Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.20 – JOB PERTAMA


__ADS_3

Sejak terakhir kali mereka membicarakan akan topik pembicaraan mengenai berjuang bersama, lalu menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan dan meyakini semua akan baik – baik saja, tanpa terasa hubungan yang mereka Bina kita telah genap satu tahun lamanya, sebuah perayaan kecil berdua dilakukan ketika mereka pulang kuliah, Vano mengajak Indah pergi ke pinggiran kota untuk merayakannya.


Mereka duduk di tebing, terdapat beberapa orang menjual jagung bakar, kelapa muda, pisang bakar, sebuah perayaan sederhana telah direncanakan oleh Vano, walaupun ini bagi Indah ini adalah pengalaman pertamanya namun Indah keberatan sedikitpun, Indah justru belajar hidup sederhana, dan belajar arti dari sebuah kata ‘BERSYUKUR’ ,tidak mudah untuk selalu bersyukur tapi..., tidak juga susah, kata Vano, semua itu tergantung hati.., Jika hati dapat menerima tanpa sungut – sungut maka ucapan bersyukur akan dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari – hari.


Sebuah lapak kecil dipilih oleh Vano, lapak itu terlihat lebih teduh dari lapak lainnya, dia terletak dibawah sebuah pohon, mereka sering menyebutnya pohon itu adalah pohon sepe.., bila saatnya berbunga pohon tersebut bagaikan pohon sakura penuh dengan bunga, namun bunganya memiliki warna merah tua, biasanya akan berbunga ketika bulan desember, kini Pohon Sepe itu tak ubah seperti pohon – pohon lainnya, hanya pohon besar dipenuhi dengan dedaunan.


“Ini Pohon Sepe kan Van?”


“Iyah benar..., nanti bulan desember kita kesini lagi yah..., pasti saat desember pohon ini akan sangat cantik.., dan aku yakin kamu pasti suka..”


“Iyah aku suka jika awal desember, suasana Natal selalu saja terasa lebih awal di kota ini..”


“Iyah.., begitulah..., aku yang dari lahir disini juga selalu menikmati momen –momen menunggu ketika kota yang panas ini berubah menjadi sangat teduh dengan jalan – jalan yang seolah dihiasi oleh alam..., “


“Eh... aku pesan Jagung bakar yah..”


“Iyah pesan saja.., mau kelapa muda sekalian?” tanya Vano,


“Iyah tentu saja..”


Mereka menghabiskan sore itu dengan melihat matahari terbenam di ufuk barat, hari itu langit sungguh cerah, tak tampak awan – awan tebal yang berarti, pemandangan langit menampilkan warna Jingga menyala sungguh elok,


“Semester ini adalah semester terakhirku Indah.., semester depan aku akan mulai mempersiapkan proposalku dan aku sangat berharap untuk bisa ujian Skripsi tepat waktu, tapi Mami sedang pusing dengan kondisi Nike yang saat ini sedang sakit – sakitan, Aku tidak tega melihatnya..”


“Lalu apa yang bisa kubantu Van?” tanya Indah bersungguh – sungguh memiliki niat baik untuk membantu Vano,


“Bantu Doa itu yang aku butuhkan saat ini” Jawab Vano lalu memakan jagung bakar yang baru saja selesai dibakar oleh penjualnya,

__ADS_1


“Kalau bantu doa aku selalu mendoakan kamu setiap hari Van..., maksudku yang bukan hanya berdoa..” Indah tidak berani to the point, karena takut membuat Vano tersinggung.


“HMMM....aku pikirkaan dulu..” ucap Vano, sambil berpikir, Indah menunggu Vano berbicara sambil memakan jagung ditangannya,


“Ayolah... Kau terlalu lama berpikir Van..” Tak sabar menunggu Vano berbicara, Indah kembali mendesak agar Vano lekas saja berbicara.


“Apakah kau mau ngamen denganku? Dari cafe ke cafe atau dari acara pernikahan satu ke pernikahan yang lain? Uang dari job musik lumayan Indah.., sekali main aku minimal di bayar lima ratus ribu, jika dalam sebulan aku bisa main sekitar lima kali saja pemasukannya sudah dua juta setengah, itu baru bayaran pemain musik, dari pada aku mencari penyanyi yang lain mending kamu saja yang nyanyi, karena bayaran penyanyi juga minimal lima ratus ribu untuk mininal lima sampai tujuh lagu, itupun jika kamu mau..” terang Vano.


