
Pertemuan tidak terduga antara Indah dan Dhino membuat keduanya larut dalam kenangan masa lalu mereka, sambil tertawa dan berkelakar mengisi malam di mana Indah baru saja selesai dalam partisipasinya pada ajang pemilihan Duta HIV dan AIDS.
Percakapan keduanya tiba - tiba saja terinterupsi dengan hadirnya seorang pelayan cafe yang membawa sebuah gelas berisikan es cream. Ternyata ada seorang pengagum rahasia malam itu, yah.. jelas saja mengagumi Indah, pengagum rahasia tersebut memberikan sebuah kertas yang di harapkannya akan terisi oleh goresan tinta dari tangan lentik Indah, tentu saja keinginan itu bukanlah hal yang berat bagi Indah, bahkan dengan senang hati menuliskan judul lagu yang ingin di dengarnya,
"Piano yah...?" tanya Indah dan Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya sambil tersenyum,
"Okay..., karena dia bermain piano so... aku memilih Jim Brickman - Love of my Life" ucap Indah sambil menuliskan request lagunya pada kertas tersebut dan di kembalikan kepada pelayan tadi,
"Sampaikan ucapan terima kasih aku dan sahabatku untuk es cream ini yah.." ucap Indah sambil tersenyum.
"Laki - laki lagi..." guman Dhino tertawa,
"Yah... daya tarik ini sulit sekali untuk kamuflasekan, Ah sudahlah Aku jadi jijik mendengar ucapanku sendiri" kelakar Indah dan di sambut gelak tawa oleh Dhino.
Lalu Indah melihat bagaimana pelayan itu memberikan kertas kepada Lelaki tersebut, Dia terlihat tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Indah juga Dhino.
Indah merasa tidak asing dengan lelaki tersebut, apakah ini dejavu? atau Indah pernah melihatnya di mana? pikirnya, Lelaki itu bukanlah tipe pria idaman Indah.
Dia terlihat sederhana, tidak stylish seperti pemusik pada umumnya, tubuhnya tidak tinggi seperti para mantan - mantannya Indah yang tentu saja bertubuh tinggi juga tampan, tapi pemusik ini tidak tampan, biasa untuk ukuran standart ketampanan yang Indah miliki, mungkin di bawahnya biasa lah.. sedikit.. begitu kata Indah, (Hahahaha!!! Author ngakak ngetiknya 🤣)
Indah kembali melihat lelaki ini, 'Dimana aku pernah melihatmu?' masih penasaran dan mencoba mengingat ingat kembali, sampau suara petikan jari dari Dhino menyadarkan Indah,
"Kamu tertarik sama dia?" tanya Dhino bingung,
"Hah?!! yang benar saja... asal bicara kamu Dhin!" kesal Indah sambil menyubit lengan Dhino,
"Hahahaa!!! kok marah.. berarti iyah kan?!" lagi Dhino menggoda Indah,
"Yah Ampun Dhin.. He's not my type" balas Indah meremehkan,
Beberapa saat kemudian terdengar dengan jelas alunan music piano yang langsung saja menarik perhatian Indah, Lelaki itu memainkan piano dengan sangat piawai dan tiap hentakan nada dan dinamika yang mengalun seolah membawa Indah terbang kedunia lain.
Siapa saja yang berada di sana semua terhipnotis dengan alunan piano yang sangat merdu dengan beberapa improvisasi dan Harmoni yang seimbang, termasuk Dhino yang juga ikut tercengang mendengar dan melihat pemuja rahasia Indah.
"Harusnya kita yang kasih dia Es cream karena musik yang disajikannya sungguh merdu" bisik Dhino,
"Ssssttt...!!!" jawab Indah dan terus menikmati alunan musik Piano tersebut.
Ternyata bukan hanya piawai memainkan Piano, lelaki itu juga menyanyikan lagu tersebut,
"Oh My God!!" Ucap Indah yang kagum mendengarkan suara lembut dan sedikit berserak dari lelaki tersebut.
"My Angel in the night you are my love.. love of my Life..." tepat pada lirik tersebut Lelaki tersebut melafalkannya sambil tersenyum dan melihat Indah,
"You are the love of my life... and Im so glad you found me...,
You are the love of my life... baby put your arms around me..
__ADS_1
I guess this is how it feels.. When you finally find something real,
My Angel in the Night.. You are My Love... The love of my life..."
