menghubungi seseorang untuk beberapa waktu kemudian memilih keluar dari kamar dimana awalnya memang Azalea yang berada di kamar tersebut dengan gerakan terburu-buru


Laki-laki yang duduk dihadapannya itu bicara cepat tanpa menoleh kearah Zeline.


Zeline terlihat diam untuk beberapa waktu.


"Biarkan mereka mengikuti pergerakan orang-orang itu"


Ucap Zeline kemudian.


Dan percaya lah tidak ada yang berani membantah ucapan perempuan tersebut hingga sejauh ini.


Zeline jelas memiliki Adi kuasa untuk memerintah siapapun Sesuai dengan keinginan nya.

__ADS_1


"Yes Miss"


Jawab laki-laki dihadapan nya itu.


Kemudian komunikasi terjadi di Antara dua pihak, suara saling bersahutan terdengar di sepanjang ruangan.


Kini secara Perlahan Zeline bergerak dari posisi tidurnya, perempuan itu terlihat berjalan menuju kearah sisi kiri nya.


Dimana terdapat sebuah pintu yang menghubungkan ruangan tersebut menuju keruangan lainnya.


"Selanjutnya apa yang harus kita lakukan?"


Seseorang perempuan tiba-tiba bertanya kearah Zeline,dia mengikuti langkah perempuan tersebut tepat di sisi kanan perempuan tersebut.


"Pancing mereka keluar satu persatu, aku ingin orang Itu sendiri yang mengakui kejahatan yang telah dilakukan nya di masa lalu"


Ucap Zeline tanpa menoleh sama sekali kearah perempuan tersebut.


Mendengar ucapan Zeline, perempuan tersebut menganggukkan kepalanya.


"Dan Pastikan suami ku keluar dalam keadaan baik-baik saja"


"Yes Miss"


Lagi perempuan itu mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.


Zeline terlihat terus berjalan menuju kearah depan, Perempuan itu fikir bukankah ini sudah waktunya orang berkuasa yang membuat kekacauan membuka kedoknya sendiri?!.

__ADS_1


Mereka akan memancing di air yang keruh.


__ADS_2