
Ahh... membuka hati lagi, itulah pikiran Indah tadi ketika Nio memeluk dan mengecup bibir Indah dengan penuh kemesraan, sebuah ungkapan perasaan hati Nio telah terdengar jelas di kedua telinga Indah, dan membuat jantung Indah berdetak tak karuan.
Permintaan Nio di awal hubungan kisah kasih asmara mereka sungguhlah permintaan yang tidak biasa, di mana Indah di minta oleh Nio untuk merahasiakan hubungan mereka berdua dari kalayak umum, Indah bahkan di minta untuk percaya kepada Nio, hanya perkataan Nio saja.
POV Indah.
Sesampainya di rumah, memori kejadian di taman kembali teringat dan terngiang di kepala ku, semua perkataan dan permintaan Nio terus saja terngiang - ngiang,
"Hmmm... hubungan ini akan menjadi hubungan yang unik.., tapi apakah benar apa yang di katakan Nio?" guman ku dalam hati.
"Apakah aku benar - benar bisa mempercayai Nio?, lalu jika Dia seperti Mathew bukankah semua akan terasa konyol bagiku?, dan masa iyah jika orang tau aku pacaran sama dia bakal banyak yang mengganggu? dan atau bahkan lebih katanya tadi, kok aneh..." lagi - lagi Indah berpikir.
Tiba - tiba ponselku kembali berbunyi, dan terdapat satu pesan baru:
"Terima kasih untuk malam ini, muach!" - Nio
"Sama - sama" - Indah ,Balasku dengan cepat seketika itu juga,
Dengan segala keraguan dan berbagai pertanyaan Indah kembali menimbang - nimbang baik buruknya tawaran unik dari Nio dalam perjalanan memadu kasih ini, walaupun malam ini belum ada senyuman di bibir Indah, tapi Indah akan terus berusaha, yah... akan berusaha untuk menatap hari depan, tidak ingin jadi tiang garam seperti Istri Lot karena melanggar perintah sang Malaikat untuk berlari terus ke atas gunung dengan menatap kedepan dan ternyata di langgar nya juga ketika dia menoleh kebelakang, dengan berusaha meneguhkan hatinya untuk melepaskan bayangan Mathew dari hidupnya Indah mengatakan pada hati dan dirinya sendiri untuk tetap kuat.
Walaupun pada kenyataannya tidak semudah itu, bagi Indah ini masih terlalu dini untuk benar - benar melupakan Mathew, Namun keinginan Indah sangatlah besar untuk benar - benar menghapus semua kenangan buruk maupun kenangan romantis bersama Mathew, tiba - tiba sebulir air matanya terjatuh, rasa sesak memenuhi dada,
"Kau tega kak..., sungguh tega kau hancurkan hidupku, kamu ambil keperawananku, dan kamu menghamili wanita lain, sungguh tega kamu kak..., bagaimana aku bisa hidup dengan keadaan seperti ini, Kau sungguh jahat kak" tangis Indah dalam diam, hanya di saksikan oleh dinding kamarnya,
"Indah..., Minggu depan kita ketemuan lagi yah..." sekali lagi pesan singkat dari Nio masuk ke ponselnya Indah,
"Baiklah.., terima kasih untuk hari juga Nio" balas Indah,
__ADS_1
Tidak ingin mendengar atau merasakan getaran dari ponselku, Indah menekan tombol non aktif, dan membiarkan dirinya diam dalam gelapnya kamar , Namun mata Indah tertuju pada dua kotak sepatu yang tersusun rapi di atas lemari bajunya,
Hati Indah kembali terdorong untuk mengambil kedua kotak sepatu itu, kembali pada aktifitas lama yang sudah beberapa saat di tinggalkannya, kini semua terulang lagi, Indah kembali melihat satu persatu foto nya bersama mantan kekasihnya Mathew, senyumnya terukir sempurna ketika Indah melihat tumpukan surat - surat cinta dari Mathew, di bukanya satu persatu surat tersebut, di bacanya kembali perlahan - lahan seakan ini adalah terakhir kalinya Indah akan membaca surat - surat cinta tersebut.
