Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 13


__ADS_3

Bibir kami bertaut menjadi satu, malam ini aku merasakan kelembutan dari sikap Nio, dari ciumannya, tangan Nio merengkuh erat pinggangku, sambil terus ******* lembut bibirku, dengan alunan kelembutan, dadaku bagaikan di tiup desiran angin siang.. menghangat seketi, aku merasakan hatiku yang kembali berbunga - bunga.


"Indah...." Suara itu memanggil namaku dengan lembut, lalu mendekapku erat, dan Nio mencium puncuk kepalaku, Reflex aku pun mengeratkan pelukanku ke pinggang Nio, dan menyamdatkan kepalaku di dadanya, kini hidungku sudah mulai beradaptasi dengan aroma tubuh pria ini, otakku mulai menerima bahwa ini adalah aroma tubuh orang yang baru saja membuat hatiku menghangat.


"Ayo.. kita pulang.., aku tidak mau mamamu kawatir" sambungnya,


"Hemmm.." jawabku sambil melepaskan pelukanku, dan kini kami bergegas naik mobil untuk segera pulang.


Hatiku menghangat kini, selama perjalanan aku kembali diam, tidak ada pembahasan diantara kami, tapi pikiranku melayang mengingat semua kebaikan dari keluarga Nio? dan suasana romantis yang Nio berikan kepadaku barusan, senyumanku mengembang kala itu,


"Besok kita ketemu lagi yah.." ucap Nio,


"Besok? heemmm..baiklah" jawabku,


Aku melihat Nio tersenyum, dan kembali fokus menatap jalanan, tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, kini kami sudah sampai di rumahku,


"Malam te.., maaf telat lima belas menit" Sapa Nio kepada mamaku, dan tentu saja.. Nio mendapatkan senyum terbaik dari mamaku,


"Oh.. Iyah..., gak apa - apa Nio" sambut mama,


"Nio ijin pulang yang tante.. karena sudah malam" pamit Nio sopan,


"Iyah.. hati - hati yah.." jawab mama, dan segera masuk ke kamarnya,

__ADS_1


Aku masih berada di depan karena akan mengantar Nio sampai di pagar rumah, "Terima kasih untuk hari ini" kata Nio, sambil tersenyum lalu mengecup singkat bibirku,


"Sama - sama, sampaikan salamku untuk mama kamu yah.." ucapku, dan Nio mengangguk kepadaku.


Setelah Nio pulang, hatiku masih berbunga - bunga, namun tiba - tiba aku teringat akan apa yang di ucapkan oleh Mathew tadi di telpon "Kurang ajar kamu kak!! bisanya kamu mengancam aku dengan sangat tidak gentle." batinku menahan rasa emosi yang campur aduk.


"Indah!" panggil mama,


"Iyah ma?" sahutku,


"Ceritakan ke mama dong..., tadi kalian ke mana aja?" tanya mama penasaran dengan wajah sumringah bukan main.


"Indah di ajak makan malam ma.."


"Nio tadi ngajak Indah makan malam di rumahnya ma.., Indah ketemu sama orang tua dan beberapa saudaranya" jawabku sambil tersenyum, "Mereka baik, dan sepertinya suka sama Indah ma.." sambungku


"Syukurlaahhh..., Yah Tuhan... mama kepingin punya mantu ganteng kayak Nio,,pokoknya Nio anak mantuku" ucap mama


"Apaan sih ma.., kok lebay banget mama ini" sungutku sambil berlalu ke kamar,


"Terus kalian ke mana lagi? loh...loh.. belum selesai ngobrol kok mama sudah di tinggal.. mulai nggak sopan kamu sama orang tua yah" omel mama,


" Habis malan malam, langsung pulang ma.." jawabku, nggak mungkin kan aku harus menceritakan secara detail ke mama tentang moment romantis kami.

__ADS_1


"Hhmmmm...." sungut mama,


Pikiranku kini melayang, dengan apa yang Mathew katakan, rasanya Nio tidak mungkin akan menerimaku jika Nio tau masa laluku, dan tau kalau aku sudah tidak utuh lagi, air mataku kembali mengalir " Kamu jahat kak.." lirihku.


Tling.. tling..


"Indah.., kakak mohon.. kakak ingin bertemu dengan kamu dek..." - Mathew


"Sialan!!! selalu saja orang ini merusak suasana hatiku!!"


*


*


*


*


*


*


bersambung

__ADS_1


__ADS_2