Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 8


__ADS_3

Setelah Nio berhasil mengambil hati mamanya Indah tentu saja akses untuk mengajak Indah pergi menjadi sesuatu yang tidak sulit baginya, bahkan saat ini ketika mereka sedang bersama semua juga tidak terlepas dari campur tangan sang mama.


Indah akhirnya pergi berdua dengan Nio ke suatu tempat yang awam baginya, Indah bingung dengan lokasi kencan pertama yang di pilih oleh Nio, bagaimana tidak, sebuah tempat yang di sebut taman namun tidak seperti taman, melainkan hanya lahan yang di penuhi dengan pepohonan dan beberapa rumah - rumah bambu kecil seperti gazebo yang tertata rapi di sana namun semua tidak terlihat jika kita tidak datang mendekat, tidak ada penerangan sama sekali di tempat itu.


Lahan parkir yang padat, menunjukkan antusias dari para pengunjung para pasangan muda yang suka dengan suasana gelap - gelapan, sungguhlah sebuah suasana yang asing bagi Indah.


"Tempat apa ini?" tanya Indah heran kepada Nio,


"Tempat orang biasa pacaran, hehehe.. apa kamu tidak pernah kesini?" tanya Nio tanpa ada rasa beban dengan memarkirkan motornya di area lahan parkir yang sudah padat.


"No.., sama sekali.." jawab Indah sambil memasang wajah bergidik ngeri, dan Indah mengawasi lokasi tersebut dengan menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, juga sesekali menelan ludahnya dengan susah payah karena perasaan gerogi akan lokasi yang tidak lazim ini.


"Selama ini kalau sama mantan, dimana" tanya nya lagi,


" Dirumahku, di kaki lima sambil makan, di restaurant kalau dia gajian, di__" ucapan Indah tiba-tiba saja dipotong oleh Nio.


"Sssttt... sudah jangan diteruskan, lebih baik kamu hati - hati, disini sangat gelap, ayo kita cari tempat yang agak jauh dari keramaian" ajaknya lagi sambil melangkah dengan penuh kehati - hatian diikuti Indah dari belakang, di mana Nio menjejakkan langkahnya di situ Indah juga menjejakkan langkahnya agar tidak tersandung atau jatuh, karena jalanan di 'taman' tersebut tidaklah seperti taman pada umumnya yang terdapat semen atau paving block, semua masih tanah biasa yang belum di ratakan, masih banyak batu - batu karang menjulang tinggi.


Sehingga jika tidak berhati - hati, siapa saja yang tidak memperhatikannya dapat di pastikan akan tersandung atau terjatuh.


Sambil berjalan, Indah menggerutu bahkan heran, dengan isi kepala laki - laki tampan di depanku ini, dia berjalan menggunakan senter ponselnya sebagai penerangan jalan,dan kami tiba di sebuah bongkahan batu karang yang sangat besar, lalu Nio menghentikan langkahnya, dan memeriksa batu tersebut dengan senter ponsel yang di pegangnya, lalu Nio memilih untuk duduk di salah satu batu yang terlihat bisa di duduki,


Dahiku mengernyit keheranan sambil melotot heran, "Disini??" tanya Indah kepada Nio, Sungguh Indah heran dengan tempat ini, bagaimana tidak yang biasanya berkencan di warung kaki lima, atau di rumah saja, atau bahkan ke restoran yang lumayan mewah atau romantis, kali ini Indah mendapat sebuah kejutan baru dari Nio untuk pemilihan tempat kencan yang tidak terduga.


"Iyah.. disini..." jawabnya sambil menarik tangan Indah dan merangkul Indah dari belakang, kini Indah dan Nio berdiri menghadap ke pantai, pantai yang sedang surut airnya, Indah tepat berdiri membelakangi Nio, dan Nio memeluk Indah dari belakang, rasanya sangat tidak nyaman, tapi sedikit nyaman.. (bingung kan?? author juga bingung 😂)


Dengan perasaan yang Aneh ini, ada sedikit rasa tenang.. karena aroma tubuh Nio sangat harum dan berbeda dari yang lain, kami masih diam seribu bahasa, Indah bahkan tidak tau apa yang harus Indah lakukan selain berdiam dan untungnya dia mengajak ke pantai.. Indah bisa menikmati suasana pantai meski di malam hari,


"Indah..." akhirnya bibir itu mengeluarkan suara, guman Indah..


