Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 72


__ADS_3

Ide Indah untuk ngerjain Nio malah membuat Nita sang sahabat terlibat, dan seperti di sadarkan kembali Indah terkejut pada saat Nita mengatakan jika Indah sangat jahat dan saat ini Indah lah pemeran antagonis dalam status hubungan cinta segitiga ini, dan jelas Dhino adalah korbannya.


"Bukanlah selama ini aku yang tersakiti?!! Aku yang selalu di kecewakan oleh Mathew, dan Nio, aku hanya ingin melakukan apa yang aku anggap benar bagi diriku, dan tidak merugikan diriku lagi!!" teriak Indah dalam hati,


Namun tetap saja Nita marah kepada Indah, karena tidak menyangka bahwa Indah yang selama ini dikenal lebih mementingkan perasaan orang lain tiba - tiba menjadi sangat egois dan malah mengorbankan Dhino yang punya perasaan tulus kepada Indah.


"Lagian kalau Dhino tau hubunganmu sama Nio sudah sampai sejauh itu apa kamu yakin Dhino masih mau menerima kamu apa adanya??? aku rasa tidak Indah!! apalagi kalau dia tau selama ini kamu hanya ngerjain dia!!"


"Maksud kamu apa?! kamu merendahkan aku Nita?!" gusar Indah mendengar kalimat Nita, sungguh Indah merasa tersinggung,


"Maksud aku apa???? kamu jelas tau apa maksud aku Indah!! sampai mau pura - pura Hamil berarti hubungan kamu sama Nio sudah sampai kemana?? Hah??!! kamu pikir aku ini bodoh?! aku dengan ami juga bukan yang pertama tapi aku tulus mencintai Ami walaupun di tentang oleh orang tua Ami karena status sosial dan perbedaan keyakinan, tapi aku tulus dan Ami bisa menerima aku apa adanya sekalipun Ami bukan yang pertama untuk aku!! Apa kamu paham maksudku apa? Indah jika kamu sudah tidak bisa menjaga dirimu minimal tolong hargai orang yang tulus mencinta kamu!!! Kenapa yang tulus harus selalu kamu abaikan dan malah kamu jadikan ban cadangan?!! itu sama saja kamu sedang ngerjain Dhino!! kamu sedang mempermainkan Dhino!!" Nita sungguh kesal melihat Indah, air mata Indah sudah terlihat akan jatuh dari pelupuk matanya.


"Aku nggak ngerjain dia Nit, aku juga sayang sama Dhino!" Ungkap Indah terengah - engah merasa omongan Nita benar bahwa dialah pemeran antagonis nya saat ini dan tentu saja Dhino adalah korban, Indah kembali Frustasi dengan sikapnya sendiri.


"Kalau kamu sayang sama Dhino segera putusin Nio tanpa perlu melanjutkan sandiwara bodohmu ini!!!" Tegas Nita memberikan Indah Ultimatum. Indah hanya terdiam tidak sanggup berkata - kata.


"Apakah kamu sakit hati saat tau Nio bermain dengan cewek - cewek itu di belakangmu?" tanya Nita,


"Iyah... rasanya sangat sakit, dan aku ingin membalasnya!!" jawab Indah menahan isak tangisnya,


"Kalau Kamu mau membalasnya, sekarang adalah saat yang tepat, aku akan membantu kamu untuk mencari tau segala motif dia mendekati perempuan - perempuan tua itu, dan selesaikan masalahmu dengan Nio lalu buka lembaran baru dengan Dhino" kembali Nita memberikan penegasan,


"Kamu akan membantuku? mencari tau semua Nit?"


"Iyah aku akan membantumu, kamu tadi bilang merasa sakit pada saat tau bagaimana Nio bermain wanita bukan? lantas apa bedanya kamu dan Nio jika Dhino tau apa yang sedang terjadi sekarang? bukankah artinya kamu adalah cerminan dari Nio sendiri?! lantas harusnya kamu membalas Nio bukan? tapi mengapa justru Dhino yang kamu sakiti? bukankah kamu gila Indah?!!" Nita mengulang - ngulang lagi perkataannya dan semakin memperjelas semuanya berharap agar Indah sadar.

