Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 31


__ADS_3

Setelah berpamitan satu sama lain, aku pun pulang di gonceng sama Reno, di dalam perjalanan kami berbicara ringan saja mengenai beberapa teman - teman Reno, dan aku lebih banyak mendengarkan,


"Ndah..." panggil Reno


"Iyah?"..


"Kamu uda punya pacar belum?" tanya Reno,ingin rasanya aku bilang 'iyah sudah' tapi aku mengingat kembali perjanjianku dengan Nio untuk merahasiakan hubungan kami dengan siapapun, bukankah lucu jika aku mengakui hubungan ini, tapi malah tidak di akui oleh yang bersangkutan??? Bukankah itu akan menjadi kejadian yang sangat memalukan dalam sejarah percintaanku?? heh.. aku tersenyum kecut dengan pikiranku sendiri,


"Ndah.." lagi Reno memanggilku,


"Iyah?" tanyaku kembali sadar,


"Jawab dong.., kamu uda punya pacar apa belum?" tanya Reno yang kedua kalinya


" Sudah Ren.." Jawabku datar,


" Siapa? Dhino yah?'' tanya Reno lagi,


"Bukan Dhino kok Ren.."


"Lalu siapa dong?"


"Manusia dong.., masa pacaran sama makhluk halus" jawabku berkelakar sengaja untuk tidak memperpanjang pembicaraan ini, Namun dugaanku ternyata meleset, bukannya menghentikan pembicaraan ini, Reno malah semakin penasaran,


"Iyah kan manusia ada namanya Ndah.., siapa sih?" tanya nya kembali penasaran,


"Kenapa sih? penasaran banget.., adalah pokoknya rahasia.., lagian kalo ada dan tidak ada pacar juga kenapa to Ren?" jawabku asal,


"Yah.., kalau belum kan berarti aku masih ada peluang untuk jadi pacar kamu." jawab Reno sambil tertawa renyah, aku pun tertawa mendengar kalimat guyonan yang keluar dari mulut Reno,


"Kok malah ngakak?" Reno terdengar sebal dengan reaksi ku,


"Yah kalau aku belum punya pacar juga belum tentu aku mau sama kamu Ren, lagian kamu juga ngomongnya aneh - aneh banget, uda kita TTM aja lah.." jawabku asal yang hanya bermaksud guyonan dengan Reno,


"Ndah..aku ini guyonan yang serius loh.., jadi kamu ngomong TTM ini aku bisa anggap serius banget loh" kali ini Nada suaranya sudah lebih serius, dan tentu saja suasananya membuatku menjadi canggung seketika,

__ADS_1


"Ehem..," aku berdehem sebelum melanjutkan apa yang akan aku katakan padanya, "Ren.., aku serius, aku uda punya pacar, tapi maaf aku nggk bisa kasih tau siapa pacarku untuk saat ini, dan soal Teman Tapi Mesra, aku cuman guyonan loh.., jangan dianggap serius dong.., nanti aku nggak mau temenan sama kamu lagi loh.., kita sahabatan aja kayak sekarang yah..?" ucapku panjang lebar


"Tapi aku serius loh Ndah.. aku masih buka lowongan kalau kalau kamu berubah pikiran mau jadi TTM ku, ahahahaha!!" jawab Reno, aku pun tertawa dibuat Reno,


Tidak terasa beberapa saat kemudian aku sampai di rumahku, dan tidak lupa mengucapkan terima kasihku kepada Reno,


Hari ini sungguh hari yang panjang, gumanku sendiri didalam kamar tidurku, aku bersyukur memiliki teman - teman yang cukup baik untuk saat ini, besok aku harus mempersiapkan menatlku untuk pergi membantu papa mendapatkan tender proyek yang sudah di tunggu - tunggu papa, dan mengingat besok aku akan pergi bersama -sama dengan Nio membuatku tersenyum, tanpa kusadari wajahku sedikit memanas mengingat bagaimana Nio memperlakukanku dengan manis jika dia ingin, dan memperlakukanku dengan dingin jika juga dia inginkan, dan setelah menghayal beberapa hal tidak berguna akhirnya aku tertidur.


-----**-----


"Pa.. kita berangkat jam berapa?" tanyaku kepada papa


"Kita berangkat malam aja Ndah.., sekitar jam 7 lah" jawab papa,


"Okay pa.., kalau gitu Indah kasih tau Nio yah.." dan dibalas dengan anggukan oleh papa, tanpa menunggu aku langsung mengirimkan pesan singkat kepada Nio dan dibalas dengan cepat "OK" jawaban yang singkat, padat dan jelas.


Aku kembali kekamar dan menelpon Nita untuk menanyakan apakah hari dosen Mata Kuliah Bahasa Inggris masuk kelas, dan terang saja jawabannya masuk, dengan buru - buru aku siap - siap untuk pergi kekampus diantar oleh driverku karena buru - buru, sesampai dikampus aku melihat Nio sedang duduk bercengkerama dengan teman - temannya lagi, termasuk kak Jack tentunya, dan seperti biasa Nio bertingkah tidak kenal denganku, kak Jack melambaikan tangannya kepadaku dan aku membalas lambaian tangan itu dengan senyum yang merekah pada pagi itu, dan tidak menunggu lama aku berkumpul dengan teman satu gengku,


"Kamu pasti rencananya nggak datang kan?" tanya Nita,


"Hehehe.. Kok tau sih?"


