
Pengakuan antara Indah ke mama bahwa memang Indah telah banyak bersalah kepada sang mama karena tidak bisa menjaga diri dan menjaga kepercayaan mama malah menjadi runyam ketika Kak Sarah datang ke rumah,
Indah yang selalu berusaha memberitahu kebenaran bahwa Indah memang tidak sedang hamil selalu saja gagal akibat kepanikan mama dan Kak Sarah yang selalu saja memotong pembicaraannya dengan Indah atau dengan mama, padahal mama sudah siap - siap akan ke dokter kandungan dengan Indah, semua rencana malah spontan berubah.
"Stop!!! diam kamu.. mama gak mau dengar alasan atau kebohongan baru kamu Indah!" bentak mama kepada Indah, Ingin rasanya Indah berteriak dan mengatakan bahwa dia benar - benar tidak hamil tapi melihat mama yang dalam keadaan kacau apakah baik berteriak-teriak begitu, bisa - bisa bukannya menyelesaikan masalah atau kesalah pahaman malah membuat masalah semakin besar, Indah hanya membuang nafasnya dengan berat.
"Ayo Tante, kita ketemu dengan Nio, tante harus paksa dia untuk tanggung jawab dan kita kawal sampai mereka menikah!" Jawab Kak Sarah mantap.
"APAAA???? menikah?!" teriak Indah, belum sempat Indah mencegah keduanya, mama dan kak sarah sudah naik menuju ke garasi dan pergi.
Jantung Indah berpacu dengan cepat ketakutan apa yang akan di katakan kak Sarah terjadi, yaitu Indah akan di nikahkan dengan Nio seorang pria pengecut yang suka lari dari tanggungjawab.
Indah mencari - cari ponselnya, tapi ponselnya tetap tidak ketemu, akhirnya Indah mencoba menelpon ponselnya lewat telpon rumah, namun tidak ada nada dering yang terdengar hanya ada nada sambung saja.
"Halo!!! kenapa?"
"Loh mah... kok ponsel Indah mama bawa?" Tanya Indah berusaha menahan rasa terkejutnya,
"Iyah mama bawa agar bisa ada bukti saat bicara sama Nio, ingat kamu tidak boleh kemana - mana, kamu paham?!" belum juga Indah menjawab ponselnya sudah di matikan secara sepihak oleh mama,
Beberapa jam di rumah merupakan waktu terlama yang dirasakannya belakangan hari ini, Indah gelisah dengan hasil apa yang akan di bawa pulang oleh Mama dan Kak Sarah, Indah akan menjelaskan semuanya dan akan mengatakan yang sebenarnya agar kesalahpahaman ini tidak berlanjut dan berbuntut pada pernikahan.
Masa penantian selama tiga jam berlalu ketika terdengar suara mobil masuk di garasi, Indah melihat dari jendela jika Mama dan Kak Sarah turun dari mobil tersebut, mereka lantas duduk di ruang tamu, mama masih terus saja menangis, Indah belum berani mendekati mereka berdua sebelum di panggil.
"Tante tadi gimana pas ngobrol sama Nio tante?" tanya Kak Sarah, Ternyata mama berbicara sama Nio hanya empat mata, Kak Sarah tidak ikut mendengarkan pembicaraan mereka.
"Hmmmm... Sarah... Tante pusing sekali, Nio berkata jika Nio bukan lelaki pertama untuk Indah, Tante tidak tau lagi harus bagaimana.." lirih mama,
Tanpa terasa Indah menangis mendengar ucapan mama, ternyata selama ini yang Nio katakan kepada Indah agar tidak meninggalkannya, menyayanginya, mencintainya semua memang hanyalah kamuflase belaka, toh buktinya kekurangan Indah juga di ungkitnya bahkan Nio menjadikan itu alasan untuk lepas dari tanggung jawab.
"Tante... sudah jangan menangis, tidak perduli Indah itu pertama dengan Nio atau tidak intinya yang menghamili Indah kan Nio, jadi bagaimanapun Nio tetap harus tanggungjawab, masalah ini akan Sarah sampaikan ke pihak keluarga besar Tante.." jawab Kak Sarah berusaha menenangkan mama,
"Lalu jika di bicarakan di keluarga besar apa yang akan terjadi Sarah? sedangkan anaknya saja tidak mau tanggungjawab, percuma kalaupun mereka menikah, kasihan Indah..." tak sanggup mama berkata - kata hanya menggelengkan kepala tanda rasa frustasi yang bukan main.
