
Tiga minggu sudah hubunganku dengan Antonio berjalan, perjalanan hubungan sangat bertolak belakang dengan hubunganku dulu dengan Mathew, kalau dengan Nio pertemuanku selalu terjadwal dengan baik, sedangkan dengan Mathew, setiap hari kami pasti bertemu, kami hanya akan berpisah jika Mathew di tugaskan ke luar kota.
Dan malam ini adalah jadwal aku bertemu dengan Nio,
"Jangan lupa nanti malam ya..." - Nio
Pesan singkat itu sejenak membuatku tersenyum di sela - sela jam istirahatku ketika Ospek berlangsung,
"Okay" - Indah, balasku singkat, dan kini aku harus kembali berbaris lagi di tengah lapangan yang panasnya membuat siapa saja pasti akan dehidrasi dan emosi.
Ketika Ospek sedang berlangsung, Nio dari kejauhan menghampiriku dan menggodaku dengan mengacak - ngacak rambutku di depan semua mahasiswa baru kala itu "Duhhh... kasihan, panas yah.." goda Nio saat itu, aku hanya tertunduk malu dan tidak menjawabnya hanya tersenyum kecil,
Mengingat Nio masih merahasiakan hubungan kami di public maka aku pun bersikap biasa saja, Dan setelah menggoda singkat Nio segera beranjak menjauh dari tempatku, seperti biasa.. dia bersikap seolah - olah kami tidak memiliki hubungan khusus, hanya beberapa orang terdekat saja yang tau hubunganku dengan Nio.
Rasanya aku sudah tidak sabar sekali menunggu datangnya sore, namun tetap saja.. hari ini waktu berjalan cukup lamban bagiku,
"Yah itu yang lagi melamun di panggil kedepan!" tiba - tiba saja ada sebuah tangan kokoh menarikku ke depan lapangan dan seketika aku tersadar bila sekarang aku berada di depan lapangan dan menghadap keseluruh peserta mahasiswa seangkatanku, yang ternyata di sana sudah ada tiga orang mahasiswi baru berdiri termasuk diriku.
Mataku mengelilingi lautan manusia di depanku dan menatap satu persatu wajah jelek kakak tingkatku yang sangat menjengkelkan, tersenyum dengan sinis, tatapan yang sangat mengintimidasi, dalam hati aku berguman "Apa??!! kalian mau mengintimidasi saaiiiiyaaaa????, salah besar!!! aku bukan anak gadis lemah yang penakut dengan tampang - tampang sinis kalian!" geramku dalam hati, mengingat sebelum masuk acara resmi ospek saja sudah ada insiden yang di buat oleh Nio karena aku, dan itu adalah awal yang buruk untukku, sehingga banyak sekali kakak - kakak tingkat yang sangat sinis dan iri kepadaku,
Mereka mulai curiga siapa aku ini, kenapa Nio sampai membuat keributan di kampus, kalau di bilang pacar juga selama di kampus kami tidak pernah jalan bareng, kalau di bilang bukan pacar juga ngapain Nio membela orang yang bukan siapa - siapa nya.., tapi aku tetap bersikap biasa, karena Nio sudah mengingatkan bahwa memiliki hubungan asmara dengannya bukanlah perkara yang mudah.
__ADS_1
"Siapa namanya???" tanya seolah kakak senior cowok dengan ramah,
"Nama saya Indah kak.." jawabku dengan ramah juga,
"Rayu kakak dong...pakai puisi" lagi ujarnya,
Sejenak aku terdiam, dan mengalihkan pandangan ke sembarang arah, aku menatap sosok pria tampan yah.. jelas dia Nio sedang duduk di bawah pohon ketapang kampus dengan memperhatikanku, dari wajahnya tidak terlihat tampang kesal, malah Nio terkesan meledekku, karena dia sekarang sedang tersenyum jahil. "Okay!!" Gumanku
"Nama kakak siapa?"tanyaku ramah..
"Pieter..." jawabnya, "Ayo.. di rayu dong..." dan beberapa suara sorakkan serta gelak tawa menggema di lapangan itu,
Tatapanku dengan Kak Pieter beradu beberapa detik, hingga aku melihat Kak Pieter menelan salivanya, dan aku tersenyum kepadanya, "Hari pertama aku menginjakkan kakiku di kampus, aku sudah gagal fokus dengan seorang laki - laki yang bertubuh tegap, Hari ke dua aku kembali ke kampus ini jantungku berdebar kencang ketika memandang manik mata coklat yang memiliki pandangan setajam elang, Hari Ketiga seolah waktu berubah menjadi slow motion ketika senyumanmu merekah, walaupun senyuman itu bukan untukku, hingga hari - hari berikutnya aku dibuat penasaran, sebenarnya siapa sih.. sosok laki - laki tampan yang membuatku gundah gulana tidak bisa tidur berminggu - minggu, ternyata hari ini aku sangat beruntung dan mendapatkan jawabannya, tanpa perlu mengatur strategi untuk berkenalan denganmu, kini aku malah di suruh menggoda dirimu, bagai menemukan sebuah harta karun ketika berdiri sini, ternyata namanya adalah Pieter , Hhhmmmm....,Kak Pieter, mau makan malam denganku???" Ucapku di sambut gelak tawa seluruh orang disana dan tepukan tangan serta sorak sorai dari kelompok kelasku, dan aku juga melihat Nio tertawa terbahak - bahak,
Aku melihat Kak Pieter malah salah tingkah juga wajahnya berubah merona merah, Kak Pieter tertawa sambil mengacak - ngacak rambut, "Gilaaa yah...!!! aku yang mau bikin anak baru gerogi kok malah sekarang aku yang gerogi" Pieter sungguh mengakui kenyataan bila dia sekarang sedang salah tingkah,
"Seriusan mau ngajakin aku makan malam?" tanya Pieter kepadaku,
"Seriusan lah kak..., tapi kakak yang bayarin" jawabku dan lagi - lagi semua tertawa mendengar jawabanku,
"Kalau gitu besok yah.. kita makan siang berdua aja dikantin sebelah," jawabnya dengan pengeras suara dan di sambut hura dari semua orang di sana,
__ADS_1
"Boleh kak.., kita makan di kantin biar murah yah kak?" lagi aku menggodanya, dan semua kembali tertawa terbahak - bahak,
"Ah Indah tau aja, yah uda balik ke barisan yah...," ucapnya dan aku mengangguk sambil tersenyum, "Bagi nomor hp yah Ndah.." bisik Pieter,
"Aku tulis yah kak..." aku langsung menulis nomor ponselku di sebuah kertas dan memberikannya kepada Pieter, namun ketika Nio melihat aku memberikan sebuah kertas, wajahnya langsung berubah dari tertawa terbahak - bahak menjadi sangat datar.
"Oups sepertinya aku melakukan kesalahan" gumanku dalam hati.
*
*
*
*
*
*
bersambung
__ADS_1