"Lah.., tadi katanya Dosen uda datang, kamu itu gimana to Nit.., aku kan jadi buru - buru" jawaku sambil merenggut kesal, sontak saja aku menjadi bahan bercadaan mereka semua.


Tiba - tiba angin bertiup cukup kencang, dan Dhino mengambil sesuatu dari rambutku, "Ini.., ada yang jatuh di rambut kamu" kata Dhino sambil memberikan serbuk bunga yang gugur dan menempel dirambutku, dengan kompaknya Nita dan Ami menggoda kami berdua, namun kami tidak terpengaruh sedikitpun,


"Masuk kekelas yuk.." Ajak Dhino dengan berbisik ditelingaku, itu membuat Nita dan Ami melongo melihat interaksi kami, karena tidak biasa saja,


"Kenapa buru - buru?" tanyaku,


"Nggak asik disini, banyak anak Hukum yang liatin kamu dari tadi," jawab Dhino lagi dengan berbisik sambil mendekatkan bibirnya di telingaku, seketika aku menoleh kearah Nio dan jelas saja Nio dan kawan sedang melihat kearahku, mata kami saling bertemu, Nio tanpa ekspresi begitu pula denganku, dengan segera aku membuang mukaku, dan aku menjawab Dhino dengan anggukan kepala tanda setuju saja dengan usulnya,


"Nit..Mi.., masuk yukk.., kita ngobrol didalam aja, disini anginnya kenceng dan agak mendung juga takut hujan aja" ajakku, dan mereka pun setuju lalu kami berlalu berjalan berempat menuju ke kelas, dan tiba - tiba Dhino menggandeng tanganku, jantungku sedikit berdebar dengan kontak fisik kami ini, namun aku mengabaikan saja, tanpa membalas genggaman tangan Dhino, buru - buru aku berjalan mendahului Dhino agar gandengannya terlepas, sampai di kelas kami berempat duduk sambil bercerita, namun kali ini Dhino lebih banyak diam dan menatap tepat kearahku, dan itu sungguh membuatku tidak nyaman, sampai akhirnya Nita dan Ami pamit untuk membeli air mineral dan tinggal lah kami berdua,


Suasana kembali hening, tidak ada percakapan apapun antara aku dan Dhino, selama beberapa saat,

__ADS_1


"Kamu pacaran sama salah satu anak Hukum yah?" tiba - tiba Dhino bertanya, Aku gugup dengan pertanyaan itu, kok bisanya Dhino tau batinku,


"Kenapa?" tanyaku balik,


"Kenapa tadi aku gandeng, kamu malah buru - buru ngelepasin tanganku?" lagi Dhino bertanya,


"Kenapa juga tadi kamu gandeng aku?" kembali aku menjawab pertanyaan Dhino dengan Pertanyaan baru,


Dhino menghela nafasnya panjang, seperti orang yang lelah sekali, "Kamu itu di tanya malah balik tanya"


"Sama kamu juga kan gitu Dhin" jawabku ngeles,


"Jadi benar kamu pacaran sama salah satu cowok yang tadi lagi duduk kan? Let me guest.., yang baju Soft Pink itu kan?" ini adalah percakapan yang panjang yang pernah terjadi antara aku dan Dhino, aku tau maksudnya Dhino adalah Nio, Namun aku tetap harus menghindar dari segala pertanyaannya,


"Nggak usah ngelantur deh.." jawabku, "Lagian apa kami terlihat seperti orang pacaran?" tanyaku lagi pada Dhino,


" Justru itu.., Kalian pacaran tapi seolah tidak ingin ada yang tau, bukankah itu lucu?" sarkas Dhino,


"Nggak usah menerka - nerka" jawabku singkat, masih belum puas Dhino ingin melanjutkan interogasinya kepadaku, namun Nita dan Ami sudah datang duluan dan aku sangat lega dibuatnya,


Tidak lama, Dosen kami datang disusul oleh semua mahasiswa yang mengikuti pelajaran hari ini, semuanya berjalan lancar sampai jam kelas kami berakhir.


Kami pulang bareng hari ini, pulang bersama - sama naik mobil Ami, sepanjang jalan Dhino hanya melihat wajahku saja, dan aku agak risih juga berdebar dibuatnya, aku bahkan tidak paham mengapa aku bisa berdebar dengan sikap Dhino, bisa saja karena aku sudah tertangkap basah oleh Dhino namun terus berusaha untuk membohongi semua orang.


Sebelum mobil Ami mendekati jalan masuk ke rumahku, Dhino kembali berbisik kepadaku "Lelaki apa yang pantas di sebut sebagai lelaki, jika bersikap dengan pacarnya saja di depan umum seolah pacarnya adalah orang asing?!" ucap Dhino singkat dan langsung membuatku ingin meledak dengan tangisan saat itu juga namun kutahan, tapi aku tau mataku sudah memerah dibuatnya, aku melihat Dhino dengan seksama, dan Dhino hanya melihat lurus kedepan tanpa menghiraukan diriku.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


BERSAMBUNG


__ADS_2