"Nio itu pada dasarnya cinta dengan Indah tante, tapi pasti Nio ada di pengaruhi oleh orang atau seseorang untuk membuatnya lepas dari tanggung jawab. Sarah yakin Nio di pengaruhi, karena dulu pada saat pernikahan kakaknya, pas Indah datang untuk ikut hadir ke acara keagamaan di Pura, Nio setres karena banyak sekali lelaki - lelaki muda melihat Indah dan Nio sampai meminta Indah di rumah dengan Mamanya hanya agar Indah tidak dilihat orang lain. Lalu sekarang Nio berkata itu Sarah yakin ada yang mengajarinya." jawab Kak Sarah menahan geram,
"Indah... keluar dari situ, gak usah sembunyi sambil nguping!" Deg tiba - tiba mama memanggil Indah yang sembunyi di belakang ruang televisi.
"Indah disini saja ma.." sahut Indah tidak mau keluar karena merasa malu dengan Kak Sarah, Kak Sarah sudah tau Indah tidak suci lagi saat bersama dengan Nio, itu yang membuat Indah malu melihat wajah Kak Sarah.
Setelah Kak Sarah mampu menenangkan Mama, Kak Sarah pun pamit dan berjanji akan membahas masalah ini dengan keluarga besarnya.
"Ma..." panggil Indah sambil mendekat kepada mamanya, "Maafkan Indah yah ma..." Indah memohon dengan suara yang begitu lirih, yang terlihat hanyalah getaran pada suaranya bibir mama tak sanggup berkata - kata.
"Ma... tolong jawab ma..., Tapi Indah bersumpah Indah tidak hamil ma.." kembali Indah meyakinkan mama agar mama tidak lagi melanjutkan masalah ini,
"Apa Maksud kamu?!" tanya mama sambil menatap tajam kepada Indah,
"Iyah ma.. Indah akan jelaskan tapi Indah mohon mama tidak memotong pembicaraan Indah yah mah.." Pinta Indah kepada Mama sambil memegang kedua telapak tangan mama yang sudah basah.
Indah lalu menceritakan semuanya, bahwa Indah hanya mengetest Nio, ingin tau sejauh apa Nio ini akan bersikap jika Indah saat ini benar - benar hamil.
Mama mendengarkan dengan seksama walaupun Indah tidak menceritakan bagian Dhino dan pertengkaran Indah dengan Nita yang tidak setuju akan rencananya, tapi secara keseluruhan semuanya di ceritakan dengan lengkap dan detail, juga pertemuannya dengan Richi tadi di kampus tak luput di informasikan kepada mama.
"Kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya mama Heran,
"Agar Indah tidak menyesali keputusan Indah ma.. kalau Indah salah mengambil keputusan maka Indah akan sangat menyesal, karena sejujurnya Indah juga cinta sama Nio ma.. tapi dengan begini Indah tau bahwa Nio tidak layak mendapatkan rasa cinta Indah.. sangat tidak pantas." Indah menatap mama dengan yakin,
"Maafkan Indah karena sudah bersalah ma.. Indah sudah tidak menjaga diri ma.. tapi Indah benar - benar tidak hamil ma.. dan tolong jangan nikahkan Indah dengan Nio yah ma... Indah nggak mau ma.." kini Indah yang menangis kepada sang mama..
__ADS_1
"Baiklah.. kalau begitu biarkan mama membalas segala perbuatannya Nio kepada kamu, dia sungguh kurang ajar!" geram mama kepada Nio lalu mengambil tissue untuk membersihkan bekas air matanya.
"Apa yang akan mama lakukan?" tanya Indah takut mama berbuat yang aneh - aneh atau sesuatu hal yang nekat
"Sudahlah itu urusan mama.. kamu tidak perlu Ikut campur, yang jelas mama tidak akan menikahkan kalian berdua." Ucap mama laku beranjak masuk ke kamarnya.
"Mah..." cegat Indah kepada mama,
"Apa Ndah?"
"Ponsel ma.."
---***---
"Indah... kok dari kemarin susah sekali di hubungi? apakah ada masalah besar dengan mamamu?" tanya Dhino,
"Sudah selesai kok Dhin, semuanya sudah aku jelaskan dan sudah tidak ada apa - apa lagi." jawab Indah,
"Masalah apa Ndah?"