Semakin Indah terpanah memandang pemain piano itu semakin berseri wajah pemuda itu sembari memainkan piano dengan menyanyikan lagu permintaan Indah,
Indah tersadar dari kekagumannya ketika terdengar suara tepukan tangan yang meriah dari para pengunjung cafe,
"What?!! How Can He play like that?!" tanya Indah kepada Dhino,
Bukannya menjawab, Dhino malah menjitak kening Indah,
"Ouch!!" pekik Indah,
"Kamu kenapa sih?" tanya Indah kesal kepada Dhino,
"Kamu yang kenapa? ngomong pake bahasa enggres?! pake bahasa Indonesia aja Napa?!" omel Dhino,
"Aku terbawa suasana Dhin, gegara dia nyanyi lagunya Jim Brickman kayak gitu.." Indah membela diri,
"Oh... jadi karna dia nyanyinya fasih kamu kira kita di Amerika gitu???"
"Hahahahahah!!!! kamu gila Dhino" dan mereka berdua tertawa bersama,
Suasana canggung hilang begitu saja ketika rasa persahabatan kembali hadir di tengah-tengah Dhino dan Indah.
"Hai... apa kamu suka dengan lagunya tadi?" tanya lelaki tersebut,
"Oh iyah tentu saja" jawab Indah ramah,
"Silahkan duduk" kini Dhino yang langsung menarik kursi di sampingnya untuk mempersilahkan orang asing ini duduk di satu meja yang sama,
"Terima kasih, apakah kalian sepasang kekasih?" tanyanya tanpa basa basi,
"Oh tidak..." jawab Indah dengan cepat,
"Sudah tidak lagi..." Jawab Dhino menyambung ucapan Indah, dan apa yang terjadi saat itu membuat lelaki itu bingung,
"Dulu sepasang gitu?" tanyanya memastikan dengan rasa tidak enak hati,
"Iyah dulu" lagi Indah menjawab,
"Lalu sekarang?" tanya lelaki itu,
"Sekarang kembali menjadi sahabat seperti yang seharusnya" lagi jawab Indah,
"Oh yah?" kini Dhino yang bertanya kepada Indah,
__ADS_1
"Hah?! Apa? maksudnya?" Indah balik bertanya kepada Dhino,
"Apakah itu harus?" tanya Dhino, dan sontak mereka berdua ketawa terbahak - bahak tidaj karuan, ternyata Indah dan Dhino saat itu memang sedang mengerjain Lelaki yang ada di hadapan mereka,
"Maaf... maafkan kami.." Ucap Dhino sambil tertawa, "maafkan kekonyolan kami yah.." sambung Dhino,
Lelaki itu juga tertawa kikuk menguasai diri, "Hehehe.. iyah nggak apa - apa.." ucapnya sambil menggaruk kepalanya,
Dhino langsung mengulurkan tangan kanannya untuk berkenalan dengan Lelaki tersebut "Aku Dhino.." Ucapnya sambil tersenyum,
"Aku Indah.." kini Indah yang juga ikut bersalaman dengan lelaki tersebut,
"Aku Vano.." ucapnya sambil tersenyum, "Senang berkenalan dengan kalian berdua"
"Sama - sama.." jawab Indah, "Van... kok aku kayak nggak asing yah sama kamu?" Indah tidak dapat lagi membendung perasaan penasarannya beberapa saat yang lalu.
Dhino yang melihat Indah blak - blakkan sontan sengaja terbatuk - batuk, Vano melihat mereka berdua sontak menjadi salah tingkah,
"Kamu kenapa sih?" tanya Indah kepada Dhino,
"Nggak apa - apa.. kamu terlalu jujur" jawab Dhino,
"Iyah aku kan nanya... dan aku rasa kayaknya kita pernah ketemu deh Van? tapi di mana yah? kok aku lupa yah?" cecar Indah bertanya,
"Wah.. kamu memang tidak memperhatikan aku selama ini" Ucap Vano tersenyum dan salah tingkah,
"Hah? maksudnya?" tanya Indah,
"Aku pengisi music di acara pemilihan duta tadi, dan kita sudah bertemu sekitar tiga kali saat aku ke Yayasan, lalu Gladi bersih dan tadi malam saat acara puncak" Vano terlihat menahan malu,
"Oh yah?!!!" tanya Indah tidak menyangka,
*
*
*
*
*
Bersambung
halo teman2 mohon saran dan kritik yah
jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
__ADS_1
makasi sebelumnya, dan jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee