
Sebulan sudah di lalui hari - hari penuh warna warni yang di torehkan Vano di hati Indah, kebiasaan yang membuat Indah semakin bergantung dengan Vano, juga setiap perhatian yang selalu di dapatkannya membuat hatinya kini gelisah, seolah olah bagaikan manusia yang sedang haus di tengah gurun.
Indah merasakan kegalauan yang bukan main di hatinya, rasa enggan untuk mengakui bagaimana perasaannya yang sebenarnya selama ini terus saja dipertahankannya. Sampai di suatu titik Kehampaan yang teramat sangat membuatnya tersiksa, Indah tidak tahan lagi memendam rasa itu.
Sebuah cincin yang disematkan oleh Vano menjadi satu satunya peninggalan Vano yang tak terlupakan sekaligus penyiksa bagi Indah, karena setiap melihat kenangan itu selalu aja ada bayangan bayangan manis serta kenangan kenangan yang tak dapat di lupakan begitu saja.
Dilepasnya cincin pemberian Vano, dan Indah sungguh terkejut melihat bagian dalam cincin itu terukir nama Vano-Indah 'I love U' , air matanya terjatuh lagi, bertahun-tahun terikat dengan hubungan yang toxic baru kali Indah mendapatkan perlakuan manis dari seorang pria yang sama sekali tidak menarik perhatiannya.
"Aku sangat cengeng!! Kau Bodoh Indah dan sangat Cengeng!!!" bentaknya pada dirinya sendiri. Indah merasa frustasi, ternyata bukan tampang seorang pria yang membuatnya merasa bahagia melainkan perhatian seseorang dan ketulusanlah yang dapat meruntuhkan tembok yang Indah bangun begitu tinggi di hatinya selama hampir dua tahun ini.
"****!!! Apa yang harus aku lakukan?!!!" Geramnya pada dirinya sendiri.
Tepat pukul sebelas malam Indah menelpon Roni, tentu saja Roni terkejut mendapatkan panggilan dari Indah,
"Iyah Ndah? ada apa? tumben kamu telpon jam segini dan telpon aku lagi.." tanya Roni Heran.
Indah bingung harus berkata apa..., ingin jujur tapi gengsi, ingin mempertahankan gengsi tapi tersiksa, maka tidak ada pilihan lain bukan? selain berkata jujur.
"Ron... apa kamu tau di mana Vano?" tanya Indah kepada Roni,
"Hah?! kamu nanya Vano? setau aku dia lagi persiapan untuk ke luar pulau besok, untuk KKN dari kampusnya, dia minta pengabdian di desa terpencil Indah, kalau aku minta di kabupaten saja... aku tidak bisa jauh - jauh karena harus menjaga mamaku kan..."
"What? jadi kamu nggak sama - sama dia yah nanti?" tanya Indah khawatir,
__ADS_1
"Iyah begitulah... dan katanya selama pengabdian dia nggak akan pulang, jadi akan menetap di sana selama satu semester"
"Apa???? Dia nggak bakal pulang selama enam bulan? Aku... aku harus bagaimana Roni?" Indah merasa kebingungan sendiri.
"Apanya yang gimana Indah? apa yang kamu inginkan? apakah kamu mau bertemu dengannya?" tanya Roni,
"I...Iyah Roni.. aku butuh bertemu dengannya..." jawab Indah.
"Oh... ini aku kirimkan nomor ponsel Vano ke kamu yah... kamu hubungi saja langsung Ndah..."
"Tapi .. aku sudah ada nomornya Ron.."
"Hah?! terus kenapa kamu telpon aku?! Oh Tuhan Indah.... yah sudah telpon saja dia sekarang..." Roni terdengar frustasi,
"What?! kenapa malu? kamu ini... yah ampun... kalian ini para wanita memang makhluk yang aneh. Kamu hubungi saja dia malam Indah, kalau tidak besok jam lima subuh dia sudah akan pergi ke pelabuhan kapal Ferry dan kalian hanya akan bisa bertemu setelah enam bulan dari sekarang, coba kamu pikirkan kamu hubungi sekarang atau kamu akan menunggu dia selama enam bulan lagi?!" Roni semakin mendesak Indah yang merasa bingung dengan apa yang harus dilakukannya.