"Hemmm..??" sahut Indah singkat namun halus..

__ADS_1


"Apakah kau ingin menjalin hubungan yang serius denganku?" tanyanya.., lalu Indah merasakan dia sedang menghirup aroma pada leher kanannya, Nafasnya membuat Indah sedikit bergidik tak nyaman,


Aku tidak menjawab apapun, hanya terdiam bingung dengan apa yang harus di katakan,


"Indah..." panggil nya lagi, kini sembari membalikkan tubuh Indah dan mereka saling menatap manik mata satu sama lain tanpa berkedip, "Apakah kamu bisa memberikan jawaban dari pertanyaanku Indah?"


Kembali Nio bertanya dan mengharapkan sebuah jawaban secepatnya, seolah tidak ingin menunggu lagi atau hanya sekedar buang - buang waktu dengan melakukan pendekatan.


" Aku ingin Nio.., tapi..." tiba - tiba tenggorokkan Indah tercekat saat bibirnya menempel dengan lembut tepat di bibir Indah,


"Tapi apa?" tanya nya...,


"Tapi aku masih ragu dengan sikapmu kepadaku Nio, dan aku masih di bayang - bayangi oleh masa laluku" ucap Indah dengan nanar..


"Apakah sebelumnya kamu tau siapa aku Indah?" tanya Nio, Indah heran dengan pertanyaan Nio dan awalnya tidak paham dari maksud pertanyaan tersebut.


"Maksudnya??" tanya Indah bingung,


"Aku tidak tau siapa kamu selain dari Kak Ayi.." Ucap Indah kepada Nio,


"Oh jadi kamu tidak tau kalau aku cukup terkenal disini yah?"


'What???!!' batin Indah pertanyaan itu sukses membuat perut Indah mules karena rasa percaya diri Nio yang sangat tinggi,


Lalu Indah memberikan jawaban sekaligus penjelasan agar Nio tau bagaimana karakter Indah sebenarnya,


"Sama sekali tidak, jujur yah.. bahkan aku tidak terlalu perduli dengan orang disekitar ku Nio dan aku tidak mau mencari tau tentang siapapun dia.." jawab Indah jengah.


"Mengapa begitu?" tanya Nio heran,


"Mengapa begitu?????" Indah mengulang kembali pertanyaan Nio, dan dia hanya mengangguk "Karena itu bukan urusanku dan itu sangat tidak penting untukku.." jawab Indah sambil memutar kembali matanya,

__ADS_1


Pov Indah


Nio langsung memelukku, "Aku sangat suka gayamu" ucapnya.., "Indah berjanjilah.. kamu hanya boleh percaya kepadaku, dan jangan dengarkan semua gosip diluar sana.., percayalah sama aku.., dan aku minta.. untuk sekarang hubungan kita jangan di publikasikan, aku sungguh tidak mau ada yang mengganggumu Indah.., apakah kamu bisa berjanji kepadaku?" ujar Nio sambil menatap mataku,


Aku ragu dengan apa pun yang dikatakan oleh Nio.., namun aku sempat berpikir apakah karena ini tadi siang dia bersikap lain kepadaku,


"Maafkan sikapku tadi siang.. aku hanya tidak ingin ada yang mengganggumu Indah.." seolah Nio bisa membaca pikiranku barusan,


"Apakah mereka akan separah itu? jika aku adalah kekasihmu?" tanyaku


"Bisa lebih dari itu Indah.., cukup percaya saja sama aku.." pinta Nio,


"Baiklah.., " jawabku,


Aku melihat Nio tersenyum lebar dan mencium dahiku, lalu kembali menempelkan bibirnya ke bibirku, dia mencium lembut bibirku,


"Aku akan belajar untuk membuka hatiku untukmu Nio, aku harap aku bisa.." gumanku dalam hati...


*


*


*


*


*


*


bersambung

__ADS_1


__ADS_2