Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 17


__ADS_3

Dalam perjalanan tidak ada percakapan yang terlontar dari bibir kami masing - masing, suasana hening sepanjang jalan dan sungguh tidak mengenakkan.


"Nio.., apakah kamu marah sama aku?" tanyaku mencairkan suasana,


Nio hanya diam tidak menjawab pertanyaanku sama sekali, hingga kami tiba di depan rumahku, kulihat rasanya semua orang rumah sudah tidur.


Sesampainya di parkiran mobil, aku hendak langsung turun dari mobil tapi tanganku di cekal oleh Nio, dan seketika itu Nio ******* bibirku dengan kasar dan panas, aku tidak tau apa yang terjadi dan tidak membalas ciuman panas dari Nio, namun pasokan oksigen dalam tubuhku serasa menipis, aku sedikit memegang dada Nio untuk mendorongnya kebelakang agar aku sejenak mengambil oksigen yang tersisa di dalam mobilku,


"Nio..." lirihku


"Jawablah setiap pertanyaanku, jangan pernah menjawab pertanyaanku dengan teka teki yang kamu buat Indah" ucapnya kesal,


"Aku janji, minggu depan kita akan ngobrol" jawabku, "saat ini aku belum siap" sambungku,


"Baiklah..., aku pamit pulang, sampaikan salamku untuk mamamu" jawab Nio,


Lalu kami bersama - sama keluar dari mobil, dan aku mengantarkan Nio sampai di halaman depan rumahku, setelah Nio menyalakan motornya dan segera pergi dari rumahku, aku pun berbalik dan masuk ke dalam rumahku, dan memilih untuk merebahkan badanku di atas lantai kamarku, pikiranku melayang - layang tak karuan, sampai suara ponsel kembali berdering dan aku kembali mengangkatnya,


"Ada apa Mathew?" jawabku, "apakah kau tidak puas menghancurkan masa remajaku dan masa depanku?, apakah belum cukup shinta dan calon anak kalian untukmu? sampai - sampai kau harus mengusik hidupku lagi?" tanyaku dengan suara bergetar, yang kudengar hanyalah deru nafas nya, yang terdengar sangat sesak di balik telpon itu.


"Semudah itu kah kamu melupakan kakak? Kakak hanya ingin menjelaskan segalanya Indah..., kakak mohon.. berikan kakak waktu untuk dapat menjelaskan segalanya" pinta Mathew.


"Datanglah besok pagi ke rumahku" jawabku,


"Baiklah..., kakak membawakan kamu oleh - oleh dari tempat tugas dek.." Lagi mathew seolah tidak lelah dengan semua penolakanku.


"Selamat malam" jawabku langsung mematikan ponselku tanpa menunggu jawaban dari Mathew.


Baru saja ponselku mati, sudah berbunyi lagi "ckkk!!! sungguh menjengkelkan!!" gerutuku, namun rasa kesalku hilang seketika melihat ternyata panggilan itu dari Nio,


"Halo.." jawabku


"Aku baru sampai di rumah" jawab Nio

__ADS_1


"Iyah, Istirahat yah..., sampai jumpa minggu depan" ucapku


"Iyah... sampai jumpa" jawab Nio lalu mematikan ponsel dari seberang sana, Aktifitas sederhana ini sungguh membahagiakan, Nio mampu membuatku tersenyum lagi.., aku sungguh tidak mengenal siapa Nio sebenarnya.., ada rasa ingin mengenalnya lebih dalam, tapi ada rasa takut, semakin aku mengenalnya, semakin dalam juga nanti perasaan ini, dan bagaimana bila Nio tidak seperti apa yang aku harapkan, bukankah patah hati itu akan kembali aku rasakan???


