Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.47. HASIL SANGGAHAN?


__ADS_3

“Halo..., apakah benar ini dengan Bu Indah?”


“Iyah benar saya sendiri..”


“ Ibu Indah, saya dengan Pak Chris dari PPK Kantor Dinas terkait, Bu.. Apakah bisa datang ke kantor siang ini?”


“Oh.. bisa pak.., jam berapa saya harus ke Kantor pak?


“Kalau bisa pukul 10:30 siang yah Bu...”


“Baik Pak..”


Pagi itu Indah bergegas untuk memenuhi panggilan Pak Chris, ada sebuah feeling baik yang Indah rasakan, mengingat ini sudah dua hari sejak adanya rapat dan pemaparan mengenai materi sanggahan pemenang, kini Indah duduk makan sarapan sambil menunggu jarum jam tepat pukul 10:00 pagi, sebuah nomor asing kembali memanggil ponsel Indah berkali – kali.


“Bukankah tadi Pak Chris sudah telpon..., ini siapa?” Gumam Indah dan mengangkat panggilan tersebut.


“Halo!!!! Oh God!! Kamu lama sekali mengangkat telpon dariku, pasti nomorku belum kamu save yah? Dan aku memintamu untuk add FB ku tapi malah aku yang Add FB kamu, dan sampai sekarang belum juga kamu Approve Indah, Whats wrong with you!!” sembur laki – laki dari balik ponsel tersebut.


“Hahahahaa!!! So sorry Memi..., aku sangat sibuk minggu ini, okay – okay aku langsung approve request friend kamu yah..., and wait a minute, yah... aku juga sudah menyimpan nomor kontak mu, Hahahahaa, maaf yah...” Memi juga terdengar tertawa di sana,


“Lalu.., apa kabar cup cake?” tanya nya..


“Cup Cake???” tanya Indah bingung..,


“Iyah Cup Cake!! Itu kamu, apa kabar hah?!” penuh semangat sekali suara Memi dibalik ponsel terdengar sangat lantang.


“Hahahahaa!! Good.., I’m good Memi, lalu bagaimana dengan perjalananmu?” tanya Indah tidak kalah antusias,


“Crazy!! Amazzing!!! Pokoknya aku sangat menikmatinya Indah!! Di sini lautnya sama Indahnya dengan di Labuan Bajo!!, Airnya benar – benar jernih dan pasirnya sangat lembut tiada dua, kayak tepung Indah!!!, kamu harus kesini suatu saat nanti..” ajak Memi,


“Hahahaa!! satu hal yang belum kamu ketahui Memi.."

__ADS_1


“Oh yah?! Apa itu?”


“Kita satu kampung ahahaha!!” jawab Indah sambil tertawa,


“What? Maksudmu kita satu village? Satu origin gitu?” Memi terdengar antara percaya dan tidak percaya,


“Iyah..., jika mamamu orang Maluku, maka Papaku lah yang asli Maluku... Hahahahaa!!!”


“Hahahaa!! You are my sister Indah!!!, wah dunia ini berotasi dengan rules dan kehendaknya bukan? Ini.. sungguh.. Hahahahaa!!! Sesuatu kebetulan yang aneh!!” Memi sangat antusias mendengar dari mana Indah berasal.


Mereka berbincang cukup panjang, hingga Indah harus menyudahi sesi percakapan mereka,


“Memi, aku harus kekantor untuk memenuhi panggilan dari Pejabat di Kantor terkait, nanti kita sambung lagi yah...” pamit Indah,


“Okay, I wish you luck Indah..” tutup Memi.


Indah lantas berjalan dengan menegakkan kepalanya, dan berkata dalam hati “Tuhan lancarkan semuanya, karena seluruh keluargaku, kedua orang tuaku, kedua adikku, dan semua orang yang bekerja pada keluarga kami bergantung pada pekerjaan yang ku kerjakan ini, kumohon Tuhan, bukalah jalan dan lancarkanlah semua sesuai dengan kehendak Mu Tuhan”


“Ibu Indah, maafkan atas ketidak sopanan dan ketidak profesionalnya saya, saya juga berterima kasih karena Ibu tidak memperpanjang masalah ini, sehingga menyelamatkan saya dari hukuman yang menanti didepan mata, saya tidak tau apa yaang terjadi jika kasus ini Ibu perpanjang, maafkan atas emosi dan ke egoisan saya, saya sangat malu dengan anda Bu..” Sesal Pak Dodi dengan sungguh – sungguh.


“Iyah Pak..., saya sudah memaafkan Bapak dari awal, makanya saya tidak memperpanjang masalah ini, semoga bapak sehat selalu dan dapat bekerja dengan benar kedepannya yah pak..” mendengar apa yaang dikatakan Indah.., Pak Dodi tak kuasa menahan air mata di pelupuk matanya, hingga membuat Indah menjadi tidak enak hati.