"Hanya masalah keluarga, nggak apa - apa kok.." sambil tersenyum Indah menjawab Dhino,
"Oh.. Iyah sudah tidak apa - apa." kata Dhino juga tersenyum kepada Indah.
Sebuah mobil hitam masuk di parkiran tepat lewat didepan Indah yang sedang berjalan kearah kantin dengan Dhino, sejenak Indah melirik Nio ada di kursi bagian depan dan Saga yang berada di belakang setir mobilnya.
"Indah!!!!" teriak Nio, Indah menoleh dan berpikir apa harus ke sana atau biarkan saja, jadi hanya melambaikan tangannya seolah tidak ada masalah apapun dengan Nio, seolah - olah Nio hanya menegur biasa saja.
Lalu Indah kembali berjalan kearah kantin dengan Dhino,
"Kamu di panggil loh tadi."
"Aku Es jeruk saja" jawab Dhino,
"Okay aku pesankan dulu." lalu Indah beranjak dari kursi kantin untuk memesan minum, belum selesai membayar ke kasir Richi dan Saga datang menghampiri Indah,
"Indah, Nio mau bicara sama kamu.." tiba - tiba mereka berdua sudah ada di belakang Indah,
"Nanti saja Saga, ini kampus, aku juga hari ini ada kuliah dan ujian harian, sampaikan saja dengan Dia, kita bicara di luar kampus" jawab Indah kepada Saga,
"Tapi ini sangat penting Indah.." lagi Richi meminta Indah ikut dengannya,
"Kalian kok mau maunya sih di suruh Dia untuk jadi pembawa pesan begini? Apa dia terlalu pengecut untuk datang mencari dan meminta ku berbicara dengannya?" sarkas Indah menjawab kedua sahabat Nio di hadapannya.
"Indah.. Papanya Nio masuk rumah sakit setelah pertemuan keluarga besar mereka, kami semua tau masalah yang kalian hadapi sekarang, sudahlah Indah ikutlah dengan kami.." Bisik Saga kepada Indah, dan bisikkan Saga itu sontak menarik perhatian Indah.
Indah memang benci sama Nio, tapi Indah sangat menyayangi kedua orang tua Nio, apalagi Papanya Nio saat itu berusia Tujuh Puluh tahunan, Papanya Nio juga selama ini sangat menyayangi Indah seperti anaknya sendiri, bahkan bisa di katakan beliau seolah - olah lebih sayang dengan Indah dari pada Nio yang merupakan anaknya sendiri.
"Apa? kenapa bisa masuk rumah sakit?" Tanya Indah khawatir.
"Serangan Jantung karena marah - marah sama Nio.. apakah kamu bisa ikut kami? pleaseee..."pinta Richi dengan sangat,
"Tidak bisa, aku masih ada kuliah dan ujian Richi, aku akan menyusul kalian ke rumah sakit nanti, setelah pulang kuliah." jawab Indah tidak ingin di paksa lalu Indah kembali ke meja tempat dia duduk dengan Dhino.
Sebenarnya saat itu Indah sangat ingin ikut dengan Richi dan Saga, tapi untuk berada di satu mobil yang sama dengan Nio? rasanya Indah tidak akan pernah mau, Nio sudah mempermalukan Indah di depan Mamanya Indah sendiri, padahal dulu Nio berkata kalau tidak memperdulikan masa lalu Indah, dan bahkan Nio tau apa yang terjadi dengan Indah dulu.
Tapi ternyata apa yang di janjikan hanya gombal belaka, bagi Indah mereka berdua yaitu Mathew dan Nio sama - sama Lelaki Brengsek!
Richi dan Saga rasanya sudah menyerah dengan sikap Indah yang keras kepala, "Baiklah... kami tunggu yah Indah." Sahut Saga sambil berjalan dengan Richi keluar kantin.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Dhino penasaran,
"Tidak ada apa - apa, biasalah teman - temannya Nio kan sudah jadi teman - teman aku juga" Kilah Indah kepada Dhino.
---***---
Setelah pulang kampus Indah malah buru - buru pulang ke rumahnya untuk nonton serial korea kesukaannya pada jaman itu, apakah kalian ada yang tau serial Korea berjudul Jang Gem?, nah itulah Serial Korea kesukaan Indah,
Cepat - cepat Indah berlari dari jalan depan ke arah rumahnya yang masih harus di tempuh dengan berjalan kali sejauh tiga ratus sampai empat ratus meter.
"Hari ini Episode terakhir!!! Aku tidak boleh melewatkannya" Guman Indah sambil berlari dan terus berlari,
"Indah!!! mau kemana?!" teriak salah satu tetangganya sore itu,
"Nonton Jang Gem Kak!!" Ucap Indah sambil terus berlari,
"Lima menit lagi mulai...!!" Indah terus berlari dan terus berlari, hanya karena Serial korea Jang Gem, Indah mampu melupakan segala masalah yang dibuatnya.
Sesampainya di rumah, yang terlihat hanya ada Rose yang juga sudah stand by di depan Televisi mereka,
"Ross!!! Sudah mulai??!!" tanya Indah buru - buru membuka tali sepatu Converse nya,
"Baru nyanyi - nyanyi Kak Indah..." jawab Rose sambil terus memakan keripik pisang yang ada di toples,
"Ros tolong ambilin tikar dong.. aku mau nonton sambil baring." pinta Indah,
"Iyah tunggu yah Kak Indah.." jawab Ros sambil berdiri dan tidak lama kemudian kembali dengan segulung tikar yang dibuka di depan ruangan televisi mereka.
Indah lalu ke kamar dan mengambil bantalnya, sambil berbaring Indah menonton adegan demi adegan, pada Serial Korea tersebut ternyata semua berakhir dengan kesedihan yang tak terhingga, Awal cerita Jang Gem adalah seorang anak dari pasangan suami Istri yang merupakan mantan Dayang Istana juga Pengawal Istana.
Mencintai Dayang Istana merupakan kejahatan pengkhianatan di Korea selatan jaman kerajaan, karena seluruh Dayang Istana adalah milik Raja, mereka tidak boleh mencintai dan jatuh cinta dengan orang lain selain raja, apalagi menikah, merupakan sebuah keberuntungan bagi Dayang Istana yang diangkat sebagai Selir oleh Sang Raja, ternyata peraturan itu di langgar oleh kedua orang tua Jang Gem.
Mereka hidup dalam pelarian, hingga suatu ketika pada saat Jang Hem berusia sepuluh tahun kedua orang tuanya ditangkap dan dipukuli oleh pasukan Istana, dan sebelum meninggal sang Ibu berpesan agar Jang Gem melarikan diri.
Tapi Nasib berkata lain, Jang Gem malah masuk Istana sebagai Dayang, hingga suatu saat Jang Gem mendapatkan jalan untuk belajar ilmu pengobatan dan menjadi tabib, juga menyembuhkan banyak orang pada saat musim wabah di suatu kota, sampai suatu hari Raja juga menderita penyakit dan ternyata Jang Gem juga yang dapat menyembuhkan nya, Jang Gem juga merupakan Tabib wanita pertama di Korea dan Tabib pertama yang melakukan operasi Caesar pada pasien yang tidak dapat melahirkan normal saat itu.
Raja Jatuh cinta kepada Jang Gem, namun pengawal pribadi Raja sudah lebih dahulu mencintai dan dicintai oleh Jang Gem, sampai pada episode terakhir ini, Sang Raja akhirnya rela melepaskan Jang Gem untuk pergi dari Istana bersama pengawal pribadinya, dan meminta Jang Gem untuk tetap hidup dan berbahagia di luar sana.
Air mata melow Indah dan Ros turun bagai hujan badai sambil menonton Serial Jang Gem tersebut,
"Duh... ceritanya sedih sekali.." celetuk Ros, "Saya terharu sekali Kak Indah..." lanjut Ros sambil memeras ingus dan mengelap air matanya,
Indah yang ikut menangis jadi tertawa melihat wajah dan reaksi Ros, "Untung kita hanya nonton berdua Ros, kalau banyak orang di rumah bisa - bisa kita di ejek gara - gara nonton sampai begini." Sahut Indah sambil tertawa.
kring .. kring... kring..., telpon rumah terdengar nyaring, dan Ros buru - buru mengangkat nya, Sedangkan Indah memeriksa ponselnya, ada dua puluh panggilan tak terjawab dari Nio, dan Ros berkata "Kak.. ini telpon dari Kak Oni" jawab Ros sambil memberikan gagang telponnya.
Kak Oni adalah kakak kandung Nio, tepat di atas Nio, "Halo kak..." jawab Indah dengan suara parau dan sengau,
"Indah... Indah.. Papa sudah tidak ada Indah... Papa sudah meninggal..." Kak Oni menyampaikan berita duka yang membuat Indah terhenyak saat itu.
*
*
*
*
*
__ADS_1
BERSAMBUNG