-------------****--------------


"Pagi tante.., saya sudah janjian sama Indah, mau ketemu pagi ini" terdengar suara Mathew di depan pintu ruang tamu kami, tanpa menunggu jawaban dari mama, aku langsung keluar ke ruang tamu dari kamarku,


"Ma.., " sapaku ke mama, dan mama meninggalkan kami dengan wajah kesalnya,


"Mama mau ke pasar, terus ke rumah bu Paula, mama pulang agak sore yah.. kalau kamu mau pergi nanti kunci rumah di taruh di tempat biasa saja Ndah" ucap mama, dan aku melihat Mathew sedikit tersenyum, tentu saja aku tau apa yang ada di dalam otaknya,


"Nori kemana ma?" tanyaku,


"Nori tadi pagi pulang kampung, lusa baru pulang, hati - hati kamu" pesan mama sambil melirik tajam kearah Mathew yang masih berada di luar, dan mama segera pergi dengan supir pribadi kami,


"Masuk Math, aku tinggal sebentar ke dalam" setelah itu aku meninggalkan Mathew untuk sekedar cuci muka dan sikat gigi, dan kembali duduk diruang tamu bersama dengan Mathew, setelah beberapa saat keheningan di ruang tamu, aku merasa aura yang sangat mengganggu, hingga aku memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.


"Apa yang mau kakak sampaikan dan jelaskan?" tanyaku,


"Kamu gila???!!! kita sudah selesai Math, aku tidak akan pernah kembali sama kamu!!" aku sungguh emosi mendengar apa yang baru saja dia ucapkan, "kalau tidak ada yang mau di jelaskan, silahkan pergi Math!" ucapku tegas,


"Kenapa tiba - tiba kamu memutuskan kakak secara sepihak, kakak tidak tau apa - apa dan tiba - tiba adek mengakhiri hubungan kita seenaknya, kakak tidak terima!!" Mathew kembali berkeras,


"Kamu sungguh keterlaluan Math, setelah kamu selingkuh di sana dan kamu bilang kamu tidak melakukan apa - apa? lalu sekarang kamu datang kembali dan mengancam untuk membongkar sejauh apa hubungan kita kepada Nio dan kedua orang tuaku?? manusia macam apa kamu Math!! kamu itu tidak lebih dari Iblis Math!!" bentakku


"Kakak tidak serius sama dia dek.., kakak seriusnya sama adek, apa adek masih tidak ngerti bagaimana besarnya rasa cinta kakak sama adek?!" Mathew menangis di hadapanku, sungguh menjijikkan!


"Jika kamu benar - benar cinta sama aku, tidak mungkin kamu bermain perempuan di belakangku bodoh!!!" teriakku penuh emosi,


Mathew tidak mau mengalah.., kini Mathew tidak berbicara lagi, tapi dia seketika mengunci tubuhku dengan tubuh besarnya, dan ******* kasar bibirku juga menggesekkan sesuatu yang menjijikkan, rasa trauma itu kembali muncul, aku menangis seketika, aku memberontak dan mencoba lepas dari cengkramannya,


"Jangan melawan dek.., kakak tau dalam hatimu kamu suka kan?!" ucapnya bengis,

__ADS_1


"Kenapa tidak kamu bunuh saja aku sekalian Math dari pada kamu perlakukan aku seperti ini!!" ucapku dengan suara bergetar,


Seketika mathew melepaskan dan menghempas tubuhku di sofa ruang tamuku,


"Maaf.. maaf.., kakak khilaf Indah.." jawabnya.., "maafkan kakak, tapi kakak sangat mencintai kamu dek.. tolong jangan seperti ini sama kakak mohon..." ucapnya frustasi sambil menutup wajahnya yang gusar.


"Aku juga mencintai kamu Math, tapi kamu sudah berkali - kali membuat aku sakit hati Math.., aku tidak akan pernah bisa bertahan hidup denganmu selamanya, kini aku harus membuka hatiku untuk Nio, pergilah.." ucapku datar,


"Tidak!!! aku tidak akan pernah berhenti untuk menyerah begitu saja Indah!! kamu ingat itu!!" kini sikap Mathew kembali arogant, "Apa kamu sudah bercinta dengan dengan Nio?!!! Hah??!!! apa miliknya lebih besar dari punyaku?!!! Haaahhh???!!! JAWABBB!!!" yah.. mathew kembali kesetanan pagi itu,


"Pertanyaan menjijikkan apa itu! Kamu sungguh menjijikkan mathew, pergilah dari rumahku sebelum aku telpon polisi atau provost untuk mengusir kamu dari sini!" ucapku tegas.


*


*


*


*


*


*


*


bersambung


jangan lupa like yah...


dan follow IG ku Ovie.el


jangan lupa vote juga sista..

__ADS_1


biar aku semangat nulisnya 😆


terima kasih


__ADS_2