“Baiklah Bu, saya undur diri dulu yah Bu...” Indah mengangguk dan sesaat setelah Pak Dodi keluar, Pak Chris memasuki ruangan,


“Selamat siang Bu Indah, bagaimana kabarnya hari ini? Apakah semua lancar?” tanya Pak Chris membawa suasana yang berbeda, Ia terlihat lebih ceria,


“Iyah semoga lancar Pak..” jawab Indah sambil menjabat tangan Pak Chris,


“Baiklah Bu Indah.., saya rasa ibu sudah tau, mengapa saya memanggil Ibu.., ini berkaitan dengan sanggahan Ibu kemarin..”


“Iyah Pak..” jawab Indah singkat,

__ADS_1


“Jadi sanggahan Ibu sudah saya verifikasi, dan kami sudah mengadakan rapat, dengan berat kami harus memberikan kabar kepada Ibu...” wajah Pak Chris berubah menjadi sedih dan lesuh,


Jantung Indah mulai berpacu cepat, Indah begitu yakin jika dialah pemenang proyek, namun dari ekspresi Pak Chris yang cukup berbeda dengan yang terlihat saat masuk ruangan, nyali Indah seketika itu juga menciut, Indah merasa jika tidak mungkin..., tidak mungkin ada kesalahan, semuanya sudah diperiksanya berulang – ulang kali, walaupun tidak ada yang sempurna namun Indah merasa bahwa dokumen serta sanggahan yang diberikan oleh Indah sudah sempurna dan tidak akan ada yang bisa disangkal lagi.


Pak Chris masih terdiam dan sesekali menggelengkan kepalanya, melihat itu semua, Indah sudah pasrah, dan bersiap untuk memberikan kabar buruk kepada Papa Leo, bahwa tahun ini Indah gagal untuk memenangkan sebuah proyek besar, rasanya adalah sebuah kegagalan terparah sepanjang karirnya.


“Baiklah Pak.., kalau memang semuanya ternyata tidak seperti yang saya harapkan, saya juga berterima kasih atas segala kerjasama yang baik dalam melaksanakan tender ini pak, bapak dan tim mau menerima dan mendengarkan pemaparan saya, walaupun saya gagal pada satu pekerjaan ini, saya akan kembali berpartisipasi dalam tender -0 tender lain yang bapak adakan, kesempatan masih sangat terbuka bukan?” jawab Indah berusaha menghibur dirinya sendiri dan memaksakan untuk tersenyum walau di dalam hatinya, seolah aada belati tajam yang sedang menusuk – nusuk Indah berkali – kali.


“Heemm.. saya hargai kebesaran hati Ibu Indah, Ibu masih muda dan masih sangat banyak kesempatan untuk menoreh prestasi, serta Ibu juga sangat energik dan teliti, saya begitu kagum ada generasi muda yang bersemangat seperti Ibu..”


“Mohon maaf yah.. dengan berat hati saya harus sampaikan jika saya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen harus meminta maaf atas kelalaian ketua panitia kami beserta seluruh Timnya, sehingga membuat jadwal penanda tanganan kontrak ini menjadi tertunda sedemikian lama, dan jika Ibu tidak berkeberatan menerima tanggung jawab yang besar ini, saya mohon Ibu meluangkan waktu besok pukul delapan pagi untuk menanda tangani SPK atau Surat Perintah Kerja beserta kontrak kerja kita yang harus dilaksanakan selama sembilan puluh hari kedepan, serta memberikan laporan progres sebagai bentuk pertanggung jawaban perusahaan Ibu kepada saya langsung selaku PPK yang bertugas.” Tutup Pak Chris dengan sumringah.


Indah sudah melupakan yang namanya formalitas, Indah langsung berteriak dan melompat kegirangan, tidak henti – hentinya Ia mengucapkan syukur kepada Tuhan, dan melihat itu semua Pak Chris terbahak bukan main, Indah lantas menjabat kembali tangan Pak Chris.


“Terima kasih Pak!!! Bapak ini bikin saya Sport Jantung, Hahahahaa!!!”


“Iyah saya kan belum selesai bicara, ibu Indah sudah keburu sedih duluan, Hahahahaa!!!”


Maka hari itu sebuah berkat yang sangat besar Indah dapatkan atas seijin Tuhan dan jerih payahnya, Indah lantas tak lupa menghubungi Papa Leo dan memberikan kabar baik yang telah ditunggu – tunggu oleh kedua orang tuanya.


***


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya,


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee

__ADS_1


__ADS_2