Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.25– BERPIKIRLAH REALISTIS


__ADS_3

Ingin memanfaatkan waktu berbicara berdua dengan Papa Leo saja, ternyata Mama tidak benar-benar masuk kedalam kamarnya, Dia... hanya memberikan kesempatan untuk Indah menyampaikan segala uneg-uneg dipikiran Indah, namun lagi - lagi mama membuka lebar pikiran Indah, agar jangan terlalu mengandalkan perasaan namun wanita juga patut berlogika.


"Indah... jaman sekarang ini Cinta saja tidak cukup Indah, apa Cintamu itu bisa di goreng???? bisa berubah jadi nasi dan mengenyangkan kah Indah??? berapa banyak orang-orang yang menikah atas dasar cinta lalu bercerai karena himpitan ekonomi??? apa kamu yakin? bisa hidup sederhana selamanya? tanpa ada keinginan jalan - jalan dan shoping ke mall atau keluar negeri gitu?"


Tentu saja Indah tidak yakin, bukannya tidak suka dengan segala sesuatu yang berbau kemewahan.., sekali - kali tidak dapat dipungkiri keinginan hidup serba ada tentu saja sering Indah bayangkan, apalagi Indah juga sempat memikirkan untuk traveling keliling dunia suatu saat nanti.


"Jawab mama Indah..." perasaan ragu yang hinggap di pikiran Indah sempat membuatnya mati kutu tak dapat menjawab pertanyaan mama, tapi... waktu masih panjang dan masih ada kesempatan untuk berusaha bukan??? Usia masih muda, yah walaupun tidak dapat dipungkiri jika usia Vano sebentar lagi sudah berkepala tiga tapi bahkan sampai saat ini Vano belum terlihat produktif,


Lagi - lagi Indah meyakinkan diri jika rejeki setiap orang itu memiliki jalan yang berbeda-beda, lalu kenapa semua sudah di vonis begitu saja... bahwa hidup akan susah dan lain sebagainya.


"Indah nggak tau ma.. tapi kenapa mama nggak kasih Indah kesempatan untuk bisa membuktikan kepada mama dan papa kalau Vano juga bisa berhasil ma?" tanya Indah sekaligus mendesak kesempatan kepada mama yang belum memberikan persetujuan apapun.


"Okay!!!! Indah kalo kamu selalu berpikir seperi itu, maka mama akan memberikan waktu satu tahun untuk pacarmu itu, satu tahun terhitung sejak hari ini, tahun depan dia harus selesai kuliah dan harus mendapatkan pekerjaan yang tetap. Tapi jika waktu satu Tahun tidak dapat dimanfaatkan dengan baik dan meleset, maka kamu harus putus dengannya, apakah kita setuju?" Mama terlihat begitu tegas kali ini.


Satu tahun adalah sebuah kesempatan yang sangat langkah dari mama... akhirnya Mama memberikan kesempatan itu juga .. bagi Indah satu tahun ini tidak akan di sia - siakan olehnya mensupport Vano agar bisa mapan.


"Baiklah mama... Indah berterima kasih untuk kesempatan ini mama..., papa terima kasih banyak." Rasa Syukur dipanjatkan terus didalam hatinya, bahkan berkali-kali Indah meminta ampun kepada Tuhan karena sempat merasa kecewa.


"Tapi ingat Indah ... kamu harus berpikir realistis, jika tidak berhasil dalam satu tahun maka kamu harus meninggalkan pacarmu itu, karena Dia tidak dapat mempergunakan waktunya dengan baik. Apakah kau paham?" Ucap mama...,

__ADS_1


"Baik lah ma... Indah akan berusaha untuk memanfaatkan waktu yang mama kasih..." ucap Indah.


Setelah selesai urusan Indah di rumah selesai, segera Indah bergegas untuk pergi ke kampus untuk bertemu dengan Vano, untuk menyampaikan kabar baik ini, seolah menunggu Vano keluar dari kelas selama tiga puluh menit adalah tiga puluh menit terlama yang dirasakannya.


Indah bolak balik melewati kelasnya Vano terus mengintip tidak sabaran menunggu, akhirnya setelah terlihat Vano memberikan selembar kertas kepada Dosennya dan bergegas keluar Indah langsung daja menggandeng Vano berjalan menuju ke parkiran mobilnya.


