Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 45


__ADS_3

Kami berjalan bersama menuju ke kelas Akuntansi sore itu, pelajaran kami ikuti dengan baik dari awal hingga akhir, malam minggu kali ini aku habiskan bersama - sama dengan ketiga sahabatku, kami bercengkerama berempat sepanjang malam, hingga akhirnya Ami dan Nita pamit untuk berkencan berdua, sedangkan aku diantar pulang oleh Dhino, dan sesampai di rumah, Dhino tidak langsung meninggalkan rumahku, kami menghabiskan waktu berdua di rumahku sambil bermain gitar dan bernyanyi bersama, kami juga mendiskusikan banyak hal mulai dari pelajara - pelajaran yang kami ikuti, hingga kami bergosip tentang dosen - dosen kami yang menyebalkan.


Tak lama suara notifikasi pesan singkat berbunyi di ponselku, dan aku melihat ada nama Nio, rasanya enggan untuk membuka isi pesannya, aku lebih berat dengan kehadiran Dhino saat itu, dari pada harus merusak suasana hariku yang sudah mood booster banget, mending aku melanjutkan percakapanku dengan Dhino.


Tanpa di sadari aku sudah merasa nyaman dengan sahabatku yang satu ini. Rasanya aku selalu merasa tidak sabar untuk berganti hari yang baru ketika hari yang lama berakhir, setiap harinya selalu ada saja bahan baru untuk kami tertawakan dan ceritakan satu sama lain.


Hari ini lagi - lagi aku dan Dhino menghabiskan waktu bersama Ami di rumahku, kali ini Nita tidak dapat ikut berkumpul bersama mengingat telah terjadi insiden antara Nita dan keluarga Ami, baru saja Ami curhat dengan sedihnya kalau mama Ami menelpon Nita dan meminta Nita untuk mengakhiri hubungan mereka, Mamanya Ami tidak setuju dengan Nita, karena beliau menganggap Nita tidak cukup pantas untuk berpacaran dengan Ami, mengingat latar belakang Ami adalah seorang anak pejabat di salah satu kabupaten di propinsi ini, papanya Ami mantan Bupati dan Nita hanyalah anak dari Penjual lalapan di kota kami.


Penampilan Nita juga sangat tomboi, rambut cepak pendek, cara bicara yang slengekan, sehingga membuat Mamanya Ami sangat tidak simpati dengan Nita, malah sebaliknya kedua orang tua Ami sangat welcome denganku dan Dhino, berulang kali mereka bertanya apakah aku kekasih Dhino namun berulang kali juga aku menjawab bahwa kami adalah sahabat.


Ami cukup setres menghadapi masalah yang di alami oleh dirinya dan Nita, mereka terlihat sudah saling mencintai namun perbedaan status dan kepercayaan menjadi tembok penghalang bagi mereka berdua, kali ini Ami datang ke rumahku bersama Dhino dengan segudang curhatan mirisnya, aku dan Dhino sebagai sahabatnya hanya bisa menghibur sewajarnya saja, karena kami sendiri tidak dapat memberikan solusi apa - apa jika masalahnya sudah menyangkut pada keputusan orang tua.


"Mi..., kamu harus sabar yah.., aku juga nggak bisa kasih masukkan apa - apa mi.., hanya bisa bilang kamu harus lebih banyak mendengar apa menjadi prioritas orang tuamu, jangan karena pacar kamu jadi durhaka Mi..., walaupun Nita sahabatku, aku juga akan bicara sama Nita untuk bisa menjadi lebih baik, mungkin menghilangkan kebiasaan - kebiasaan buruk yang tidak di sukai sama mamamu, kalau Nita benar - benar cinta sama kamu, dia pasti akan berjuang untuk kalian, begitu juga kamu, kalau kamu cinta sama Nita kamu berjuang untuk Nita tapi tidak dengan cara melawan mamamu yah Mi" nasehatku kepada Ami,

__ADS_1


"Indah.., aku kan jadi bingung kalau begini, harus memilih siapa?" sungut Ami tanpa ada semangat sama sekali,


"Ami!! kamu masa nggak ngerti apa yang disampaikan sama Indah? kan uda di bilang berjuang untuk Nita tapi tidak dengan cara melawan mama kamu, itu artinya kamu tetap harus mengutamakan orang tua kamu dongg!!" sahut Dhino,


"Aduhh..tambah setress aku!!" Ami sungguh frustasi malam ini,


"Yah uda Mi.., nggak usah terlalu setres nanti malah kamu nggk bisa mikir loh.., aku aja kemarin sebenarnya lagi setres banget, tapi sekarang aku malah enjoy sama kalian, walaupun masalahku belum selesai" Ujarku kepada Ami, sekilas aku melihat Dhino dan Dhino tersenyum mendengar apa yang aku katakan kepada Ami, aku juga membalas senyumannya dengan tulus,


"Iyah Indah... ini untung ada kalian berdua, kalau aku sendirian bisa - bisa sekarang aku lagi baring di pinggir jalan karena mabuk nggak karuan" spontan mendengar apa yang dikatakan oleh Ami, Dhino menjitak kepala Ami,


"Ngapain mabuk - mabukkan dengan alasan apapun?! dasar kalian berdua Bodoh!" ujarku "Ayo makan dulu" ajakku sambil menyodorkan Nasi goreng yang baru saja di antarkan oleh Rose asisten rumah tangga di rumahku.


__ADS_1





*


Bersambung


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2