Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 19


__ADS_3

"Jam berapa kamu sampai di kampus?" tanya Intan,


"Jam sepuluh pagi kak" jawabku sopan,


"Oh... hebat yah.. yang lainnya terlambat paling lama dua puluh menit, yang ini sampai dua jam, kamu pikir siapa kamu?? berani - beraninya kamu seenakmu sendiri, kamu pikir ini kampusnya Bapakmu?!!" teriak intan,


Seketika darahku mendidih dia menyebut papaku,


"Apa kamu tidak di didik sama orang tuamu untuk jadi anak yang tertib hah?!!" lagi teriak Intan, dan kini sumbu boom kemarahanku hampir tersulut habis,


"Saya penasaran orang tuamu seperti apa, kok sial banget punya anak kayak kamu yang---, ekhh..eekkhhhh...ekkkhhh!!!"


"Indah!!!"


"INDAH LEPASKAN!!"


"INDAH!!!! Ingat Tuhan Yesus Indah!!"


"NDAH..Istighfar Ndah..., please ndah.. ini aku Nita.., sadar Ndah...!!!"


Indah yang sudah kalap tidak menghiraukan suara - suara yang menggema di sekeliling nya, bahkan mata Indah seolah berkabut tebal tidak lagi memancarkan mata seorang Indah yang lemah, hingga terdengar satu kata "MAA___MAAAFFFF.." dari mulut lancang Intan, barulah membuat Indah tersadar yah... akhirnya aku tersadar hampir saja aku membunuh perempuan bermulut sampah di depanku ini,

__ADS_1


Reflex aku melepaskan kedua tanganku dari leher Intan yang sudah sangat merah akibat cengkramanku, bahkan aku melihat sedikit darah keluar akibat kuku milikku yang tadi sempat menancap di ke lehernya.


Intan dengan segala ketakutannya mengambil nafasnya dalam, merasa sesak yang teramat, sedangkan aku masih mengatur nafasku karena emosi, mungkin Intan sadar merasa malu di hadapan semua orang di sana dia kembali berdiri dan hendak membalasku dengan cepat aku pun tanpa gentar akan menghajarnya lagi karena sudah berani menghina orangtuaku,


"Aku Hajar kau Indah!!!" teriak Intan, "Setelah minta maaf kau masih ingin menghajar aku??, baiklah.." jawabku namun tiba - tiba seseorang menarikku dan memeluk aku dengan berbisik "Sabar ada PR (pembantu rektor) 3 baru keluar dari pintu gerbang" kata laki - laki itu, aku tidak tau siapa dia, tapi dia seangkatan dengan ku,


"Maaf kak..!!kami disini mau belajar bukan mau ditindas sama kakak semester yang menghina orang tua teman kami, saya tidak kenal dengan dia (sambil menunjuk ke arah aku) tapi siapapun tidak akan terima jika orang tuanya dihina, sebejat apapun orang kita mereka tetap orang tua kita yang harus kita jaga harga dirinya" ceramah laki - laki itu,


dan kini Pieter yang datang bersama PR 3 langsung menyahut "Kamu memang keterlaluan Intan, dari hari pertama kamu lihat Anak Baru yang bernama Indah itu, kamu sudah tidak menyukainya tanpa sebab, sekarang juga kamu di panggil sama PR 3 keruangannya, dan untuk adik - adik kegiatan hari ini kita lanjutkan seperti biasa, istirahat 1jam 30 menit" Teriak Pieter.


Seketika itu Intan menundukkan kepalanya sambil memegang lehernya dan beranjak pergi kearah Pembantu rektor tiga yang melihatnya sambil geleng - geleng kepala, Bahkan aku masih belum sadar jika aku masih berada dalam pelukkan laki - laki ini, mungkin aku merasa nyaman saat itu, akibat emosiku yang meledak - ledak dan untuk mendinginkan emosiku jawabannya adalah Sebuah Pelukan Manis dan aku mendapatkan dari orang yang tidak aku kenal, kesadaranku terkumpul ketika aku mendengar suara Pieter "Indah..., sepertinya siang ini acara makan berduanya kita tunda dulu yah..."


Seketika aku menjauhkan tubuhku dari tubuh laki - laki itu dan menundukkan kepalaku "Maaf.. dan terima kasih" ucapku sedikit gugup,


"Sama - Sama Piet..." sahut Dino, lalu sejenak kami beradu pandangan dan Dino tersenyum tanpa berkata apapun, sedikit menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan aku juga Pieter,


"Apa kamu mau pulang?" tanya Pieter,


"Iyah kak Piet.. aku butuh pulang.. tapi aku rasa aku tetap disini Piet, aku ingin ikuti semua kegiatan kampus ini sampai selesai" jawabku,


"Baiklah.. pergilah sama teman - temanmu" ucap Pieter

__ADS_1


"Terima kasih yah.. permisi.." jawabku sambil meninggalkan Pieter,


Aku berkumpul bersama Nita dan lainnya, Nita merangkul bahuku "Neng... mbok yah kalau emosi jangan main cekek cekek orang gitu neng serem neng.., kalo aku langsung tak bogem mulute" sahut Nita sambil terkekeh,


"Sakitlah tanganku Nit kalau aku bogem mulutnya, kan bakal berbenturan sama giginya tanganku nanti" sontak mereka semua tertawa mendengar ucapanku, aku pun ikut tertawa bukan karena ucapanku tapi karena suara tawa teman - temanku sangat menular.


Dalam satu hari perasaanku bercampur aduk tidak karuan, mulai dari pertemuan dengan Mathew, hingga masalah di kampus membuatku ingin segera bertemu dengan Nio, aku ingin menyelesaikan semua rahasia yang aku pendam, tidak ingin rasanya berlarut - larut dalam ketidakpastian sebuah hubungan, "mumpung belum jauh hubungan ini dan mumpung belum banyak yang tau tentang hubunganku dengan Nio, alangkah baiknya aku mendapatkan kepastian sesegera mungkin, agar aku dapat mengatur jalan hidupku kedepannya" gumanku


*


*


*


*


*


*


Bersambung

__ADS_1


Minal Aidzin wal'faidzin, mohon maaf lahir batin, lebaran kali ini sungguh berbeda dari lebaran biasanya.., apakah para readersku tercinta pengen aku update tiap hari???


kalau iyah.., jangan lupa vote dan jangan lupa juga follow IG ku yah Ovie.el


__ADS_2