"Ada apa Indah? kamu terlihat sangat ceria, bukankah tdi katanya ada masalah di rumah?" tanya Vano penasaran,


"Iyah.. sampai di mobil baru aku ceritakan Van... ayo cepetan.." gandeng Indah,


"Disini saja... kalo di mobil takutnya orang mikir yang macam macam Ndah..." akhirnya mereka duduk di bawah pohon beringin, tidak terlihat mahasiswa lainnya, hanya mereka berdua di situ,


"Baiklah Van... semalam memang ada masalah antara aku dan mama... tapi tadi semua sudah di luruskan Van... dan aku bersyukur karena akhirnya mama memberikan kita waktu selama satu tahun, jadi tahun depan kamu harus wisuda dan kalaupun kamu belum punya pekerjaan pasti kamu harus punya pekerjaan yang menjanjikan Van..." terang Indah, dan tentu saja Vano tidak langsung bahagia, satu tahun adalah waktu yang singkat baginya, sedangkan perjuangan untuk skripsi bisa saja lebih dari itu.


"Harus bisa! harus selesai Van.." tegas Indah,


"Kalau ternyata tidak selesai dan aku kesulitan untuk menyelesaikannya bagaimana? pasti ada konsekuensinya kan?"


'Kenapa kok malah sekarang Vano yang merasa ragu? apa - apaan ini?!' omel Indah dalam hati.

__ADS_1


"Kalau tidak selesai maka hubungan kita yang selesai, jadi kesempatan ini tidak boleh disia-siakan Van, kamu harus menyelesaikan kuliahmu, aku akan membantumu untuk menyanyi di setiap job job yang kamu dapatkan, untuk persiapan biasa wisuda dan skripsi mu, tapi berjanjilah jika kamu akan menyelesaikannya, bukankah kita sudah berjanji untuk berjuang bersama Van?" Indah jadi galau berat mendengar pertanyaan Vano yang dinilai sangat tidak masuk akal.


"Baiklah aku akan berusaha, aku akan mempersiapkan judul skripsi itu mulai dari sekarang, maafkan aku yang takut dengan hari esok yah Ndah..." Vano seolah meyakinkan dirinya sendiri untuk maju dan berjuang.


"Janji yah Van... tolong jangan kecewakan aku, jangan buat aku berkonflik lagi sama mama... kalau kamu selesai kuliah, urusan pekerjaan pasti bisa diatasi Van... yang penting ijazah di tanganmu dulu, okay?"


"Okaylah Ndah... lalu apa yang mamamu katakan lagi setelah memberikan waktu kepada kita?"


Kembali Indah menimbang apakah Vano patut tau apa yang dikatakan oleh mama... tapi jika Vano tidak tau maka tidak akan ada cambuk yang membuatnya berlari tiada henti, Indah memutuskan untuk berterus terang kepada Vano walau tidak sedetail apa yang terjadi sebenarnya dirumah,


"Mama sebenarnya tadi malam mengusir aku Van, tapi tadi saat dipertemukan aku memohon kesempatan, singkat cerita mama akhirnya memberikan kesempatan untuk kita, tapi satu ultimatum keras di lontarkan agar aku berpikir realistis, karena Cinta tidak akan dapan berubah menjadi nasi dan telur, kita harus berjuang untuk mau menjadi mapan Van... kata mama banyak pernikahan yang didasari oleh Cinta akhirnya hancur juga akibat himpitan ekonomi, makanya mama kasih kesempatan kamu untuk bisa mapan Van... aku tau ini tidak mudah bagimu, tapi aku tidak akan meninggalkanmu, andai kamu lulus kuliah aku tetap akan mempertahankan kamu Van.. kita bisa berwirausaha.. jangan khawatir yah..."


Vano lantas terlihat berpikir keras... "Baiklah kalau begitu, semester depan aku sudah program skripsi kok Ndah.. jadi aku akan memastikan bahwa satu tahun yang di berikan oleh mamamu tidak akan terbuang percuma..."


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB

__ADS_1


makasi sebelumnya, dan jgn lupa


Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2