
"Hai..., kamu yang tadi di tarik itu kan rambutnya sama si Stan yah?" tanya seorang gadis cantik berambut pendek, agak sedikit tomboi juga bawaannya, Namanya Nita? (ini nama asli 😊, dia adalah salah satu sahabat Indah yang paling berkesan, walaupun sampai sekarang tidak ada komunikasi, karena Entah Nita sudah di mana, dan pastinya Nita juga gak tau Indah berada di mana)
"Iyah...," jawabku sambil tersenyum kecut,
"Nggak usaha di tanggapi, dia agak kurang sedikit otaknya, kenalin aku Nita?" ucapnya sambil mengulurkan tangannya,
"Otaknya agak kurang??? maksudnya apa dia agak gila gitu? gila dalam artian yang sebenarnya?" tanya Indah kaget,
"Nggak gila kayak orang - orang di jalan sih... tapi yang memang dia Gila.. suka usil sama cewek, suka cari perhatian, dan sengaja mengganggu hanya agar membuat cewek - cewek respect sama dia" kembali Nita membuat Indah melongo di buatnya,
"Apa kamu juga mengalami apa yang aku alami?" tanya Indah penasaran,
"Aku?? oh.. tidak.. tidak... maksudnya.. tidak mungkin, kamu lihat penampilan ku kan? dia bahkan akan bergidik ngeri melihatku sebelum kepikiran untuk mengganggu aku, ahahahaha!!!" tawa Nita menggelegar,
"Kenapa harus bergidik ngeri?" Indah tambah bingung,
"Apa kamu tidak lihat penampilan ku?, aku yang tomboi bukanlah bunga yang harum seperti kamu, yang akan menarik parah lebah - lebah hinggap tau nggak?" kelakar Nita.
"Oh... karena kamu tomboi gitu? tapi kamu cantik kok" ucap Indah sambil tersenyum lebar. "By the way namaku Indah" ucap Indah memperkenalkan diri,
"Aku Nita" dengan cepat Nita menyambut uluran tangan Indah,
"Indah.., rumahmu dimana..." tanya Nita kepada Indah
"Rumahku nun jauh di sana, hahaha" kelakar Indah dan terjadilah perbincangan panjang siang itu, mereka mengerjakan berbagai macam soal dan tugas dari dosen dan kakak semester pagi itu, sampai pada akhirnya mereka diijinkan keluar dari aula,
"Hahahaa!!! Dasar!!!" Nita ikut tertawa renyah " Eh Indah.. kamu males nggak disini? aku males banget Ndah..., jalan - jalan ke rumahku yukk" ajak Nita kepada Indah
Aku sangat antusias dengan ajakan nakal sahabat baruku ini, "jadi kita kabur dari kegiatan lapangan nih Nit??" tanya Indah kepada Nita dengan meyakinkan dirinya sendiri,
"Iyah.. yukkk, gak usa lama - lama, kamu tau nggak mereka yang diatas kita 1 satu tahun itu, semua seangkatan sama aku" Ujar Nita,
"Loh... jadi kamu angkatan 2004??" tanya Indah heran,
"Iyah.., aku kan istirahat setahun dulu, bantu bapakku dan ibu jualan Ndah..." jawabnya sambil tersenyum,
"Kereennn..." guman Indah sambil manggut - manggut,
"Apa??? Kereennn???" tanya nya sambil tertawa, Indah kembali menganggukkan kepalanya dan berucap "bukankah sesuatu yang keren saat kita bisa membantu orang tua atau membiayai sekolah kita sendiri?"
__ADS_1
Nita pun mengernyitkan dahinya "Hhhmmmm..., iyah benar.., apakah kamu juga bernasib sama?" tanya Nita,
"He'em.. mulai dari kelas tiga SMP, aku sudah membantu papaku bekerja" jawab Indah sambil tersenyum.
"Benarrr... itu sangat keren, ahahahhahaaa!!" tawanya menggema, "Ayookkk!!" ajaknya lagi, Lalu mereka pun pergi ke rumah Nita, Indah diperkenalkan oleh Mama nya Nita dan Papanya siang itu, mereka adalah keluarga yang sederhana, dan Indah pun bertemu dengan adik bungsunya yang masih kecil, seumuran dengan adik bungsunya, namanya Fajar sedangkan adiknya Indah bernama Kim.
