
Persahabatan kami membawa kami lebih mengenal satu sama lain baik buruknya kami semua membuat persahatan ini menjadi semakin erat, namun berbeda dengan Dhino dan diriku, Dhino datang mendekat denganku disaat aku merasa rapuh, dia seolah melindungiku di saat aku membutuhkan, Dhino juga selalu hadir dalam tiap sedihku sehingga membuat aku lupa akan perih yang di torehkan oleh Nio.
Hampir setiap hari Dhino selalu datang mengisi hariku yang kosong, setiap Dhino datang dia selalu saja mampu membuatku tertawa lepas, aku tidak pernah mendapati diriku seperti ini dengan Nio, bahkan berbagai informasi jahat terus saja datang silih berganti tentang Nio dan Risa namun kini aku merasa biasa saja, aku memutuskan untuk mengabaikan saja semuanya, Namun tidak dengan mamaku, mamaku merasa ada yang lain dengan aku dan Dhino, Hingga suatu waktu mama ikut nimbrung bersama - sama kami,
"Apa Kabar Dhino?" tanya mama dengan ramah kepada Dhino,
"Kabar baik tante, tante apa kabar?" tanya balik Dhino
"Tante baik - baik aja, Eh Dhino sama Ami ada waktu nggak nanti tanggal 22 Desember?" kali ini mama melibatkan Ami yang juga sedang bersama - sama dengan kami,
"Gimana te? kalau Ami sepertinya pasti ada waktu!" ucap Ami dengan girang,
"Kalau Dhino?" tanya mama lagi,
"Sepertinya tanggal itu Dhino nggak kemana - mana te.., mungkin ada waktu te.., kalau diatas jam 6 sore." jawab Dhino sambil sedikit berpikir,
"Nah!! kalau kalian semua ada waktu, ajak Nita sekalian yah..., tante mau ngajak kallian makan malam di restaurant Oriental! karena tanggal itu hari ulang tahun pernikahan tante dan om, kalian tante undang kita makan sama - sama yah.." ajak mama dengan riang,
__ADS_1
Jelas saja ajakan mama disambut dengan riang oleh Ami dan Dhino, aku merasa ada yang aneh..., karena mama jarang sekali mengajak teman - temanku untuk ikut masuk dalam acara keluarga, selain hari ulang tahunku atau apapun itu. Setelah sedikit berbincang ringan dengan Ami dan Dhino, mama pergi meninggalkan kami semua.
"Dhin.., aku balik duluan yah.." pamit Ami,
"Kamu mau kemana Mi?" tanyaku,
"Aku mau jemput Nita, mau ngajak dia jalan - jalan" Jawab Ami,
"Kok nggak di ajak kesini aja to?" jawabku,
"Soalnya waktu Nita kan cuman dikit In.., kamu tau kan? dia harus bantu orang tuanya kerja, jadi waktunya yang cuman dua jam ini harus dihabiskan sama aku dongg" Ucap Ami sambil tertawa,
"Loh kok.., buru - buru to.. aku jadi sendirian loh"
"Hahaha!! kamu itu loh.., besok kan ketemu lagi" celetuk Ami sambil mengejekku,
"Kamu gak mau jauh dari aku yah?" lanjut Ami,
__ADS_1
"Iyah lah, aku pengennya kita jadi tetangga aja, biar bisa main kapanpun hehehe" jawabku, Dhino hanya tersenyum manis melihat tingkahku dan Ami,
Lalu aku pun mengantar mereka berdua ke depan untuk mengambil motornya masing - masing dan pergi berbarengan saat itu, Rasanya senang sekali punya sahabat - sahabat yang selalu ada dalam tiap aku membutuhkan, Aku memutuskan untuk bermalas - malasan di kamar sambil mendengarkan lagu - lagu di komputerku, sampai aku membuka galeri dan mendapati video baru,
Ini Video slide slow, moment - moment foto yang entah kapan diambil, ada foto aku tertawa, melamun, bahkan ada foto - foto selfie ku sendiri, dengan backsound lagu yang aku lupa itu lagu apa, terus pada akhir videonya ada tulisan "ich liebe dich", aku tidak tau artinya saat itu dan hanya tersenyum melihat video editan yang ada di Ponselku,
Ketika malam sudah menjemput kembali aku teringat akan Nio, dalam hati hanya bertanya - tanya, sedang apa dia?, dimana dia? apakah saat ini Nio sedang asik dengan Risa? hatiku kembali ngilu jika mengingat apapun tentang laki - laki ini. Namun rasa penasaran lebih besar dari pada rasa sakit hatiku kepada Nio, kembali aku mengambil ponsel hendak mengirimkannya pesan singkat, Namun satu panggilan masuk di Ponselku.
*
__ADS_1
Bersambung