
Setahun sudah berlalu sejak perpisahan antara Indah dan Nio juga dengan Dhino, Indah semakin menikmati hari - harinya yang di habiskan sebagai seorang relawan pendamping ODHA atau OHIDHA , kalian tau kepanjangannya? Indah menjadi pendamping di salah satu Yayasan LSM yang bergerak di bidang kesehatan dengan fokus pada Issue "Orang dengan HIV dan AIDS" atau "Orang uang hidup dengan HIV dan AIDS"
Selain fokus bekerja proyek kesana kemari, menyebrang pulau yang satu dengan yang lain, juga kini Indah sudah bisa bawa mobil sendiri, bahkan Indah sempat menghabiskan waktunya traveling keliling Pulau Flores mulai dari Ujung barat sampai menyebrang ke Lembata, semua Indah lakukan untuk mengisi kekosongan di hatinya juga menyembuhkan luka yang dia buat sendiri
Setelah memiliki tabungan yang cukup Indah juga pergi jalan - jalan ke pulau jawa, bahkan pergi ke Raja Ampat untuk memuaskan hasratnya akan Laut dan pegunungan serta gemerlap malam kota besar. Yah.. semua di laluinya sendiri.
Hubungan antara Indah dan Papanya juga sudah semakin membaik, Indah sudah bisa berbicara dengan normal walaupun terkadang ada perasaan yang canggung ketika berbicara dengan Papanya sendiri, semua itu wajar dan itu terjadi karena bentuk penyesalan Indah kepada orangtuanya.
Malam ini adalah malam pemilihan Duta peduli HIV dan AIDS yang di adakan oleh yayasan LSM tersebut bekerjasama dengan LSM dari Australia dan Jakarta, Indah adalah salah satu finalis dalam ajang pemilihan tersebut, Yah.. acara ini berjalan seperti acara putri - putri pada umumnya.
Sebenarnya Indah sangat berambisi untuk menjadi juara satu karena tentu saja Indah memiliki beberapa program kerja yang ingin di realisasikan ke dunia nyata tentunya.
Namun malam itu sayangnya Indah hanya menempati posisi Runner Up satu, ada rasa sedikit kecewa tapi sudahlah kata Indah semua memang harus terjadi sesuai dengan porsinya.
Ketika acara sudah selesai berlangsung Indah yang sudah melepaskan segala atribut putri - putriannya memilih untuk duduk di meja paling pinggir sebuah cafe yang berada tidak jauh dari lokasi acara tersebut, sambil menyeruput kopi dan menghisap rokok di tangannya seolah Indah menikmati malam ini hanya untuk dirinya sendiri.
"Indah?" Seketika itu juga Indah menoleh kebelakang dan terkesiap melihat siapa yang ada di belakangnya, buru - buru indah mematikan puntung rokoknya, dan berdiri seraya membalikkan tubuhnya,
"DHINO!!!! Yah Tuhan.. apa kabar?!!" tanya Indah seraya memeluk sahabat sekaligus mantannya tersebut,
"Aku baik.. aku tadi nonton acara kamu tapi takut salah orang karena kamu berubah total ahahahah!!!"
"Benarkaj? ahahahah Ahhh... sungguh memalukan, aku kalah..." ucap Indah menutupi rasa malunya,
"Tidak ada menang kalah, kamu juga sudah mendapatkan piala runner up kan? itu lebih baik agar kamu bisa tetap bekerja, kalau kamu yang menjadi Duta nya maka dalam satu tahun ke depan ini kamu akan sangat sibuk dengan program yang ada di LSM tersebut."
"Iyah.. yah.. kok aku nggak kepikiran sampai kesana, eh kamu tau dari mana aku kerja proyek?" tanya Indah..
"Iyah dari Pace lah dari mana lagi..." ucap Dhino sembari membakar rokok di tangannya,
"Oh.. iyah iyah iyah.." jawab Indah sambil mengangguk anggukan kepalanya,
__ADS_1
"Kamu sekarang merokok?" tanya Dhino seraya menunjukkan puntung rokok yang di pegangnya,
"Ehmmm yah... begitulah..." jawab Indah tersenyum canggung, "By The way bagaimana kuliahmu?" tanya Indah mengalihkan pembicaraan
"Aku tahun depan persiapan skripsi, kalau kamu? kapan kamu lanjut lagi?" tanya Dhino,
"Nggak tau yah... kayaknya dunia kerja lebih asik saat ini hehehe.. tapi yah.. lihat nantilah... kalau aku sudah ketemu motivator pendidikan yang baru pasti aku lanjut kuliah" jawab Indah sambil berkelakar,
"Mau minum apa? aku traktir.." tawar Indah kepada Dhino,
"Aku mau Kopi Hitam Bajawa saja dan karna di traktir aku pesan cookies butternut" Indah tertawa melihat kelakuan Dhino yang lebih ceria dari biasanya,
"Okay..." seraya memanggil pelayan dan memesan, kini Indah dapat berbincang santai dengan Dhino sambil menyeruput Capuccino hot yang ada di depannya, juga Indah tidak lagi segan membakar rokoknya agar bisa di sesapnya bersama lelaki di hadapannya,
"Kamu.. sungguh berubah Indah, semuanya..."
"Oh yah???, menurutmu apakah ini perubahan yang baik atau buruk?" tanya Indah sambil sedikit tertawa,
"Tapi rasanya casingnya saja yang berubah, tapi rasanya kamu tetap Indah yang pernah aku kenal dalam versi yang sudah di upgrade" goda Dhino,
"Sialan kamu Dhin.." celetuk Indah juga terbahak,
"Apakah kamu punya pacar saat ini?" tanya Dhino kepada Indah
"Nope... dan lagi belum mau pacaran, aku mau cari cowok yang jelek, hehehehe... bosan sama yang cakep-cakep"
Dhino tersenyum mendengar Jawaban Indah, "Berarti aku cakep dong?" kembali Dhino menggoda,
"Iyah... not bad lah... ahahahahah!!!! lalu kamu aku dengar pacaran sama putri salju yah.." goda Indah balik kepada Dhino,
"Iyah.. begitulah, dia sungguh wanita yang keras kepala, aku suka pusing dibuatnya, tapi over all semuanya berjalan dengan baik" Dhino menceritakan pujaan hatinya yang baru,
__ADS_1
Dengan tulus Indah memegang telapak tangan Dhino dan menggenggamnya erat seraya berkata "Aku ikut bahagia jika kamu bahagia Dhino, semoga kamu dan putri saljumu itu bisa sampai pada puncak hubungan yang di harapkan semua orang yah.." ucapnya dengan menatap sendu kepada Dhino,
"Apakah kamu masih merasa bersalah denganku?" tanya Dhino seraya membalas genggaman tangan Indah, dan seolah mencari sebuah kejujuran pada tatapan juga tiap kata yang terucap di bibir Indah,
"Aku akan selalu merasa bersalah denganmu sebelum kamu menemukan tambatan hati yang benar - benar baik untukmu dan keluargamu Dhino.." Ucap Indah sungguh - sungguh,
"Sudahlah Indah.. aku tidak pernah membenci kamu, kekecewaan itu hanya sementara hinggap dan tidak selamanya di hatiku, aku sudah memaafkanmu bahkan saat kita di pantai itu, aku pada saat itu malah berharap kamu meminta aku untuk tidak pergi dari kamu atau meminta aku menunggu kamu menyelesaikan semua permasalahan mu dengan mantanmu itu, bahkan saat di perjalanan pulang kerumahmu ketika kamu masih memeluk aku, besar harapanku kamu memintaku untuk terus memperjuangkan kamu, tapi aku salah.. bahkan sampai kamu masuk ke rumahmu pun dan bulan berganti bulan, kamu tetap tidak menghubungi aku sama sekali, terakhir aku sempat cari kamu di kampus katanya kamu cuti setahun, lalu aku berusaha untuk ke rumahmu dan katanya kamu sudah pergi ke airport karena mau Jawa, aku sempat berpikir bakal mengejar kamu ke airport tapi aku merasa lucu dengan diriku sendiri saat itu dan memilih untuk pulang." Dhino kembali mengenang segalanya,
Indah yang mendengar cerita Dhino terharu dan berkaca - kaca,
"Hei... kamu tidak layak untuk denganku Dhino, lihatlah aku sekarang lebih parah dari dulu, tidak ada lagi pakaian rapi, aku lebih suka dengan celana jins belel robek - robek, baju kusam, tidak ada lagi Indah yang terlalu sopan aku bahkan sekarang merokok di hadapanmu, sudahlah.. kamu sudah tepat memilih putri saljumu itu" Goda Indah sambil melayangkan Tinju ringan ke bahu Dhino,
Pelayan tiba - tiba saja datang dan mengantarkan Es Cream di sebuah gelas kristal juga kertas bertuliskan 'mau request lagu?'
Indah dan Dhino bingung karena merasa tidak memesan es cream sama sekali,
"Kak.. kayaknya salah kirim pesanan deh.." ucap Indah sopan,
"Nggak kak.. ini pemberian dari cowok di ujung sana, dia nanya kakak mau request lagu nggak? kalau mau nanti dia mainkan di piano yang ada di Cafe" jawab pelayan tersebut dengan sopan.
"Piano yah...?" tanya Indah dan Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya,
"Jim Brickman - Love of my Life" tulis Indah pada kertas tersebut dan di kembalikan kepada pelayan tadi,
"Sampaikan ucapan terima kasih aku dan sahabatku untuk es cream ini yah.." ucap Indah sambil tersenyum.
"Laki - laki lagi..." guman Dhino tertawa,
"Yah... daya tarik ini sulit sekali untuk kamuflasekan, Ah sudahlah Aku jadi jijik mendengar ucapanku sendiri" kelakar Indah dan di sambut gelak tawa oleh Dhino.
------- END ---------
__ADS_1
KITA LANJUT PART #3 UNTUK SELANJUTNYA YAH...