Jika saja tidak ada yang namanya Gengsi maka hal ini tidak akan rumit bukan? tapi entahlah gengsi yang di miliki oleh Indah.. sungguh membuat segalanya menjadi rumit, sampai pada akhirnya segala yang ada di hatinya meledak begitu saja, "Baiklah Roni, aku akan langsung datang saja kerumahnya" Ucap Indah seraya mematikan ponselnya dan segera saja beranjak mengambil kunci mobil lalu pergi ke rumah Vano.
Sampai di gang depan rumah Vano, Indah merasa seperti orang bodoh yang tiba - tiba saja menciut karena lampu rumah Vano telah padam jam melihat sekarang sudah pukul dua belas malam, sebelumnya Indah juga sudah mengancam Roni untuk tidak memberitahu kepada Vano jika Indah sedang mencarinya, dengan ancaman tentu saja Roni diancam oleh Indah untuk tidak membocorkan apapun.
Indah kembali membuka ponselnya dan berusaha untuk menelpon Vano, namun ragu - ragu terus melanda, dan akhirnya ditekannya tombol memanggil nama Vano pada ponselnya.
Sekali panggilan tidak ada jawaban sama sekali, Indah masih mencoba untuk terus menelpon Vano, bukankah sudah kepalang basah? Kini Dia bahkan telah seperti penguntit yang sedang mengintai rumah Vano pada tengah malam.
__ADS_1
Panggilan kedua dan ketiga juga tidak diangkat oleh Vano, Indah mulai frustasi dan kembali menghubungi Roni untuk meminta pendapat dari Roni tapi ternyata Robi juga telah mematikan ponselnya, 'Oh Indah kamu sungguh bodoh bukankah dirimu sendiri yang memaksa agar Roni mematikan ponselnya? agar tidak menghubungi Vano sama sekali?' Indah tertawa akan kebodohannya sendiri.
Sejenak Indah masih memberikan waktu untuk menunggu balasan dari Vano atau menunggu lampu rumah Vano menyala, karena sebelumnya Indah sudah mengirimkan pesan singkat yang mengatakan jika dirinya ingin bertemu dan saat ini sedang berada di gang masuk rumahnya untuk menunggu Vano keluar dan bertemu dengannya.
Bukan hanya sampai di situ, Indah kembali mencoba berulang-ulang kali menghubungi Vano dan Vano tetap saja tidak mengangkat panggilan dari Indah, sampai pada puncaknya Indah merasa sesak di dadanya.
"Kamu bilang sebelumnya take your time, tapi baru saja satu minggu lebih aku tidak berkomunikasi denganmu, kamu sudah melupakan aku... Kalian sama saja... sama - sama brengsek hanya beda gaya!" Indah mengumpat dan kembali berbalik masuk ke dalam mobilnya.
"Okaylah tidak ada alasan untuk aku harus disini sampai pagi, sungguh memalukan Indah .. sungguh memalukan..., ****!!!" maki Indah pada dirinya sendiri sambil memukul setir mobilnya karena emosi yang meluap-luap.
Ketika Indah mencari kunci mobilnya di yang di buangnya sembarangan di kursi sampingnya, tiba - tiba saja kaca mobil di ketuk oleh seseorang yang sedang naik motor, Indah sontak saja terkejut melihat ada orang di balik pintu mobilnya dan langsung refleks mengunci pintunya dari dalam.
"Indah???" tanya pria itu dan suara itu sangat familiar di telinga Indah,
"Van...Vano?!"
Bersambung
Teman - teman mohon maaf sebelumnya yah... karena beberapa hari ini Author hanya update satu episode setiap hari di karenakan kesibukan yang tidak bisa ditinggal, terima kasih atas kesetiaannya membaca Novel ini.
Mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
__ADS_1
makasi sebelumnya, dan jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee