
Rencana ingin mengakhiri hubungannya dengan Nio dan memilih Dhino akhirnya kacau balau dan gagal total, Nio justru saat ini sedang berjuang untuk memperbaiki hubungan mereka berdua, Nio tidak ingin berpisah dari Indah, justru Nio memiliki rencana yang selama ini bagi Indah adalah permintaan yang paling sulit di kabulkan oleh Nio.
"Antara kamu dan temanmu itu.. harusnya aku percaya sama kamu, dan tentang aku dan Risa rasanya berita di luaran terlalu berlebihan, aku memang berteman dengannya hanya berteman"
"Oh... terus?" jawab Indah,
"Yah .. aku akan mengenalkan kalian berdua" jawab Nio,
"Apa?!" Indah kaget dengan ucapan Nio, merasa tidak yakin.
"Iyah dalam waktu dekat aku akan mengenalkan kalian berdua" sekali lagi Nio meyakinkan Indah,
"Iyah sudah... kalau gitu sekarang kita istirahat dulu saja" sahut Indah.
Di kota kabupaten tempat Indah dan Nio kunjungi adalah kota yang memiliki udara yang dingin, Jeruk adalah buah asal daerah tersebut, disana Indah di kenalkan oleh saudara - saudara sepupu Nio dari keturunan istri pertama papanya, yah Nio adalah anak bungsu dari Istri kedua.
Mereka menyambut Indah dengan baik dan menunjukkan bahwa Indah sangat di terima di keluarga tersebut, tentu saja siapapun akan bahagia jika di sambut dengan hangat oleh keluarga kekasihnya.
"Kamu beruntung Indah" bisik Vanya,
"Kenapa Van?" tanya Indah,
"Karena Kamu di terima dengan baik oleh seluruh keluarganya Nio, kedua orang tua Nio juga sangat menyayangi Kamu bukan?"
"Iyah benar Van.. "
"Semua kakak - kakaknya Nio juga sangat sayang denganmu bukan?"
"Iyah benar, bagaimana denganmu?" Tanya Indah
"Aku hanya di terima oleh papanya Saga saja, tapi Mamanya sangat membenci diriku", keluh Vanya,
__ADS_1
"Kenapa? kenapa bisa begitu?"
"Aku juga tidak tau, awalnya aku berpikir mungkin karena beda Agama, tapi ketika aku bilang, aku akan ikut Saga agat tidak berbeda, tetap saja Mamanya Saga tidak menerima Aku Ndah... lalu Aku sadar, semua karena status sosial, Dia anak orang kaya sedangkan aku hanya orang tidak punya Ndah... bahkan kedua orang tuaku untuk membayar kontrakan rumah yang harganya satu juta lima ratus ribu rupiah selama setahun saja tidak sanggup Ndah.." Seketika itu juga Indah memeluk Vanya,
"Suatu saat kamu akan menjadi seseorang yang sukses, kamu jangan berkecil hati yah... jika Saga sangat mencintaimu aku yakin dia akan memperjuangkan kamu Van.."
"Terima kasih yah Indah.." ucapnya sambil mengusap air mata yang terjatuh dan memaksakan untuk tersenyum.
"Iyah sama - sama, Yuk... kita kedalam lagi.. mereka sudah menyiapkan makanan untuk Kita Van.. Halal kok makanannya" ajak Indah,
"Yuk... " sahutnya sumringah.
----***----
Selama beberapa minggu ini hubungan Indah dan Nio semakin membaik, membuat Indah bingung mencari alasan apa untuk menyudahi hubungannya dengan Dhino. Dhino tidak pernah sekalipun berbuat salah dengannya, apa iyah langsung di putusin begitu saja, rasanya kok terlalu kejam bagi Indah.
Suatu ketika Indah teringat akan janji Nio, "Nio... kapan kamu akan mengajak Risa berkenalan denganku?" tanya Indah mengingatkan akan janji yang terucap, Nio pasti tidak menyangka jika Indah menagih janji tersebut, karena sudah hampir sebulan lamanya Indah dan Nio sudah baik - baik saja, tidak ada saling bahas antara Dhino ataupun Risa, namun kali ini semua kembali terungkap, karena Indah memiliki rencana jika Nio mengenalkannya kepada Risa maka Indah akan memilih Nio kembali sebagai satu - satu lelaki yang di sebut pacar.
"Iyah nanti... dia lagi sibuk kayaknya" jawab Nio,
"Iyah nanti aku bilang yah..."
