
Kami kembali menghabiskan waktu kami berdua, bagaimana tidak lagi - lagi Ami dan Nita pergi dengan mesra nya di hadapan kami berdua, dan bagaimana mungkin kami berdua tidak terjerat hubungan seperti ini jika memang keadaan sering membuat kami bersama dan seolah dipaksa untuk saling mengenal satu sama lain oleh situasi dan kondisi yang selalu saja memberikan kami kesempatan untuk merasakan percikkan - percikkan perasaan.
Tidak terasa waktu berjalan hingga sore hari, dan aku melangkahkan kakiku berjalanke studio latihan seorang diri dengan lamunanku,
"Jangan melamun nanti kesurupan" ucap salah satu seniorku dan sontak membuatku tertawa,
"Uda siap latihannya?" tanya Reno,
"Iyah siap Kakak senior" jawabku,
"Okay mantap, yukkk" sahut senior ku yang lainnya,
Latihan kami berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti, semua pemain musik dapat bermain dengan baik dan lihai, aku juga cukup menguasai lagu yang di pilih oleh para seniorku, bagaimana tidak lagu yang akan kami nyanyikan adalah lagu "Teman Tapi Mesra milik RATU" dan yang terlihat sangat bersemangat adalah Reno, bahkan Reno merasa connect dengan judul lagu yang akan kami nyanyikan, tingkahnya sesekali membuat aku tergelitik untuk tertawa, dan itu di sadari oleh beberapa seniorku saat itu, yang saat itu bersama - sama kami.
"Reno! kamu kok kayak cacingan to?! pecicilan banget" celetuk salah satu senior,
"Biarin lah, kalian kayak iri aja lihat aku senang" jawab Reno, jelas saja aku ikut tertawa melihat tingkah mereka,
"Okay Indah.., terima kasih untuk waktunya, ini latihan terakhir kita sebelum kita test panggung empat hari lagi, diingat - ingat bagian chorus nya dan jangan lupa improvisasi yang tadi sudah kita buat bersama yah" ucap kak Havid,
"Okay kak.., sudah Indah rekam juga untuk latihan di rumah kok kak" jawabku,
"Bagus lah kalau gitu, karena lagu nya ngebid dan temponya cepat, juga liriknya yang sedikit maka kamu juga harus berani diatas panggung yah.." lanjut kak Havid,
"Iyah kak.., tenang aja, kalau soal urusan di atas panggung Indah pasti bisa menguasai suasana kok kak" jawabku meyakinkan diriku sendiri dan tentu saja para seniorku,
"Okay kalau gitu kita berdoa dulu sebelum mengakhiri latihan hari ini yah.., berdoa menurut agama dan kepercayaan masing - masing, berdoa mulai (hening beberapa saat) berdoa selesai, hati - hati di jalan yang semuanya" ucap kak Havid,
Kami berpamitan satu sama lain, dan tentu saja aku pulang di antar oleh Reno sampai kerumah, "Nggak mampir dulu Ren?" tanyaku kepada Reno,
__ADS_1
"Lain kali aja yah Indah, nggak enak sama orang rumah karena sudah malam" jawab Reno sopan,
"Makasi banyak yah Ren, sampai jumpa besok" ucapku, dan Reno berpamitan kepadaku dengan sopan.
Sesampainya di kamar, aku tidak lupa mengabari Dhino jika aku sudah sampai di rumah, dan jelas saja Dhino membalas pesanku dengan cepat, tak lama Dhino menelponku "Gimana tadi latihannya?" tanya Dhino,
"Lancar kok, kita jadinya nyanyi TTM, Reno semangat banget" jawabku,
"Jelaslah dia semangat, dia kan merasa TTM mu" sahut Dhino juga merasa kucu,
"Iyah.., kemana - mana bilangnya aku TTM ya dia" ucapku, "kamu nggak cemburu?" tanyaku kepada Dhino,
"Nggak lah ngapain, lagian Reno juga teman kita kok, kalau dia kelewatan genitnya baru cemburu"sahut Dhino, aku tertawa mendengar ucapan Dhino,
"Dhin, gimana sama Pace?" tanyaku kepada Dhino,
"As soon as posible aja Dhin, nggak usah lama - lama, kasihan kalau terlalu lama dia terlantar di luar sana" jawabku,
"Yah uda kalau gitu besok aku antar dia ke rumahmu ya, tapi papa mama kamu gimana Indah?" tanya Dhino,
"Sudah.., mereka aman kok" jawabku,
"Yah sudah kalau gitu kamu istirahat yah.." pamit Dhino,
"Okay, have a nice dream yah.." pamitku juga sama Dhino
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa like and coment yah sist and bro..
thank you so much.
__ADS_1