
Semaksimal mungkin Indah bermain peran bagi kedua lelaki yang saat ini menyandang status sebagai pacar - pacar Indah, mereka sengaja di pertemukan dalam suatu acara Ulang Tahun Pernikahan kedua orang tua Indah.
Sebenarnya semua terjadi karena keinginan mamanya Indah, karena merasa curiga bahwa Indah tidak hanya sekedar bersahabat dengan Dhino, namun ada hubungan yang lebih dari hanya sekedar sahabat.
Suasana pada meja itu ternyata membuat sahabat Indah menjadi tidak nyaman, yah .. Nita..., Nita merasa bahwa Indah sudah keluar dari jalur, Nita sengaja mengajak Indah untuk ke toilet, dengan tujuan untuk mengingat agar Indah tidak sampai menyesal dengan langkah yang diambilnya.
Percakapan kedua sahabat ini pun terjadi di toilet, dengan sedikit frustasi Nita melayangkan protes dan menyatakan bahwa sungguh Nita merasa tidak menyangka keadaan akan menjadi serumit ini, hingga membuat Indah juga merasa segala menjadi rumit saat itu.
"Aku juga tidak menyangka mama akan mengundang mereka berdua Nita." jawabku, "Aku juga gerogi dari tadi Nit!! apakah kamu tidak tau bagaimana aku berusaha untuk terlihat tenang di hadapan semua orang saat ini?, Aku sangat gerogi dengan situasi dan kondisi saat ini!! Ini benar - benar Gila!" ucapku frustasi dengan keadaan saat itu,
"Sudahlah Ndah... kamu tidak akan bisa pacaran dengan dua lelaki sekaligus, kamu harus memilih salah satu!!" Ujar Nita,
"SIAPA YANG HARUS MEMILIH SALAH SATU??!!" Suara wanita dewasa terdengar menanyakan pertanyaan yang sontak membuat Aku dan Nita melonjak karena terkejut.
"Malam tante..., itu tante.., Indah harus memilih kedua judul makalah untuk tugas besok, ja.. jadi.. Nita mengingatkan tidak bisa jika di ambil dua - dua, apalagi waktu pengerjaannya terbatas te.." Jawab Nita berbohong dan berusaha menguasai diri,
"Oh... gitu to.." jawab mama singkat namun tersenyum mengejek, seolah - olah senyuman itu memberi tahu kepadaku bahwa 'Aku tau kebohongan kalian',
Aku tidak menjawab apapun yang di sampaikan Nita, karena aku yakin mama juga sudah akan keadaan yang sebenarnya,
"Apapun yang kamu pilih Indah... Mama tetap setuju kamu memilih judul pertama mu, okay?!" Ucap mama sambil menatapku dengan tajam,
"Iyah ma.. " Jawabku tidak ingin berdebat,
Acara pada malam hari ini sungguh terasa menjadi malam terpanjang dalam kehidupanku akhir - akhir ini,
Setelah tepat pukul sebelas malam, Dhino berpamitan dengan kedua orangtuaku, dan tentu saja ada wajah bahagia dari Nio ketika sahabatku pulang satu per satu,
Aku tetap memutuskan untuk mengantarkan Dhino sampai di parkiran bawah, bahkan ketika kami menuruni anak tangga, aku menggenggam erat jemarinya seakan menunjukkan bahasa tubuh bahwa Aku tidak akan melepaskan nya dengan muda.
Dhino adalah pelipur lara ketika aku merasa hatiku tersayat oleh segala tindakan buruk Nio, tidak muda bagi diriku untuk memilih diantara mereka berdua.
__ADS_1
Sedangkan dengan Nio hubungan kami yang sudah terlalu jauh lah yang membuatku sulit untuk melepaskannya begitu saja.
Namun keras kepalaku tetap saja akhirnya membuat aku tetap terjebak dalam situasi dan kondisi yang rumit ini.
----***----
Pada Bulan Indah merasa bahwa keadaanlah yang mengharuskan Indah meluangkan waktu uang banyak untuk Nio, bagaimana tidak..., Ketika ulang tahun pernikahan kedua orangtuanya, belum lagi berselang tiga hari aku harus berkunjung kerumah Nio untuk acara Natal bersama, begitu pula sebaliknya.
Dan setelah lima hari kedepan adalah acara Tahun Baru. Namun Tahun Baru kali ini memiliki suasana uang sangat berbeda.
Aku mengharapkan agar Nio akan datang menjemputku dan mengajak ku berjalan - jalan, Namun yang terjadi tidak seperti itu.
Nio berjanji akan meluangkan waktunya untukku, tapi pada saatnya Nio justru menghabiskan waktunya untuk merayakan Tahun Baru dengan pesta kembang api yang diadakan di rumah temannya.
Sedangkan Dhino yang saat itu melangsungkan Ibadah Misa Malam Tahun baru mengatakan bahwa Habis Misa malam, Dhino akan datang sebentar kerumah untuk membawakan kado Tahun Baru yang sudah di siapkannya.
Rasa kecewa kepada Nio, saat itu terobati dengan Hadirnya Dhino yang selalu menepati janjinya, tidak pernah sekalipun Dhino mengingkari janjinya kepadaku.
Tepat jam satu dini hari Dhino mampir ke rumahku dengan Ami dan Nita membawakan beberapa camilan dan juga Kado, Yah ampun betapa bahagianya saat itu hatiku saat itu.
Sampai suatu ketika tanpa terasa bulan berganti bulan sudah memasuki bulan April, tepat pada tanggal ulang tahun Indah, Nio datang dengan membawakan kado ulang tahun untuk Indah tepat pukul dua belas malam.
Tidak biasanya Nio memberikan kejutan manis seperti saat itu,
"Nanti malam kita makan malam berdua yah.." ucapnya sambil mengecup mesra bibir Indah,
"Tapi aku ada janji sama teman-temanku untuk makam malam bersama juga di warungnya Nita" jawabku,
"Kumohon Indah... ayolah... kalian makan siang saja.., malam nanti aku ingin menghabiskan waktu bersama, apakah kamu tidak merasa bahwa kamu dan aku menjadi semakin jauh karena kesibukan kita masing - masing" pinta Nio kepada Indah,
"Aku tidak janji yah.. aku pikir - pikir dulu.." jawabku singkat dan enggan memandang lekat wajah Nio,
__ADS_1
Sebuah pelukan kembali Nio eratkan pada tubuh Indah, berusaha untuk merayu dan meluluhkan hati Indah seperti biasanya,
"Ayolah sayang... kumohon... aku merindukan mu.." Bisik Nio mesra, "Apakah tidak ada sedikitpun rasa rindumu untukku Ndah?" tanya Nio sambil membelai pipi Indah,
"Iyah.. aku merindukanmu juga.. tapi sebelum kamu ngajak makan malam aku sudah janjian duluan dengan mereka Nio" Jawab Indah masih tetap pada pendiriannya.
"Bagaimana kalau kita pergi rame - rame, aku akan menyusul kalian ketika kalian sudah sampai di tempat Nita?" usul yang spontan membuat Indah membelalakkan dua matanya,
'Bagaimana mungkin aku bisa kembali membuat kalian berdua duduk di satu meja yang sama lagi setelah ulang tahun pernikahan papa dan mama, itu tidak akan pernah terjadi lagi!' Batin Indah sambil memutar otaknya
"Begini saja.. aku akan mentraktir teman - temanku di tempat Nita, setelahnya kamu jemput aku dan kita makan malam berdua, bagaimana? tapi biarkan aku mentraktir para sahabatku" jawab Indah sambil mengharapkan Nio menyetujui usulnya barusan.
"Hmmm... memangnya kenapa kalau aku ikut bergabung?" tanya Nio penasaran,
"Tidak apa - apa sih.. tapi kan kamu belum akrab dengan mereka, takutnya ada rasa canggung saja, tidak ada bedanya ketika kamu mengajak aku bertemu dengan sahabat - sahabatmu dan aku merasa sangat canggung dengan mereka, aku tidak ingin itu terjadi pada dirimu Nio.." rayu Indah kepada Nio,
Diam sejenak sambil menimbang - nimbang Nio lantas berbisik kepada Indah "Baiklah... Aku akan menjemputmu jika acaramu dengan teman - temanmu selesai yah..." ucap Nio,
"Tapi.. aku ingin kita menghabiskan malam berdua sayang.. aku merindukan segala yang ada padamu." ucap Nio dengan tatapan mendamba.
*
*
*
*
*
BERSAMBUNG
__ADS_1
Hai Readers, AKU ADALAH INDAH #part 2 akan selalu update setiap harinya pukul 20:00 WIB yah..., bagi yang ingin tau bagaimana kisah cinta pertamanya Indah, kalian bisa baca di "AKU ADALAH INDAH",
Mohon dukungannya Like dan Coment yah Readers ku yang baik Hati, lope lope buat kalian semua ❤️❤️