"Nanti kapan? sekarang aja kirim pesan Nio, biar tidak menunda lagi, ini sudah tertunda hampir sebulan loh dari janjimu sendiri" Indah semakin berani mendesak Nio, karena Nio terlihat gelagapan, Indah yakin ada sesuatu yang tidak beres.
"Iyah nanti kan aku lagi nyetir Ndah?!" sahut Nio terdengar kesal,
"Ini pas lampu merah dan macet kamu bisa kirim pesan kan? kalau Risa bilang tidak bisa yah ajak aja hari sabtu pas Dia Free.." kembali wajah Nio kini terlihat memerah,
Tidak juga melakukan apapun, Nio hanya berfokus melihat kedepan dan menggenggam setir mobil dengan erat tidak seperti biasanya, karena lelah dengan keheningan yang ada Indah lagi - lagi berbicara,
"Nio... sebenarnya ada apa sih di antara kalian? aku lelah seperti ini Nio, kalau kamu suruh aku percaya denganmu tapi kenyataannya seperti ini lebih baik kita sudahi saja semuanya, Aku lelah Nio, dari dulu permasalahan kita beberapa bulan ini hanya karena perempuan yang bernama Risa!!! Aku muak!!" Kali ini tidak ada lagi suara yang meninggi, tersengal - sengal, atau air mata, semua di ucapkan oleh Indah dengan tenang.
__ADS_1
"Apa maksud mu? aku tidak mau!!" jawab Nio sambil menggelengkan kepala.
"Aku lelah dengan pertengkaran kita karena perempuan itu, sudah berapa bulan kita bertengkar, cek cok dengan masalah yang sama? berbulan - bulan ini aku merasa hubungan kita stuck di tempat! kita tidak ada kemajuan apapun."
"Aku tidak mau!! bukankah aku sudah bilang akan mengenalkan mu nanti?! kenapa kamu tidak bisa bersabar Indah!" frustasi sudah terlihat di wajahnya Nio, namun semua itu tidak menggetarkan sedikitpun hatinya Indah.
"Kamu bilang akan mengenalkan kepada aku secepatnya, ingat yah bahasanya itu SECEPATNYA! bukan Nanti!! dan selama hampir sebulan ini aku tidak membahas karena aku menunggu niat baik dari kamu Nio! tapi nyatanya sampai sekarang semua hanya bualan kan?" dengan tegas Indah berkata kepada Nio, tidak lagi ingin di permainkan juga mempermainkan perasaan Dhino di sana, saat itu Indah sudah mantap dengan keputusannya, Indah tidak akan lagi melanjutkan semua ini.
"Berikan aku waktu selama satu minggu, aku akan mencari waktu untuk mempertemukan kalian berdua, bagaimana?" Kini Nio memberikan sebuah tawaran terbaru,
Indah berpikir sejenak, 'Apakah aku harus terjebak dengan benang kusut ini selama satu minggu lagi?' guman Indah sambil menatapnya kesal.
"Baiklah satu minggu" jawab Indah singkat.
Namun kali ini Indah tidak akan mau tinggal diam lagi, Indah berencana untuk mencari tahu sendiri siapa Risa dan di mana rumahnya lalu apa hubungannya dengan Nio, karena selama ini semua gonjang ganjing di dengar dari orang lain, walaupun bukti - bukti sudah mengarahkan kebenaran kabar burung tersebut.
Keesokkan harinya Indah memilih untuk membolos mata kuliah kesayangannya hanya untuk pergi ke Bank tempat Risa bekerja, tujuannya tentu saja bukan untuk melabraknya atau mengajak Risa bertengkar dan membabi buta, Indah ingin tau seperti apa perawakan seorang Risa, dan tentu saja dengan alasan membuka rekening baru.
Seorang Customer servis telah melayani Indah dengan baik, dan pada tahapan penyetoran uang, kok malah kebetulan sekali Indah di layani oleh seorang teler yang bernama Risa, ketika membaca name tag di dada wanita dewasa itu terlihat jelas nama perempuan yang selama ini menjadi pokok permasalahan hubungannya dengan Nio, sampai - sampai Indah mencari pelampiasan dengan menerima cinta Dhino,
'Semua kacau karena kamu!' batin Indah,
Lalu dengan cepat setelah melakukan transaksi Indah menelpon kak Ayi, Indah ingin menceritakan semua permasalahannya dengan Nio dan Risa, maksud hati ingin meminta tolong kepada kak Ayi, Indah malah mendapat kejutan yang tidak di sangkah - sangkah.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Bersambung