
Setelah selama satu hari mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga dari seorang Jeremia, pria asing yang baru dikenal Indah saat kelaparan mencari makan di tengah malam, malah menjadi sebuah momen akil balik prinsip hidupnya, kini Indah kembali pada kenyataan hidup yang harus dijalaninya. Dan tentu saja yang dipilihnya.
Setapak demi setapak langkah kaki Indah membuatnya semakin dekat dengan tujuan, yaitu sebuah kantor Dinas Pemerintahan dimana Ia harus melaksanakan tugas yang diberikan oleh orangtuanya, Indah melakukan pendaftaran Proyek dan memasukkan Pakta Integritas pada Dinas tersebut, lalu kembali pulang.
Sesampainya di Hotel Indah menelepon Papa Leo dan memberikan informasi kepada Papa Leo, lalu Indah bersama Papa Leo sempat berbincang – bincang singkat mengenai masalah pekerjaan yang harus dan yang tidak boleh dilakukan menjadi bekal Indah untuk melangkah serta mengambil keputusan dalam setiap taktik kerjanya.
Segala ucapan yang terjadi saat makan malam bersama kembali terngiang – ngiang dipikiran Indah, benar seperti yang Indah akui kepada Memi, bahwa Indah tidak bisa secepat Memi dalam mengambil keputusan, namun sebuah tekad sudah bulat bagi Indah, dan hanya Indah saja yang tau apa yang akan dilakukannya.
Untuk mengurangi kecemasan dari diri Vani dan meminimalisir rengekan Vano yang cukup mengganggu konsentrasi, Indah memutuskan untuk kembali berkomunikasi lebih Intens walaupun belum seperti biasanya, tapi ternyata apa yang dilakukan Indah cukup berhasil, kini Ia bisa bekerja dengan Fokus dan tenang, hingga hari dimana Tender akan dimulai.
Jadwal penyerahan dan pembukaan Dokumen penawaran telah tiba, Indah telah menyerahkan beserta lima peserta lainnya yang sama – sama beradu nasib dan mencoba peruntungan baiknya. Berbeda dengan Indah yang memang dipersiapkan untuk menang, bukan untuk mencari peruntungan, semua dokumen disusunnya dengan baik, mulau dari dokumen penawaran, harga satuan barang, rencana anggaran biaya, rekapitulasi harga, juga spesifikasi teknis yang sesuai dengan permintaan panitia proyek.
Serta dokumen pamungkas yaitu dokumen Hak Patent yang hanya dimiliki oleh perusahaan Papa Leo, namun rasanya semua itu tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, Pagu anggaran senilai Satu Milyar Tujuh Ratus juta membuat beberapa pengusaha lokal sangat tergiur untuk merebut proyek tersebut bagaimanapun caranya.
Diruangan itu hanya Indah seorang wanita dan peserta termuda, membuatnya sangat diremehkan oleh para pengusaha – pengusaha paruh baya yang sangat berpengalaman pada bidangnya, sehingga mereka sangat menganggap remeh Indah, dan sesekali menertawai Indah tanpa sebab.
Indah yang menyadari apa yang terjadi disekelilingnya hanya tertawa dalam hati, tetap bersikap ramah dan tenang, dengan tujuan mengecoh jalan pikiran lawan, mereka akan sangat bingung ketika seseorang yang diintimidasi begitu tenang maka akan ada pertanyaan, siapa sebenarnya Indah dan atau siapa yang ada dibelakangnya..?
Bukankah itu sebuah pertanyaan klasik?
Lantas pada saat Pembukaan dokumen penawaran dibuka Indah mendapatkan nomor urut tiga penawaran terendah dengan dinyatakan dokumen lengkap, dan penawar dengan nomor urut pertama juga kedua dinyatakan memiliki dokumen yang lengkap.
Kini adalah tahapan verifikasi dokumen, atau pengecekkan kebenaran dokumen, apakah dokumen yang di serahkan merupakan dokumen asli atau dokumen palsu, karena maraknya pemalsuan dokumen maka panitia memberikan jeda selama satu minggu untuk memeriksa ketiga calon pemenang.
__ADS_1
Karena ini merupakan Tender terbuka dan kebetulan Indah adalah salah satu rekanan yang dipilih untuk membuka tiap lembaran dokumen tersebut sebagai saksi maka Indah mencatat semua kejanggalan- kejanggalan dokumen nomor urut satu dan dua tanpa diketahui oleh beberapa rekanan, namun jelass saja diketahui oleh panitia proyek, karena beberapa catatan itu diserahkan oleh Indah kepada Panitia proyek sebagai bahan verifikasi.
