Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.8 - KITA YANG TIDAK SAMA


__ADS_3

Perjalanan Cinta Indah memang sungguh penuh lika liku, terlepas dari dua hubungan yang toxic, dan melepas seseorang demi kebaikan orang di sayanginya sudah di pernah lalui oleh Indah, baginya waktu satu tahun untuk healing mungkin sudah cukup ketika Indah kembali di pertemukan dengan sesosok teman lama, yang juga sudah satu tahun ini tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun, setelah putus dari sang mantan pacar.


Makan malam berdua di restoran pinggir tebing membawa mereka berdua pada suasana yang romantis, gemerlap lampu - lampu kota sungguh cantik, belum lagi sesekali terlihat kunang - kunang dengan cahaya hijaunya beterbangan dan langit malam itu sungguh cerah, dengan ribuan bintang menjadi atap kedua Insan yang sama - sama sedang mengatur detak jantungnya satu sama lain.


Bagi Indah.. Ryan terlihat semakin dewasa, rahangnya menjadi lebih tegas dari yang pertama kali dilihatnya, aroma citrus mint yang menyeruak membuat indra penciuman Indah menyimpan memory aroma yang mungkin akan menjadi aroma kesukaannya beberapa saat lagi, pembawaan Ryan yang tenang, berkharisma dan tentu saja memiliki sisi intelektual yang sangat tinggi, semua itu mampu membuat Indah merubuhkan dinding pertahannya seketika.


Sedang bagi Ryan.., entahlah apa yang dipikirkan oleh Ryan malam itu, namun segala suasana syahdu yang tercipta ternyata membuat Ryan gelisah bukan main, sampai akhirnya sudah tidak dapat di tahannya lagi untuk mengungkapkan isi hatinya. Bahagia?! Jelas itu adalah kata yang tepat untuk mendefinisikan bagaimana isi hati Indah saat itu, sempat terbesit apakah terlalu cepat Ryan mengatakan ini? Namun lagi - lagi semua itu dapat di patahkan oleh Ryan.


"Aku tau mungkin kamu berpikir ini terlalu cepat, tapi kita sudah saling mengenal lebih dari dua tahun bukan? Dan aku rasa waktu satu tahun sudah cukup bagi diriku untuk menata hatiku dan aku siap untuk menemukan cinta yang baru, aku pun berharap sesuatu yang sama darimu, rasanya satu tahun juga sudah cukup untuk dirimu menyembuhkan semua luka yang ada dihatimu." Suara Ryan terdengar sedikit menahan getaran rasa gerogi saat berbicara dengan Indah.


Seolah tau isi hatinya Ryan lagi - lagi berhasil membuat Indah sedikit menghilangkan keragu - raguan di pikiran dan hatinya, "Apakah kamu memiliki rasa yang sama denganku Indah?" tanya Ryan.


Indah menatap Ryan dan dengan gagap akhirnya mengakui perasaannya, "Iyah.. begitulah.., Tapi Entahlah..., apakah aku bisa benar - benar siap untuk membuka hatiku lagi, aku tidak tau.." masih tersimpan rasa trauma, dan segala sesuatunya selalu tidak bisa lepas dari rasa khawatir.


"Baiklah.., kamu umur sembilan belas tahun bukan? Dan aku dua puluh tiga tahun.., kita masih sama - sama muda, kamu pasti masih ingin mengejar karirmu, sedangkan aku sudah bekerja dan memiliki angan - angan untuk memperbesar usahaku, tapi aku butuh seorang pendamping Indah, seseorang yang bisa mendukungku dan aku rasa kamu adalah sosok yang tepat untukku, Aku tidak ingin main - main dengan hubungan ini" tegas Ryan.


Indah terharu mendengar kesungguhan Ryan, namun masa lalu yang membekas dan menyakiti teramat dalam membuat Indah bukan hanya khawatir untuk melindungi dirinya sendiri, namun juga orang yang akan menjadi tambatan hatinya.


"Tapi..., aku..., aku tidak baik Ryan.., masa laluku tidak baik.." akhirnya Indah memberanikan diri untuk membuka jati dirinya, seperti yang pernah dikatakannya kepada mamanya, bahwa Indah tidak akan menipu siapapun yang akan menjadi pendampingnya, semua hubungan harus di awali dengan sebuah kejujuran bukan? Lebih baik segala sesuatunya terbuka di awal, dari pada harus menunggu waktu yang tepat dan segala spekulasi yang ada.

__ADS_1


Bagi Indah, waktu yang tepat adalah sekarang, walaupun tidak menerangkan secara blak - blakan, tapi Indah cukup yakin jika Ryan mengerti arah pembicaraannya.


"Semua orang punya masa lalu kan Indah.., aku juga punya masa lalu, dan kamu juga punya masa lalu, apakah kita akan selalu hidup dengan dihantui bayang - bayang masa lalu? Terus terang aku tidak mau, aku mau membuka lembaran baru denganmu, tanpa perlu lagi kita melihat apa yang sudah terjadi dahulu, yang lalu biarlah berlalu.., aku ingin merajut masa depan denganmu, mungkin setelah kamu genap dua puluh satu tahun aku akan segera melamarmu Indah, aku tidak mau lama - lama, pacar - pacaran tanpa arah seperti anak - anak muda lainnya, aku punya tujuan dalam hidupku, dan aku harap kamu juga memiliki pikiran yang sama denganku."


"Tentu saja aku sangat menginginkan semua yang kamu tawarkan untukku Ryan.., Aku juga tidak akan sanggup lagi jika harus menjalani hubungan yang tidak tentu arah, aku juga tidak ingin buang - buang waktu untuk menjadi sepasang love bird yang hanya untuk di lihat orang, bahwa kita adalah pasangan serasi atau ada omongan woiii lihatlah kekasihnya dia ganteng dan terkenal dan ini dan itu, masa - masa seperti itu sudah cukup bagiku Ryan, aku juga merasa jika aku terlalu dewasa sebelum waktunya, semua rasanya terlalu cepat untuk masa mudaku yang hampir lima tahun ini terbuang sia - sia. Tapi satu hal yang perlu aku pastikan dulu sebelum melanjutkan segala sesuatunya, kamu perlu tau jika hubunganku sebelum - sebelumnya membawa dampak buruk bagi masa depanku, aku tidak seperti gadis - gadis polos pada umumnya, semua yang terjadi dalam hubungan sebelumnya sudah terlalu jauh Ryan, kumohon mengertilah.., apakah aku harus menerangkan dengan kata - kata vulgar?" Indah juga frustasi berbicara panjang dan lebar, dengan segala diplomatis dia mencoba menggiring Ryan pada inti pembicaraannya.


Ryan tersenyum dan manggut - manggut tanda mengerti, sebuah genggaman tangan di rasakan oleh Indah, "Aku suka gadis yang jujur.., dan aku juga kamu apa adanya, dengan segala kekuranganmu, kamu pasti tau jika apa yang terjadi dulu sangatlah membawa dampak yang buruk bagimu bukan? Maka yakinlah.. aku tidak akan menyentuhmu sebelum waktunya, aku tidak akan melewatkan batasan ku, aku akan menjagamu dengan baik, jika memang kita berjodoh apapun yang terjadi pada dirimu sebelumnya tidak akan mempengaruhi masa depanmu dan masa depanku." Indah terharu mendengar bagaimana Ryan mau menerimanya apa adanya.


"Namun satu hal yang perlu kamu tau jika kamu akan langsung aku kenalkan dengan kedua orang tuaku setelah ini Indah", sontak Indah teringat akan sesuatu hal yang tidak kalah penting dalam hubungan yang akan mereka bangun bersama.


"Apakah kamu setuju?" tanya Ryan khawatir,


"Mengapa tidak?" kembali Ryan ingin meyakinkan Indah, tapi wajah Indah tidak dapat berbohong ada sebuah keragu - raguan yang sangat besar, mungkin lebih baik hubungan ini tidak terjadi sama sekali dan Indah masih bisa berteman dengan Ryan, dari pada mereka harus menghadapi masalah ini di kemudian hari.


"Ada apa Indah?" tanya Ryan,


"Ryan..." seraya membalas genggaman tangan lelaki yang mampu membuat hatinya kembali bergetar, "Aku rasa untuk yang satu ini kita tidak akan bisa sama - sama menoleransikannya.." lirih Indah terdengar putus asa,


"Apa? Apa maksudnya kamu Indah? Aku tidak mengerti.." tanya Ryan.

__ADS_1


"Ryan..., kamu adalah keluarga terhormat dari golongan keluarga yang juga agamis bukan? Sedangkan aku juga memiliki orang tua terutama papaku yang sangat agamis, hubungan dengan keyakinan yang berbeda rasanya tidak akan ditoleransi bagi kedua orang tua kita masing - masing. Maafkan aku yang harus berterus terang mengatakannya.., aku tidak ingin kamu semakin menyukaiku dan begitu juga sebaliknya lantas pada akhirnya kita harus berpisah untuk sesuatu hal yang sebenarnya sudah kita sadari dari awal, bukankah itu sama saja dengan memaksakan kehendak kita Ryan?" Ucap Indah, rasa frustasi langsung terlihat jelas dari bahasa tubuh Ryan.


"Mengapa aku tidak memikirkan masalah ini dari awal Indah..., aku langsung pusing dan kecewa.., bukankah Pencipta kita sama? Matahari yang bersinar juga satu, lantas mengapa hal ini selalu saja menjadi pokok permasalahan yang krusial dalam sebuah hubungan." Keluh Ryan dengan jengah.


"Iyah..., itulah hidup..., tapi aku bahagia ternyata kamu juga suka aku Ryan..., aku akan mendoakan agar kamu mendapatkan wanita yang pantas, dan bisa menyatu dengan keluargamu, tentu saja di dasari dengan kejujuran dan tidak berbeda seperti kita." Indah seolah Ikhlas melepaskan kesempatan emas menjadi kekasih Ryan karena tidak ingin gegabah lagi dalam mengambil keputusan, segalanya di pikirkan secara matang, sebab akibat suatu hubungan yang dipaksakan sama saja dengan menunda sakit hati di kemudian hari dan hanya akan membuatnya buang - buang waktu bukan?


"Kalau sudah menyinggung masalah yang satu ini, aku tidak lagi mampu berkata - kata Indah, ternyata kamu sungguh cepat membuat aku menyerah yah.." Ryan setengah berkelakar untuk menutupi kekecewaannya.


"Kalau kita sama, aku akan ikut berjuang denganmu Ryan.. tapi Kita berbeda.." Tutup Indah yang pada akhirnya di terima dengan lapang dada oleh Ryan.


---***---***---


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu updated terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul "STRONG IN BETRAYAL" yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya, dan jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee

__ADS_1


__ADS_2