“Jadi kalau kita berdua berduet sekali maain kita bisa dapat minimal pemasukan satu juta?” tanya Indah,


“Iyah begitulah, jika sebulan aku terima job lima kali saja kita bisa simpan uang lima juta dalam sebulan, karena kamu adalah callon istriku, alangkah baiknya kamu yang memegang keuangan job saja, bagaimana?” Indah memikirkan perkataaan Vano dan mulai berhitung akan pendapatan serta rencana – rencana yang mulai berputar di otaknya.


“Aku akan membantu kamu untuk bernyanyi disetiap job tapi kamu harus berjanji job itu tidak akan mengganggu kuliahmu, dan hasil uang yang didapat hanya boleh difokuskan untuk kuliah kamu saja dulu, bagaimana? Kalau aturannya seperti itu aku bersedia membantu kamu Van..”


“Iyah tentu saja.., jadi serius kamu mau membantu aku Ndah?” Vano kembali meyakinkan dirinya,


Ternyata pacaran ketika menginjak usia akan dewasa sangat berbeda dengan pacaraan saat masih remaja, dan tentu saja berpacaran secara sehat juga sungguh berbeda dengaan gaya paacaran orang toxic, Indah merasa sangat nyaman dengan cara mereka menjalin kasih tanpa terlalu banyak drama, spekulasi, intrik dan akal – akalan yang dirasakannya dulu.


Memikirkan masa depan menjadi tujuan awal hubungan mereka berdua, Indah juga merasa kini memiliki sebuah tanggung jawab yaang besar karena pacaaran bukanlah hanya menghabiskan waktu dengan sekedar sayang – sayangan, mesra – mesraan, tapi solusi bagaimana untuk membuktikan kepada orang tuanya Indah terlebih sang mama, agar dapat menerimaa keberadaan Vano yaang di harapkan oleh Indah suatu saat nanti akan menjadi bagian dari keluarnya.


Ketika mereka sedang bercerita dan merencanakan jadwal latihan agar jika sewaktu – waktu dapat Job maka Indah dan Vano tidak perlu lagi repot – repot untuk mencari judul lagu dan memikirkan bagian mana yang harus di nyanyikan bagian mana yang ingin dilewatkan, Vano sedang memilih judul – judul lagu – lagu yang biasa menjadi lagu andalan saat acara – acara tertentu, Indah juga mulai mendengarkan lagu tersebut pada CD yang diputarnya di laptop yang selalu di bawa ketika lagi kuliah.


Bagaikan mempersiapkan benih sebelum turunnya hujan, baru saja Vano membuat List Lagu – lagu yang dipilihnya sebuah panggilan telpon masuk ke ponselnya. Panggilan itu dari Tantenya Vano yang merupakan Wakil Kepala dari salah satu Kantor pemerintahan di kota tersebut.


“Halo Te.. selamat siang..” jawab Vano, lantas Vano menekan tombol speaker agar Indah juga dapat mendengarkaan suaraa tantenya,


“Van..., kamu masih terima Job main musik dan nyanyi nggak?”

__ADS_1


“Masih tante..”


“Oh.,... syukurlah, ini ada acara ulang tahun Bapak Kepala mau diadakan syukuran di kantor, dia minta tante carikan pemain keybord dan penyanyi, dari awal acara sampai selesai, tapi bujetnya sedikit Van..” suara Tante terdengar sungkan,


“Berapa Te?” tanya Vano sambil melihat wajah Indah, seolah menunggu kode persetujuan dari Indah,


“Acara dari jam sepuluh pagi hari sabtu, jadi paling tidak kamu ke kantor jam setengah sepuluh dan selesai sekitar jam lima sore, sepaket pemain keybord dan penyanyi di bayar tiga juta, bagaimana Van?” Sontak Indah langsung mengangkat tangan sambil mengepalkan tangannya, tanda setuju dan bahagia, Vano yang menahan tawanya menjawab tantenya dengan tenang,


“Lalu penyanyi nyanyi berapa lagu?” Tanya Vano,


“Penyanyi siapkan saja sepuluh lagu lah, tapi nanti pasti banyak yang minta nyanyi, jadi kamu yang nanti bakal banyak bekerja dari pada penyanyinya, kecuali ada request dari tamu agar penyanyi yang nyanyi yah beda lagi.” Ucap Tante, Vano kembali melihat Indah menunggu tanda persetujuan dari Indah, lalu dengan antusias Indah menganggukkan kepalanya.


“Okay Tante, sabtu ini atau sabtu depan?” tanya Vano,


“Sabtu ini yah.. berarti empat hari lagi, persiapkan dengan baik” ucap tante


“Okay Tante, terima kasih banyak..” Ucap Vano seraya mengakhiri pembicaraannya,


“Kita dapat Job Vano..., Yeeaaayyyy!!! Kita dapat Job!!!!” Indah berseru penuh kegirangan.


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya, dan jgn lupa

__ADS_1


Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2