__ADS_1


"Maafkan aku Nita .. maafkan aku..." tangis Indah pecah tumpah ruah di hadapan Nita,


Terima kasih telah menyadarkan aku, aku rasa kita tidak perlu lagi mencari tau apapun soal Nio, karena semua sudah jelas, dan aku akan segera menyelesaikan semuanya dengan Nio,


Nita langsung memeluk Indah, "Alhamdulillah kalau kamu sadar Indah... Aku sangat bersyukur, jangan pernah kamu keluar jalur lagi, kamu tidak perlu menjadi jahat untuk membalas orang yang menyakiti kamu Indah, harusnya kamu bersyukur ada Dhino saat ini, jadi ketika kamu benar - benar putus sama Nio kamu tidak akan terlalu patah hati bukan?, sudah... lupakan rencana gila kamu itu yah.. ayok... kamu cuci muka, kita ke rumah Dhino, ada acara makan - makan di sana, aku sudah lapar"


"Terima kasih sudah mengingatkan aku, kamu sahabat yang tidak hanya membelaku tapi kamu menarik Aku kembali ke jalur yang seharusnya, terima kasih Nita" dengan tulus Indah terus mengucapkan rasa syukurnya.


Acara di rumah Dhino berjalan lancar dan semua semakin ramai ketika Nita dan Indah akhirnya datang ke sana, sebelum ke rumah Dhino.. Indah dan Nita menyempatkan diri membelikan kado ulang tahun untuk adiknya Dhino, dan tentu saja seperi janji sebelumnya Dhino menyimpan dua ekor ikan bakar untuk kekasih hatinya bersama sahabatnya.


---***---


"Indah.. bagaimana apa kamu sudah beli test pack?" tanya Nio lewat pesan singkat,


"Iyah sudah," jawab Indah masih penasaran dengan reaksi Nio,


"Ada dua garis merah di stik putihnya" balas Indah,


Menunggu beberapa saat, ternyata tidak lagi ada balasan dari Nio sekitar satu jam,


"Aku tidak siap punya anak." jawabnya melalui pesan singkat,


"Lalu? ini bagaimana?" tanya Indah sambil memandang ponselnya dengan perasaan muak.


"Kita masih muda Indah, aku masih usia dua puluh dua tahun, kamu masih delapan belas tahun, kuliah belum selesai, belum ada pekerjaan, bagaimana mungkin kita bisa mengatasi ini semua?"

__ADS_1


"Bukankah di restoran kamu bilang akan kita hadapi bersama??" tanya Indah penasaran dengan jawaban apa lagi yang akan Nio sampaikan,


"Iyah.. tapi.. kamu tau kan? aku masih punya mimpi - mimpi yang harus aku capai Indah, apakah kamu tidak memikirkan Itu? apakah kamu mau membuang masa muda kamu begitu saja? apa kamu mau cita - cita kamu tidak tercapai?" tanya Nio kepada Indah,


"Aku sudah bekerja Nio, aku juga tidak masalah jika harus kuliah dengan status sudah menikah, banyak kan kakak kakak senior kita yang ke kampus juga dengan keadaan hamil, bahkan seangkatanku anak akuntasi ada ibu - ibu dan bapak - bapak yang kuliah, bukankah semua harusnya bisa saja kita atasi jika kita saling bahu membahu Nio? aku juga yakin orang tuaku tidak akan tinggal diam jika kita susah" jawab Indah


"Itu sama saja menjadi beban orang tua Indah"


"Lantas sekarang apakah kita bukan beban mereka? atau kamu tidak ingin masa muda mu yang terbuang sia - sia? Kamu masih ada keinginan Nongkrong atau Dugem atau Tebar pesona bareng teman - teman kamu?" Indah sudah tau bagaimana endingnya hubungan mereka, Nio sungguh mempermainkan Indah bukan main


"Jujur!! Iyah.. aku masih ingin bebas, aku masih belum bisa terikat dengan yang namanya pernikahan, aku juga belum bisa terikat dengan tanggung jawab menafkahi anak, aku belum bisa Indah, maafkan aku.." jawaban Nio memang sudah di duga oleh Indah tapi ketika membacanya dan tau itu adalah pesan singkat dari Nio dan benar - benar Nio tentu saja itu tetap membuat dada Indah bergemuruh.


"Terus bagaimana kita harus hadapin ini semua?" tanya Indah,


"GUGURKAN."


*


*


*


*


*

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2