Tidak tinggal diam Indah juga memeriksa dan meneliti tiap dokumen yang dirasanya sangat janggal, satu minggu berlalu dengan begitu cepat, hingga tengah malam ini Indah mendapatkan segala sesuatu yang dibutuhkannya, serta beberapa bukti yang tidak akan disangkal oleh siapapun yang ada disana.
Benar saja pada saat pengumuman pemenang, Indah tidak lagi melihat pada papan pengumuman, namun Indah langsung masuk keruangan Panitia pelaksana untuk memberikan sebuah amplop cokelat.
“Apa ini Bu Indah?” tanya salah satu anggota panitia,
“Ini surat sanggahan Pak..” jawab Indah santai,
“Oh..., Baiklah saya terima yah.., dan ini adalah surat tanda terima dari saya, Sanggahan ini akan saya berikan kepada ketua panitia untuk dirapatkan dan apakah Ibu Indah bersedia untuk dikonfrontir?” tanya anggota tersebut,
“Iyah tentu saja Pak..” jawab Indah sambil tersenyum ramah,
Setelah menunggu selama dua hari akhirnya sebuah telepon kantor masuk ke ponsel Indah, dan siang ini Indah akan dipanggil dengan membawa beberapa dokumen serta bertemu dengan Para panitia, calon pemenang dan tentu saja Pejabat pembuat keputusan yang terkait didalamnya.
“Baiklah terima kasih atas berkumpulnya kita semua pada siang ini, karena sehabis verifikasi dokumen kita memang menyediakan waktu untuk sanggahan sebelum tanda tangan kontrak, maka disinilah kita semua berada karena kami pihak Panitia Pelaksana mendapatkan sanggahan dari perusahaan yang diwakilkan oleh Ibu Indah..”
“Dalam Surat sanggahan ini Ibu Indah mengatakan jika Hak Patent yang dimiliki oleh Bapak Joko adalah Hak Patent palsu, padahal kamu sudah memverifikasi dengan Sertifikat Hal Patent yang Asli yang dipegang oleh Bapak Joko, Jika Ibu Indah merasa kurang puas, ini adalah Sertifikat aslinya Bu..” Terang ketua panitia sambil memberikan sebuah sertifikat yang di laminating.
Belum sempat yang lain berbicara Pak Joko dengan angkuhnya berdir dari tempatnya dan berdiri sambil menunjuk wajah Indah dengan telunjuknya sambil membentak Indah,
“Kamu anak Ingusan!! Kamu tidak tau berhadapan dengan siapa yah?!!! Kaamu mau menjegal saya Hah?!! Kamu pikir saya ini tidak profesional?!! Kamu pikir siapa dibelakang saya!! Apa kamu tidak tau siapa Joko?!! Saya ini orangnya Bupati!! Jangan kamu macam – macam dengan saya!!”
__ADS_1
Indah yang mendengar ocehan pria paruh baya yang seumuran dengan Papa Leo hanya tersenyum dan tetap tenang,
“Pak..Pak.. tolong jangan bawa – bawa nama pejabat negara disini pak.., proyek ini tidak ada hubungannya dengan Bapak Bupati, ini adalah Proyek dana APBN Pak.., bukan APBD yang pak.., jadi tolong jangan membuat keadaan menjadi keos..” ucap Pejabat Pembuat Komitmen dengan tegas.
“Iyah!!! Tapi anak ini sangat kurang ajar Pak Axel!! Dia sangat merendahkan saya, dengan mengatakan jika Sertifikat Hak Patent saya Palsu, apa buktinya?!!
“Iyah mohon tenang, ini kita lagi verifikasi dan konfrontir kebenaran dokumen, bukan lagi berkelahi dipasar pak yah.., silahkan duduk, nanti ada waktunya anda berbicara, sekarang adalah waktunya saya yang berbicara sebagai penengah!!” dengan tegas Pak Chris berbicara, hingga membuat Pak Joko terdiam dengan wajah merah padam.
“Baiklah Bu Indah..., karena Ibu mengatakan Sertifikat ini palsu, maka saya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen ingin meminta bukti yang akan ibu ajukan...”
“Baiklah pak.. terima kasih atas waktu dan tempatnya.."
***
Bersambung
halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
makasi sebelumnya,
jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee
__ADS_1