
Kekacauan demi kekacauan terjadi saat Indah kembali ke rumahnya dan terjadi pertemuan keluarga, masih dengan perasaan galau Indah harus ikut duduk dalam pertemuan keluarga itu.
Semua pembicaraan awalnya nasih tenang sampai salah satu kerabat dari Nio keceplosan akan pokok permasalahan kedatangan mereka.
"Loh... Ndak... bukankah masalah ini terjadi karena Nio tidak mau tanggungjawab atas anak yang kamu kandung?" tanya salah satu kerabat Nio yang terkenal tidak bisa menjaga mulutnya, Jantung Indah rasanya mau meledak mendengar celetukan tanpa beban manusia satu ini (Maaf mbk Indah tidak mau menamainya).
"APA?!!! KAMU HAMIL?!!!" Papa berteriak tidak sadar saat shock mendengar kabar terbaru tentang anak kebanggaannya. Seketika itu juga papa terduduk dan menatap nanar anak kandungnya sendiri, Indah yang di tatap tidak berani mengangkat wajahnya, mama yang selama ini berusaha menutupi ulah Indah juga terkena lirikan tajam dari Papa.
Namun papa selalu menjadi papa yang bijaksana, "Sekalipun Indah Hamil, Jika anak saya sudah di Hina oleh laki - laki seperti Anak Kalian, dan ternyata Anak saya juga sudah tidak berkenan lagi melanjutkan hubungan ini, maka semua selesai sampai disini! untuk bayi yang di kandung Indah akan kami urus. Terima kasih untuk waktu kalian karena sudah malam saya harap kita bisa bertemu di lain waktu, walau sebenarnya sudah tidak perlu lagi yah.."
Selesai mengucapkan kalimat menohok papa segera bergegas meninggalkan mereka semua yang ada di ruang tamu, keluarga Nio yang tadi keceplosan menjadi tidak enak san salah tingkah sendiri diruangan itu.
"Maafkan kemarahan suami saya..tapi apapun keputusan beliau saya sebagai istri dan Indah sebagai anak mempercayakan semuanya kepada beliau, terima kasih yah Sarah... tolong sampai kepada Mamanya Nio semua selesai sampai disini juga untuk Nio dia bebas seperti yang dia inginkan." Ucap mama masih menjaga perasaan semua orang di sana.
"Baiklah Tante... kami pamit yah.. mohon maaf atas semua ini, hasil pertemuan hari ini akan kami sampaikan kepada mamanya Nio, yang saya yakin mamanya Nio akan sangat bersedih mendengar semua ini" Kak Sarah berucap dengan penuh kesedihan, seraya memeluk erat kami semua.
Setelah beberapa setelah pertemuan malam itu Papa masih belum mau berbicara apapun kepada Indah, bahkan untuk melihat Indah saja papa selalu menghindar, Indah yang terlalu sayang dan segan kepada Papa juga tidak berani mendahului mendatangi beliau karena rasa bersalah yang teramat sangat, Indah yakin Mama sudah mengatakan semuanya dan yang sebenarnya kepada papa setelah kejadian itu.
Hari - hari di kampus pun sudah tidak sama lagi, kali ini bukan orang - orang yang menghindari Indah, namun Indah yang menutup dirinya rapat - rapat kepada semua orang yang di kenalnya.
__ADS_1
Bahkan kepada Nita saja Indah juga tidak lagi sering bersama, sesekali Indah pergi mencari Indah dan ingin menanyakan sebenarnya ada masalah apa? tapi Indah selalu mengatakan bahwa semua terjadi akibat kebodohannya dan selalu berterima kasih karena sempat memperingati Indah sebelumnya.
Wajah sendu dan rasa trauma yang Indah rasakan dapat terlihat jelas oleh sahabatnya Nita, Nita juga tidak memaksa untuk harus terlalu dekat lagi, seolah Nita memberikan space sendiri untuk Indah memulihkan dirinya sendiri. Bukankah terkadang ketika kita terjatuh dan merasakan rasa sakit yang luar biasa semua hanya bisa diatasi dengan kesendirian? karena di saat - saat genting seperti itu bukan siapa - siapa yang dapat menolong kita hanya Kita sendiri... dan tentunya mendekati diri kita kepada Sang Pencipta.
Beberapa hari yang telah berlalu juga tidak pernah absen kedatangan kak Sarah ke rumah untuk selalu meminta Indah merubah pikirannya dengan alasan kasihan mamanya Nio.
Indah menjawab dengan sebuah jawaban yang tidak terduga karena biasanya Indah adalah anak yang muda untuk di rayu.
"Kak.. Jika aku harus kasihan dengan Mamanya Nio lantas siapa yang akan kasihan terhadap diriku dan keluarga ku? jika suatu saat mamanya Nio juga di panggil Tuhan seperti Papa Dan di panggil Tuhan lalu Nio tidak pernah berubah lalu siapa yang akan bertanggungjawab akan penderitaan ku di masa depan nanti?" jawab Indah dengan tegas.
Kak Sarah sudah tidak dapat berkata-kata lagi selain menelan ludahnya sendiri yaitu harus menikahkan Indah dengan Nio ternyata hanya harapan dari keluarganya belaka.
Sesuai dengan apa yang di katakan Indah, keesokkan harinya Indah membuka lemarinya dan sebuah Kita kayu yang terdapat kain adat, kain adat ini adalah kain adat calon pengantin wanita dari adat keluarga Nio, kain ini adalah kain turun temurun yang di berikan oleh Calon mertua wanita kepada calon menantu wanitanya.
Dulu Indah mendapatkan nya pada saat ada perayaan hari ulang tahun pernikahan kedua orang tua Nio, kala itu acara yang di adakan sungguh sangat meriah, dan Nio selalu berada dekat dengan Indah juga memeluk Indah dari belakang sambil melihat kedua orang tuanya meniupkan lilin kue tart yang bertuliskan 'Happy Anniversary yang ke Lima puluh tahun'.
"Kita juga akan merayakan hari jadi kita sampai yang kelima puluh tahun bahkan lebih di masa depan" bisik Nio kepada Indah, perasaan berbunga-bunga membucah ruah di hati Indah dan tergambarkan saat Indah mencuri sebuah ciuman di Pipi Nio.
Kini kenangan itu kembali teringat jelas di kepala Indah... "Kamu pernah menjadi sosok yang baik dan membuat aku berbunga-bunga Nio... Hmmmm... sudahlah... mungkin ada yang kurang dari diriku dan benar aku sudah salah dari awal ketika memulai hubungan ini bukan? kamu hanyalah pelarian dan perlahan mencuri hariku, namun aku tidak pernah menjadi diriku sendiri saat aku bersama denganmu, banyak hal yang selalu kupendam dan tidak aku ungkapkan ketika kita bersama, dan semua itu membuat hubungan kita tidak sehat, terlepas dari apa yang sudah kita lakukan atas nama cinta yang ternyata hanya bertahan selama satu tahun." Indah bermonolog dengan dirinya sendiri sambil menghirup aroma kain adat tersebut, lalu karena merasa sayang dengan segala kenangannya Indah memeluk erat kain tersebut.
__ADS_1
Berusaha untuk tidak menangis tapi tetesan air mata jatuh juga dari pelupuk matanya, bukan karena patah hati, tapi sebuah penyesalan terjadi lagi dalam hidupnya, lagi dan lagi...
Indah mengambil sebuah kertas dari binder kuliahnya dan mulai menuliskan surat perpisahan untuk Mamanya Nio, ada beberapa tetes air mata yang membasahi tinta pena biru di atas kertas putih tersebut, bekas itu terlihat jelas oleh siapapun..
Setelah siap dengan surat perpisahan tersebut Indah membungkus kain tersebut dan bersiap untuk mengutus seseorang dari rumahnya mengantarkan kepada Mamanya Nio.
*
*
*
*
*
BERSAMBUNG
Hai jangan lupa mampir ke Novel terbaru aku yah...
__ADS_1
yang berjudul "STRONG IN BETRAYAL" mulai tayang tanggal 15 Desember 2022 dan akan selalu update pukul 13.00 WIB