Mereka menjadi sangat akrab, Nita juga seorang anak yang apa adanya, dan yang Indah suka darinya adalah Nita cantik dan tomboi, Cerdas, rajin, baik hati, juga tidak segan untuk memperingati bila ada yang salah, dan tentunya tidak takut untuk berkelahi dengan manusia dari kalangan jenis kelamin apapun!
____________*******_________
POV Indah :
"Tante.. terima kasih.., Nit.. aku balik dulu yah.., pulang kerumah" pamitku,
"Okay.., hati - hati yah Jeng.." jawabnya, kami saling melambaikan tangan,
Dalam perjalanan pulang dengan mobil angkutan umum, aku masih saja termenung, mengingat sikap Nio di kampus tadi, "Dia benar - benar ingin merahasiakan hubungan kami.." gumanku
Dan tidak terasa, hampir saja jalan masuk kerumahku terlewat karena aku yang terlalu banyak melamun, "Kiri Pak" ucapku
Aku menapaki jalan masuk ke rumahku, dari jalan raya kira - kira hanya sekitar tujuh puluh meter , sesampai di depan pagar rumah, aku melihat ada motor Nio dan motor kak Jack, aku memilih untuk tidak masuk dari depan, tapi masuk ke rumah dari pintu samping lewat garasi rumahku,
"Indah..." panggil mama,
"Mungkin dia lagi sakit perut" suara mama terdengar jelas, aku memutar mataku dengan malas,
Aku langsung ke kamar kecil untuk membersihlan diriku, dan meminta tolong kepada asisten rumah tangga keluarga untuk mengambilkan baju rumah serta pakaian dalamku di kamar,
Setelah berganti baju di dalam kamar mandi, segera aku menuju ke ruang tamu, dan membawa tas kampusku,
"Indah.. kamu dari mana saja?? ponsel tidak aktif, Nio sudah menunggu kamu dari tadi" omelan mama tak terbendung,
"Sore Kak Jack" sapaku dan cipika cipiki dengan kak Jack, "Hi Nio" sapaku lagi sambil melambaikan tanganku,
"Ma.., maaf.. tdi Indah ke rumah teman baru Indah ma.., Indah malas dikampus tadi, karena--" belum selesai aku berbicara, mama mengangkat telapak tangannya,
"Sudah cukup!" perintah mama,
"eheeemm" Nio kini berdehem, aku tidak melihatnya sama sekali,
__ADS_1
"Ndah.. jadi kamu tadi tidak tau yah? kalau banyak polisi datang ke kampus?" tanya Nio,
"Apa?? polisi?? emangnya ada apa?" tanyaku penasaran, aku merasa benar - benar ketinggalan berita,
" Dua truck brimob turun ke kampus Ndah.." sambung kak Jack,
"Emang kenapa?" tanyaku lagi, dan kali ini aku menatap ke arah Nio,
"Gara - gara aku buat rusuh di kampus, aku tendang Stan dan menghajarnya di kampus, sampai teman - teman yang lain ikut - ikutan dan geng nya Stan juga ikutan, akhirnya jadi ramai"Jelas Nio,
"Stan??? Anak yang.."
"Iyah.., anak yang tadi jambak rambut kamu, dan aku menghajarnya, kini dia tidak akan berani lagi mengganggumu" sambung Nio,
"Ma.."aku ingin bercerita dengan mama, tapi ternyata mama sudah tidak ada di sampingku, dan kini mama sudah datang dengan nampan berisikan makanan kecil,
"Mama uda tau semua, Nio dan Jack uda cerita semua ke mama, makanya kamu bete dan kabur ke rumah temanmu itu??" tanya mama,
"Iyah ma.." sahutku..,
"Yah uda.., makan dulu" sambung mama..,
dan aktifitas menikmati cemilan pun kami lakukan bersama - sama, sampai telepon rumah berdering, Nori asisten rumah tanggaku mengangkat telepon rumah itu, dan memanggilku,
"Non Indah.., Ini ada telpon dari Mas Mathew" panggilnya,
DEG!!!!
Mataku hanya saling bertatapan dengan Nio!
"****!!!" umpatku.
*
*
*
*
__ADS_1
*
* bersambung