
Kebuntuan saat emosi meledak - ledak dalam diri seseorang terkadang selalu saja menjadi salah satu penghalang untuk berkomunikasi dengan baik, inilah yang saat ini terjadi pada kedua orang tua Indah, tanpa memberikan sedikitpun waktu untuk menjelaskan, mereka terus saja memberondong Indah dengan berbagai macam pertanyaan yang tidak sempat di jawab berpadu dengan cacian dan makian.
"Papa minta sekarang juga kamu tidak usa pergi - pergi ke acara - acara pesta - pesta sampai larut malam!!! Papa tidak pernah membesarkan kamu sebagai ratu pesta Indah!!! Itu sangat memalukan!!!" Indah membulatkan matanya karena terkejut dengan julukan ratu pesta yang baru saja terlontar dari bibir Papa, seolah apakah ingin bertanya apakah Papa tidak salah berbicara???
"Apa?!!! Kenapa Kamu melotot?!!!" kini mama yang berteriak tidak terima dengan ekspresi keterkejutan Indah, Oh... kini... Indah tidak lagi boleh kaget, seolah meminta Indah untuk menjadi robot tanpa ekspresi semua itu sungguh sulit untuk di lakukan.
"Kau ini keterlaluan Indah, Papa minta kamu putuskan saja mau tinggal di rumah ini dengan aturan yang ada?! atau menolak semua aturan orang tuamu sendiri dan pergi dari sini!!!"
Kembali sebuah ultimatum diberikan kepada Indah..., pikirannya kembali menimbang baik buruknya, namun Indah masih saja tidak menemukan sebuah jawaban dari keputusan yang akan diambilnya, karena bukan begitu kejadian yang sebenarnya, bukan begitu... guman Indah
"Pa...., sebelum Indah menjawab pertanyaan papa... apakah Indah diberikan kesempatan untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya Pa?" Akhirnya Indah memutuskan untuk berusaha menjelaskan permasalahan yang ada.
Namun belum sempat papa menjawab pertanyaan Indah mama sudah lebih dahulu histeris, seolah tidak ingin lagi mendengar penjelasan apapun yang akan disampaikan oleh Indah..
"Nggak usah banyak Bacot kamu!! kamu putuskan saja mau mu apa?!!" suara meninggi menggema di ruang tamu rumah mereka,
Indah memohon kepada sang Papa dengan tatapan memohon agar diberikan kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi.
Sampai akhirnya...,
"Ma... sudah ma... duduk dulu..., gak usah marah - marah dulu.. Papa mau dengar penjelasan dari Indah .."
"Loh?! Papa ini bagaimana to?! kok gak satu suara sama Mama?! Papa nggak percaya sama Mama?!" sekarang malah Mama berbalik marah kepada Papa Leo,
__ADS_1
"Bukan begitu Ma..." ucap beliau,
"Yah sudah!!! kalau memang Papa nggak percaya sama Mama!" Mama langsung menghentakkan kakinya dan masuk ke kamarnya,
Papa hanya bisa mengusap kasar wajahnya, lalu kembali memberikan Indah waktu untuk menjelaskan segala sesuatunya, waktu itu di pergunakan oleh Indah dengan baik, dan Indah menjelaskan lebih leluasa karena tidak ada Mama yang akan menginterupsi pembicaraannya.
"Loh .. jadi kamu itu nggak pergi ke pesta - pesta untuk jogat joget gitu? selama ini kamu terima Job Indah?"
"Iyah Pa... selama ini Indah hanya nyanyi dan Vano main musik pa... kalau sudah selesai yah pulang, Papa ingat nggak? pas Indah kenalin papa sama Pak Taufik yang kepala Pertanahan beberapa waktu lalu pa?" tanya Indah,
"Iyah jelas Papa ingat...".