'Saat itu kita tidak memakai ponsel seperti saat ini kan Kak Mathew, untuk telpon saja kita harus janjian dulu, aku harus menelpon asrama mu dan menunggu sepuluh sampai dua puluh menit sampai para penjaga itu memanggilmu dan kita bisa berbicara dengan durasi yang terbatas, jika tidak ada uang kita hanya akan saling mengirim surat seperti ini kak..' Indah kembali mengingat secuil perjalanan cinta mereka,
"Ini adalah surat - surat saat pertama kali kami memulai hubungan kami" ucap Indah pada dirinya sendiri...
hmmmmm.... Indah kembali menghela nafas panjang, 'Kapan aku akan siap untuk membuang semua kenangan ini, padahal seharusnya dengan sakit yang diberikan oleh Mathew kepadaku, semua ini hanyalah tumpukkan sampah tidak berharga'
'Akan sangat berbeda jika dia meninggalkan aku karena menjadi korban di medan perang.., maka semua kenangan ini akan menjadi harta yang paling berharga untukku' tapi itu hanya angan - angan belaka, segala yang manis tidak akan selamanya manis, bisa menjadi hambar, bahkan terkadang terasa pahit' Indah terus berbicara pada pikirannya sendiri.
----***----
"Ma..., Indah hari ini ke kampus yah.., karena ada pengumuman persiapan untuk ospek ma.." pamitku kepada mama,
"Entahlah.. perpeloncoan yang di larang ma.. biasanya ospek kan hanya baris berbaris aja, sama mau catat jadwal kuliah dan pengambilan mata kuliah umum," sahutku lagi,
" Yah uda hati - hati yah..." jawab mama, sambil tersenyum,
Hari ini, aku cukup semangat.., bagaimana tidak? aku adalah seorang mahasiswi bukan lagi anak SMA, dan sesampainya di kampus, mataku tertuju pada kumpulan para cover boy hits di kampus dan yah... salah satunya adalah Nio dan Calon suami saudaraku Kak Jack, Riche seperti biasa tersenyum dan menyapaku "Hi Indah..." panggilnya
"Hai..." jawabku sambil tersenyum dan terus berjalan,
"Indah..., kelasnya langsung ke lantai dua yah..." sahut kak Jack,
"Okay, thanks kak" sahutku dan terus berjalan, tanpa melihat ke arah Nio,
__ADS_1
Aku tidak tau bagaimana ekspresinya Nio, karena memang aku tidak melihat wajahnya sama sekali, sesuai dengan keinginannya, dan tiba - tiba seorang laki - laki datang menghampiriku, dan menarik rambutku yang terkepang dua,
"Apa - apain sih?! kamu gak punya sopan santun?!" gerutuku sama laki - laki itu,
"Kamu bicara soal sopan santu??!!, harusnya kamu yang malu, karena aku kakak tingkatmu, jadi apapun yang aku lakukan! tidak ada kata protes! Paham?!!" bentaknya kepadaku,
Sangking kesalnya air mataku tiba - tiba terjatuh, bukan karena aku takut, tapi aku merasa ini sangat buang - buang waktu dan aku merasa tidak ada tempat untuk aku mengadu, sejenak aku melihat bayangan Nio berdiri dengan mengepalkan tangannya,
"Kakak tingkat itu menunjukkan contoh yang baik untuk adik tingkatnya, bukan menunjukkan kebodohannya seperti kamu!!" ujarku dengan nada tinggi namun tidak membentak, tanpa mau menunggu mulut laki - laki itu terbuka, aku langsung berbalik dan berjalan, namun tiba - tiba dia menarik pergelangan tanganku.
Dan jelas terlihat Nio ingin menghampiri aku namun di tahan oleh kak Jack, dan kak Jack lah yang datang menolongku "Lepaskan Stan!, dia adikku, jangan gatel kamu ganggu anak orang" ucap kak Jack dengan santainya,
Aku menatap mata kak Jack, dan mendapatkan kode dari kak Jack untuk segera naik keatas dimana semua teman - teman seangkatanku sedang duduk di aula kampus.
*
*
*
*
*
*
bersambung
__ADS_1