Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 55


__ADS_3

Suara notifikasi pesan singkat masuk ke ponselku, ternyata pesan text tersebut dari Dhino yang masih berada di belakang panggung,


"Sabar yah sayang... aku masih bantu panitia dulu, kamu disana nunggu nggak apa - apa kan? sambil nonton orang gladi bersih" dengan tersenyum aku membacanya dan membalas pesan singkat tersebut,


"Iyah nggk apa - apa, aku enjoy nonton disini kok, Reno juga baru pergi ke kantin katanya mau belikan aku aqua" balasku sambil tersenyum sendiri, lalu terdengar lagi suara Notifikasi pesan singkat di ponselku,


Belum sempat aku membuka dan membaca pesan singkat yang masuk, terdengar suara berat dari belakang punggungku, " Kamu ada hubungan apa sama si pirang itu Hah?!" Ucapnya dengan Nada yang gusar,


"NIO?!!" satu nama dan satu kata itu saja yang dapat keluar dari bibirku, tidak bisa menguasai diri wajahku terasa panas, seolah aliran Darahku mendadak berhenti dan tumpah di sekujur tubuhku, perasaan gerogi tak terbendung,


"Dari tadi aku memperhatikan interaksi kalian, Kalian kemana - mana berdua, hhemmm.. Helm juga harus yang di buka kan seperti tadi, Perhatian sekali!!!, kamu sudah jarang mengirimkan pesan kepadaku, ada apa sebenarnya dengan kamu Indah?!" sambungnya sambil menyilangkan tangannya bersedekap di dada dan memandangku dengan wajah penuh kekecewaan,


Namun seketika itu juga logikaku berteriak di isi kepalaku,


" Kamu mau aku jawab disini? saat ini juga?" jawabku berusaha tenang,


"Iyah!!! Tentu saja!!!" sahutnya sambil sedikit berteriak, untung saja suara musik di depan dapat menyamarkan suara kami,


"Kamu bilang kamu sibuk kan???, kamu bilang kamu ada event sama Jimi, apa kamu lupa???!! Kamu juga selama ini dengan segudang perempuan - perempuan di sekelilingmu, memelukmu, mencubit cubit kamu, bergelantungan mesra di lenganmu, bahkan itu mereka lakukan semua tepat di depan mataku!! di depan mataku Nio, dan aku TIDAK boleh protes sama sekali bukan?!!" jawabku menggebu - gebu namun masih berusaha menahan emosi,


Dada kembang kempis pun terlihat jelas di hadapanku, yah... baru kali ini aku melihat Nio menahan emosi di hadapanku,


"Kamu yang selama ini tidak ingin aku kekang bukan? kamu yang selama ini tidak ingin orang-orang tau status kita bukan?? kamu yang selama ini hanya memanggil ku ketika kamu butuh bukan???!! dan aku harus selalu mengerti akan kamu Nio, Aku harus selalu mengerti..." sambungku dengan menatap tepat di kedua manik matanya dengan tegas,


"Apakah selama ini aku tidak melakukan apa yang kamu minta????? lalu ketika aku bersahabat dengan si Pirang itu yang namanya Dhino, kamu merasa keberatan, oh... bukan hanya kali ini, bahkan pada saat penjajaran mahasiswa baru, aku bercerita dengan Reno di atas mobil pick up berdua pun kamu keberatan, dan tidak lupa para mata - mata kamu memberikan informasi rahasia mereka seolah olah aku ini perempuan yang tidak dapat di percaya!!! Kamu harus tau semua apa yang terjadi padaku secara detail, tapi aku sedikitpun tidak boleh tau apapun yang terjadi pada kamu!!!" dengan air mata yang sudah hampir jatuh di pelupuk mataku, aku memalingkan wajahku agar tidak terlihat olehnya,


Panjang lebar aku protes, aku ungkapkan semua apa yang selama ini aku pendam sendiri, semua keluar begitu saja dengan lancarnya dan dengan logika yang ada di kepalaku,


Setelah memastikan air mataku tidak jatuh dengan mengusapnya pada lengan bajuku, aku kembali memandang wajah Nio dengan tegas,


yang terlihat di hadapanku hanya dada yang kembang kempis, wajah merah menahan rasa amarah, sebuah kalimat terlihat akan kembali terucap pada bibirnya, namun Reno telah datang di samping kami dengan kikuknya dia menyodorkan botol air mineral yang sudah di bawa nya saat itu,

__ADS_1


Tanpa memperpanjang kata, dan menunggu Nio pergi tanpa pamit di hadapanku, Dia pergi begitu saja, tanpa ada sepatah kata pun, saat itu hatiku mendadak galau seketika dan rasanya sungguh tidak nyaman,


"Kamu tidak apa - apa Ndah?" tanya Reno dengan hati - hati,


"Aku... Aku.. baik - baik saja Ren.. terima kasih airnya" jawabku sambil tersenyum dan meneguk air tersebut,


Ternyata apa yang terjadi jadi antara aku dan Nio tidak luput dari pandangan Dhino, aku menangkap sosok Dhino yang sedang melihatku dengan seksama sambil memegang alat mixer sound system,


"Ren... apa Dhino dari tadi berdiri disana?" tanyaku sama Reno,


"Iyah... aku juga dari tadi dengar apa semua yang kamu ucapkan sama Nio Ndah... maaf yah... aku tidak akan berbicara apapun dan kepada siapapun" sambungnya,


Rumit sudah semuanya, itu yang ada di otakku, semua terasa semakin rumit, aku tidak akan melepaskan Dhino untuk Nio, dan aku belum siap melepaskan Nio untuk Dhino,


Baru kali ini aku sangat merasa sebagai Pemeran Antagonis bagi Dhino,


"Terima kasih Ren, terima kasih.." dengan tulus aku berkata kepada Reno, ada raut keprihatinan di wajah Reno,


"Jika kamu tidak nyaman dengan Nio, kenapa harus bertahan Ndah? aku melihat sebuah ketulusan dari Dhino untuk kamu... kesempatan ini tidak akan datang dua kali Indah..." aku melihat Reno dengan seksama, sebuah tarikan nafas berat terhembus..


"Kamu tidak akan pernah bahagia dengan laki - laki seperti Nio Ndah... kita masih muda.. pernikahan bukanlah prioritas kita saat ini kan?? tapi... apakah kamu akan menghabiskan masa muda mu dengan kenangan dikecewakan dan rasa sakit hati yang akan berdampak untuk masa depan kamu Ndah?" Reno memegang tanganku dengan Erat,


"Kamu harus melukiskan masa muda mu yang berkualitas Ndah... dengan coretan warna kebahagiaan, bukan dengan coretan warna gelap yang tidak akan pernah bisa kamu hapus kelak ketika kamu dewasa.." ada setitik air mata yang jatuh di pipiku mendengar apa yang di ucapkan oleh Reno dengan seksama,


Semua benar!!! tidak ada yang salah dengan apa yang di ucapkan oleh Reno, namun aku merasa ada yang salah dengan diriku sendiri,


"Sudah jangan nangis, itu Dhino sudah kesini, cepatan lap air mata kamu Ndah..." Ucap Reno sambil memberikan sapu tangannya,


"Gak usah makasi Ren..." aku menghapus air mataku dengan lengan kemejaku, sambil berusaha tersenyum,


"Gimana Dhin? uda beres semua" tanya Reno kepada Dhino,

__ADS_1


"Sudah Ren.. habis ini ada acara apa lagi?" tanya Dhino kepada Reno,


"Aku masih ada konsultasi sama dosen, kalian lanjut lah, pamit dulu yah.. Bye... " sambil melambaikan tangan Reno pergi meninggalkan kami berdua,


Salah Tingkah yang aku rasakan saat ini di hadapan Dhino, tapi Dhino tetap tenang dan ramah seperti biasa,


"Lapar?" tanya nya,


"Nggk juga..., tapi boleh lah...," jawabku sambil tersenyum,


"Sub Ubi??" kembali Dhino bertanya dengan tersenyum,


"Boleh.." jawabku membalas senyumannya.., kami berjalan berdua di kampus menuju ke kantin,


Tiba - tiba Dhino merangkul pundakku, dan mengecup puncak kepalaku sambil berbisik, "Aku sayang kamu Ndah.. semua akan baik - baik saja.." sambil tersenyum ramah..


"Terima kasih Dhino...," jawabku menahan rasa sesak di dadaku,


"Apa kamu mau bercerita apa yang terjadi tadi?"


*


*


*


*


*


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2