"Nah... Beliau juga salah satu orang yang minta Indah dan Vano mengisi acaranya pa..., Indah juga selama ini kemana - mana selalu ijin dan pamit sama mama.. nggak pernah Pa.. Indah pergi gitu aja..., ini papa boleh periksa Ponsel Indah Pa... kalau Indah di suruh batalin semua Job yang sudah Indah terima nanti nama baik Indah dan Vano tercoreng Pa... karena beberapa dari mereka sudah ada yang kasih Indah down payment pa..." terang Indah membuat Papa Lei tertegun,
"Iyah memang Pa... Indah tau.. tapi mereka juga tau kalau Indah dan Vano kuliah, mereka tau kok ini hanya sambilan karena ada kesempatan saja dan bukan menjadi pekerjaan utama kami.. Papa jangan khawatir Indah nggak akan mencoreng nama baik Papa... Indah juga akan menjaga diri Indah baik - baik, kesalahan yang dulu tidak akan terulang lagi Pa..." Berusaha meyakinkan Papa Leo yang mendengar dengan seksama Indah melanjutkan perkataannya,
"Pa... Sebenarnya apa sih alasan mama benci sekali sama Vano Pa? padahal Vano g ada salah apa - apa loh pa... selama ini juga mama belum kenal dengan Vano kan? tapi sudah benci sekali, apa yang salah dengannya Pa?" tanya Indah..
"Mungkin karena Vano bukan dari keluarga berada Indah .." sahut Papa,
"Pa .. apakah Papa lupa bahwa kita dulu juga susah Pa? saat Indah sama Mathew dulu kita bahkan hidup dari gaji Mathew Pa... apakah Papa lupa itu Pa? bukankah tidak baik jika kita memandang rendah seseorang, sedangkan Tuhan dengan mudah membolak balikkan keadaan hidup seseorang Pa?" tampak Papa berpikir keras dengan perkataan Indah, namun tidak dengan mama yang tiba - tiba saja keluar dari ruang tengah.
"Justru karena dulu kita sudah hidup menderita Mama tidak mau nasib kamu seperti Mama Indah, apakah kamu lupa bahkan Papamu saja bisa berada pada keadaan yang sangat terpuruk dan tak mampu menafkahi Istri dan Anaknya, lantas???? apakah kamu mau mengalami apa yang sudah kita alami sebelumnya???" tanya Mama tidak dengan nada marah tapi tidak ramah,
__ADS_1
''Indah nggak mau ma..."
"Nah... kamu bilang kalau ini hanya pekerjaan sambilan dan orang-orang tau kalau kalian kuliah, lantas apa yang bisa dijaminkan oleh pacarmu itu untuk memberikan kehidupan yang layak bagi kamu kelak??"
"Belum ada ma..."
"Nah... kamu sendiri tau kalau belum ada jaminan apa - apa kan?! terus mama harus mati tidak tenang di kubur gitu karena hidup keturunan mama susah???" lagi mama akhirnya mau berbicara apa yang dipikirkannya.
"Indah... jaman sekarang ini Cinta saja tidak cukup Indah, apa Cintamu itu bisa di goreng???? bisa berubah jadi nasi Indah??? berapa banyak orang-orang yang menikah atas dasar cinta lalu bercerai karena himpitan ekonomi??? apa kamu yakin? bisa hidup sederhana selamanya? tanpa ada keinginan jalan - jalan dan shoping ke mall atau keluar negeri gitu?"
"Jawab mama Indah..." perasaan ragu sontak saja hinggap di pikiran Indah, tapi... waktu masih panjang dan masih ada kesempatan untuk berusaha bukan??? lalu kenapa semua sudah di vonis begitu saja... pikir Indah,
"Indah nggak tau ma.. tapi kenapa mama nggak kasih Indah kesempatan untuk bisa membuktikan kepada mama dan papa kalau Vano juga bisa berhasil ma?" tanya Indah sekaligus mendesak kesempatan kepada mama yang belum memberikan persetujuan apapun.
"Okay!!!! Indah kalo kamu selalu berpikir seperi itu, maka mama..."
Bersambung
halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
makasi sebelumnya, dan jgn lupa
__ADS_1
Follow IG aku yah @Lizbet.lee